Jul
20
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Ada sebuah fenomena menarik dalam dunia perseminaran. Terutama seminar-seminar motivasi. Para motivator hebat berusaha keras mencurahkan segenap kemampuannya dalam memotivasi perserta. Dan tentu saja, begitu banyak yang termotivasi sehingga sering terjadi keriuhan luar biasa didalam ruangan seminar itu. Semakin lihai sang pembicara membawakan materi trainingnya, semakin terbakarlah semangat mereka. Dan disore hari, seminar itu pun berakhir. Keesokan paginya semangat itu masih ada dalam dada para peserta. Seminggu berikutnya, masih cukup banyak yang tersisa. Waktu sebulan berjalan, masih lumayan. Sekuartal berlalu, sudah sebagian besar yang tanggal. Padahal. Bukankah tujuan membayar dan mengikuti seminar itu adalah untuk menjadikan diri kita lebih handal? Tapi, apakah itu mungkin jika semua pelajaran dan semangat yang didapat menguap secepat kilat? Read more
Jul
13
Selamat Pagi, Anda Kena PHK!
Filed Under Inspirational | 6 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Seorang Chief Executive Officer sebuah perusahaan ternama dunia hari itu datang kekantornya yang megah tepat jam 7 pagi. Sang pemilik perusahaan memasuki ruang kerjanya tak lama kemudian. Setelah berbasa-basi sedikit, beliau berujar;”My friend,” katanya. ”Aku bangga dengan hasil kerjamu selama ini,” lanjutnya. Sang CEO tentu saja bahagia mendengar pujian bossnya itu. ”Namun,” lanjut si boss. Kali ini, hati CEO itu mulai dihinggapi tanda tanya besar. ”Para stakeholders kita menginginkan untuk menggantikanmu dengan seseorang yang lebih baik…..” Saat itu juga, pagi yang cerah seakan-akan berubah menjadi gelap gulita sambil sesekali dikilati cahaya dari bunyi petir dan gelegar halilintar yang membuat jiwa bergetar. Sang CEO hanya bisa terpana. Seolah tidak percaya pada apa yang baru saja didengarnya. Seandainya, berita itu tidak ditujukan kepada CEO yang sedang kita bicarakan itu. Melainkan kepada anda. What are you going to do? Read more
Jul
6
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Anda orang yang sukses? Jika ya. Berarti anda banyak uang. Setidaknya, begitulah yang ada dalam benak begitu banyak orang. Seseorang layak disebut sebagai orang sukses jika memiliki banyak uang. Jika uang yang dimilikinya tidak banyak, rasanya janggal mengait-ngaitkan orang itu dengan sebuah kesuksesan. Sewaktu saya masih kecil, guru ngaji saya mengatakan bahwa; ”orang kaya itu sungguh beruntung,” katanya. ”Karena, dengan kekayaannya, dia bisa menjadi manusia yang banyak memiliki pahala. Sebab,” lanjut beliau. ”Dengan kekayaannya itu, dia bisa berbuat begitu banyak kebajikan.” Kekayaan bisa membantu manusia menuju tempat terhormat disamping singasana Tuhan, kelak ketika mereka kembali kepada jati diri sesunggunya sesudah mati. Dengan kata lain; orang kaya itu enak didunia dan enak juga diakhirat. Tetapi, benarkah selalu demikian? Read more
Jun
30
Duduk Dimeja Makan Atau Menjadi Menunya?
