Natin Meresapi Nilai Luhur Perusahaan

(Next Batch Public Training “Natural Intelligence Leadership” 13-14 Juni Di Jakarta, Hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327)


Khoek. Puh!
“Ini kopi apa-an sih?!” Teriak Opri. “Elo yang bener dong kalau bikin kopi buat gue.” Matanya melotot kearah Jeanice.

Ini adalah hari melayani. Orang yang kebagian bertugas untuk melayani, harus menyediakan minuman untuk temannya yang sedang kebagian giliran untuk dilayani. Jeanice. Kebagian melayani Opri.

“Elo nggak tahu kalau gula itu yang mana?” hardiknya lagi.
Jeanice hanya bisa mengkerut. Semua orang di kubikal merinding mendengarnya. Tapi mereka juga nggak tega membiarkan kebaikan Jeanice yang dibalas oleh hardikan Opri. Bagaimana pun juga, Jeanice itu bukan pembantu. Dia hanya menjalankan perannya untuk belajar melayani.

“Udahlah Pri, nggak usah marah-marah gitu,” Aiti mencoba menengahi. “Nih, elo ambil aja minuman punya gue,” katanya. Sembari menyodorkan cangkir hangatnya. Continue reading

Cara Menjadi Orang Penting

Next Batch Public Training “Natural Intelligence Leadership” 13-14 Juni Di Jakarta, Hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Hore, Hari Baru! Teman-teman.

Catatan Kepala: ”Seseorang yang kehadirannya bisa memberi manfaat kepada orang lain, akan selalu dianggap penting. Karena keberadaannya, penting bagi orang lain.”

Salah satu keinginan mendasar setiap orang adalah; dihargai atau dianggap penting oleh orang lain. Sayangnya, kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan itu. Ada kalanya, orang lain tidak peduli akan keberadaan kita. Pergi tak ganjil. Datang tak genap. Mereka tidak menganggap kita ada. Benar. Kita bisa cuek saja. Tetapi sebagai mahluk sosial, kita tidak disiapkan untuk hidup dalam lingkup seperti itu. Kita butuh pengakuan dari orang lain. Pengakuan atas keberadaan diri kita. Kita. Butuh orang lain menganggap diri kita penting. Lantas, bagaimana caranya menjadikan diri kita penting? Continue reading

Natin Membawa Ilmu Ke Tempat Kerja

Next Batch Public Training “Natural Intelligence Leadership” 13-14 Juni Di Jakarta, Hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327
Tambah item.
Itu yang pasti. Kulit semua orang sudah pada lebih gelap dari sebelumnya. Selain Opri, semua gadis disitu pada menggerutu. Kayaknya. Nggak rela kulit yang sudah diputih-putihin selama berbulan-bulan itu langsung menjadi coklat tua hanya dalam waktu dua hari saja.

Sudah resiko lah itu.
Berani pergi ke pantai. Mesti berani juga mengambil resiko kulit terbakar matahari.
“Item itu seksi, lageee,” begitu kata Opri.

Gadis-gadis yang lain nggak berselera untuk menanggapi. Mereka hanya saling memandang satu sama lain. Sambil saling berkedip penuh arti. Bagi mereka. Opri adalah seorang cewek yang mempunyai hormon testosterone lebih banyak daripada estrogen. Jadi. Ya, gitu deh. Nggak ada anggun-anggunnya sama sekali. Continue reading

Cara Bertumbuh Di Tempat Statis

Next Batch Public Training “Natural Intelligence Leadership” 13-14 Juni Di Jakarta, Hubungi 0812 19899 737 atau 0812 1040 3327

Hore, Hari Baru! Teman-teman.

Catatan Kepala: ”Tumbuh itu tidak selalu berarti tubuh kita semakin besar. Atau jabatan kita semakin tinggi. Tumbuh berarti kualitas pribadi kita menjadi lebih baik.”

Jika Anda bersepeda di kelas RPM (Raw Power in Motion) di fitness center, Anda tidak akan pernah ketinggalan oleh orang lain. Selama bersepeda itu, semua orang ada di ruangan yang sama. Dan tetap diposisi yang sama. Kantor kita, kira-kira seperti ruang RPM itu. Selama bertahun-tahun, setiap orang berada di ruangan dan posisi yang sama dengan kita. Lalu kita merasa bahwa, seperti halnya orang-orang itu; karir ini sudah mulai ‘mandek’. Benarkah begitu? Continue reading

Natin Menyelami Potensi Diri

Potensi diri.
Itulah frase yang sering digadang-gadang oleh para ahli motivasi. Dan pakar-pakar psikologi. Malah ada yang mengatakan kalau potensi manusia itu nggak terbatas. Sulit dipercaya sih. Apa iya, ya. Potensi diri kita ini nggak terbatas.

Nggak selalu langsung bilang begitu sih. Kadang dibilanginnya suka kayak gini; “Anda bisa melakukan apa saja!!!!!” sambil ngacungin kepalan tangan ke atas. Outing taon lalu trainernya bilang gitu. Meskipun kenyataannya nggak seperti itu.

Hari ini. Acaranya nggak kalah seru dari kemarin. Diving!
Mengerikan juga sih. Khususnya buat mereka yang belon pernah melakukannya. Terlebih lagi buat orang-orang yang anti air seperti Fiancy. Sungguh menyeramkan kalau harus nyebur ke dalam laut yang begitu dalam itu. Continue reading

Hati Natin Seluas Samudera

Nyentrik.
Atau mungkin sedeng.
Salah satu dari dua kemungkinan itulah yang cocok untuk menggambarkan trainer itu. Beda banget dengan trainer-trainer yang jadi pembicara di outing tahun tahun-tahun sebelumnya. Trainer yang ini nggak sama.

Anehnya. Anak-anak manut aja sama si Bapak bertubuh kecil itu. Disuruh apapun juga mau aja. Lagian. Seru juga. Ada banyak tertawanya. Meskipun kadang diselingi dengan debaran-debaran dan ketegangan saat melakukan kegiatan yang dimintanya. Cuman 2 jam ketemu dia. Tapi. Kayaknya bakal susah untuk melupakannya. Ada kesan mendalam yang ditinggalkannya.

Jam sepuluh pagi.
Semua orang sudah siap dengan karungnya masing-masing. Orang-orang kubikal akan melakukan penyirisan di sepanjang pesisir. Lalu memunguti sampah yang berserakan disana. Sesuai tema outing tahun ini; “Bersihkan bumi, Bersihkan hati”. Continue reading

Natin Naik Ke Posisi Yang Lebih Tinggi

Semua orang sudah pada datang.
Kecuali si Bongsor yang masih belon keliatan. Maklum dia harus mampir dulu ke kubikal karena ada perlengkapan yang harus diambil dari kantor.

Biasalah. Kadang-kadang ada aja yang keselip kalau lagi ada acara kayak gini. Kesian juga sih Sekris itu sebenarnya. Untungnya dia itu orang yang gesit. Dan hepiiii aja kalau ngerjain apa-apa. Aneh banget deh. Dia itu orang yang paling seneng disibukkin kalau ada acara untuk semua orang. Mungkin dasarnya dia itu orang baik dan suka melayani kali ya. Cocok banget jadi sekretaris.

Tak sabar menanti. Akhirnya Opri menelepon Sekris. ”Elo udah sampe mana?” katanya.
”Gue udah masuk taksi nih,” jawaban dari seberang sana.
”Hah? Elo baru naik taksi?” Opri terperanjat. ”Elo kan mesti check in Kris….” wajahnya terlihat cemas. Continue reading

Natin Mengharapkan Lebih Dari Sekedar Gaji

Berkabung.
Itulah yang sedang terjadi. Bukan hanya di rumah keluarga yang ditinggalkan. Tetapi juga di kubikal. Dan seluruh kantor cabang perusahaan.

Sebagian besar orang di kubikal baru mendapatkan beritanya tadi pagi. Ketika mereka memasuki kantor. Namun ada beberapa orang yang sudah tahu sejak tadi malam. Salah seorang pegawai mengalami kecelakaan lalu lintas ketika pulang kerja. Saking parahnya. Jiwanya nggak tertolong lagi.

Seolah nggak percaya.
Semua orang hanya bisa bengong. Bukan hanya teman-teman dekatnya. Tetapi juga teman yang hanya mengenalnya selintas. Bahkan mereka yang belum mengenalnya. Pagi itu. Semua orang tercenung. Sambil merenungkan; Apakah seseorang harus sampai meninggal ketika sedang berjuang mencari nafkah buat keluarganya? Continue reading

Natin Melayani Orang Lain

Tidak semua orang diizinkan ke pantry.
Ini beneran. Ada orang-orang yang boleh pergi ke pantry. Dan ada juga orang yang tidak boleh. Keputusan itu sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Wajib dijalankan dan dipatuhi oleh orang-orang di kubikal.

Biasa. Kalau terjadi gejolak atau penolakan.
Khususnya untuk keputusan yang membeda-bedakan. Orang yang kadang-kadang menyebutnya sebagai diskriminasi. Malah ada yang membawa-bawa isyu SARA segala. Makanya, hampir dianggap lumrah kalau di banyak tempat terjadi protes dan demo.

Di kubikal tidak begitu.
Khususnya terhadap keputusan bahwa tidak semua orang boleh ke pantry. Semua orang menerima keputusan itu dengan bulat. Tanpa protes sama sekali. Continue reading

Natin Memotivasi Diri Sendiri

Susana jadi dingin.
Bukan dingin sejuk. Tapi dingin membeku. Keadaan yang tidak memancarkan kehangatan. Segalanya serba kaku. Dan orang-orang di kubikal pada membisu.

Ternyata benar.
Mendung tidak selalu disebabkan oleh awan. Tidak juga karena sedang turun hujan. Sedang panas terik seperti ini pun bisa terjadi mendung hingga suasana dingin mencekam seperti itu.

Semua orang sedang pada bete. Padahal hanya soal sepele.
Ada seorang pejabat tinggi di perusahaan – tidak usah disebut namanya – yang mengeluarkan kata-kata tidak patut. Yang nggak pantes diucapkan oleh seorang pemimpin. Yang menyinggung perasaan orang-orang di kubikal. Continue reading