Filed Under Inspirational | 5 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Mungkin anda pernah mendengar ungkapan berikut ini: ”If you are not in the table, you will be in the menu.” Jika anda tidak duduk dimeja makan, maka anda akan menjadi menunya. Tentu kita sepakat bahwa lebih baik duduk dimeja makan daripada menjadi menunya, bukan? Namun, namanya juga ungkapan; tentu bukan pesan harfiahnya yang perlu kita perhatikan. Melainkan ‘makna sesungguhnya’ dari pesan itu. Jadi, apa sih sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan ungkapan itu? Kira-kira demikian; didalam dunia yang penuh persaingan ini, kita tidak bisa tinggal diam - menunggu seseorang melakukan sesuatu untuk kita. Kita sendirilah yang harus mengambil tanggungjawab itu. Karena, jika kita diam saja; maka kita ini tidak ubahnya seperti menu makanan yang terbaring pasrah dimeja makan. Ingat nasib menu dimeja makan? Tentu. Sebentar lagi dia akan dikunyah. Ditelan. Dan dua belas jam kemudian akan dibuang dalam bentuk yang anda tidak ingin melihatnya. Dengan kata lain, jika kita berdiam diri saja; pihak lain akan mengambil manfaat yang bertebaran disekitar kita. Sementara mereka menjadi sejahtera; kita hanya bisa menjadi objeknya saja. Kita tidak ingin mengalami hal sedemikian, bukan? Read more
Jun
22
Membesarkan Ukuran Hati
Filed Under Inspirational | 8 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kepada orang yang kalah kita sering menyebutnya pecundang. Tetapi, tahukah anda siapa sesungguhnya yang benar-benar pecundang? Sungguh, bukan mereka yang kalah. Melainkan mereka yang tidak bersedia menerima kekalahan itu. Mereka yang menyalahkan orang lain untuk kekalahannya sendiri. Dan mereka yang menanam kebencian atas kekalahan yang dialaminya. Pendek kata, mereka yang tidak memiliki kebesaran hati, untuk menerima kekalahan itu. Anda dapat menyimak dialog ini dalam ‘21’; sebuah film yang berkisah tentang bagaimana sekelompok mahasiswa cerdas di MIT membobol meja perjudian Las Vegas dalam setiap permainan Blackjack yang diikutinya. Film itu memberi penegasan bahwa memiliki kesadaran tentang adanya kalah dan menang dalam setiap permainan, tidaklah cukup. Bersedia untuk menerima kekalahan adalah fondasi atas semuanya itu. Semua orang selalu tahu bagaimana caranya merayakan sebuah kemenangan. Namun, menerima kekalahan? Tak banyak yang bisa. Bukankah demikian? Read more
Jun
18
Andakah Sang Talenta Langka Itu?
Filed Under Inspirational | 3 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Hari ini, frase ‘talent war’ sudah menjadi wabah dikalangan industri apapun, dan dimanapun. Gagasan dasarnya sangat sederhana; kelestarian perusahaan sangat bergantung kepada para talenta itu. Permasalahannya adalah; jumlah talenta itu sangat terbatas. Sehingga kalangan industri tidak bisa begitu saja mendapatkan talenta sebanyak mereka mau. Oleh karenanya, para atasan hebat tidak henti-hentinya melakukan talent reengineering. Dan organisasi bisnis manapun sangat berkepentingan dengan apa yang dilakukan oleh para atasan hebat ini. Bagaimana dengan anda? Apakah anda berada dalam lingkaran itu atau tidak? Read more
Jun
15
Perlukah Kita Membawa-bawa Dendam Ini?
Filed Under Social Life | 6 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Dendam nyaris selalu disertai sakit hati. Dan itu sering menjadi dasar untuk melakukan sebuah pembalasan. Saat orang lain melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, tiba-tiba saja kita merasa mendapatkan ijin khusus dari Tuhan untuk melakukan pembalasan. Bahkan, tidak jarang kita memberikan ‘bonus’ nya sekalian. Jika anda menampar saya perlahan, maka sebagai bonusnya, tamparan balasan dari saya bisa sangat keras sekali. Kalau perlu, hingga membuat anda pingsan. Jika hari ini saya belum bisa membalas anda, maka semuanya itu akan berubah menjadi utang yang wajib untuk dibayarkan kepada anda dimasa depan. Jika tangan saya sendiri tidak mampu melakukannya, maka saya mengutus orang lain untuk mewakili terlunasinya utang-utang itu. Berikut bunganya sekalian. Bukan begitukah kita mendefinisikan sebuah dendam? Read more
Jun
11
Ngomong-Ngomong: Mau Kemana Sih, Loe?
Filed Under Inspirational | 5 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Suatu hari ada orang aneh mendatangi anda. Lalu berucap: “Fa-ainaa tadzhabuun…?”. Maksud orang itu; Mau kemana sih, loe?, Gampang. Anda jawab saja: “Gue mau kekantor!”. Atau, “Gue mau kekampus.” Bilang “kerumah pacar” juga boleh. Pertanyaannya hanya satu; “Mau kemana sih, loe?” Tetapi, jawabannya bisa banyak sekali. Sekarang, jawaban mana yang benar? Tidak seperti soal ebtanas yang menuntut hanya satu jawaban yang benar, pertanyaan itu memberikan keleluasaan kepada setiap individu untuk menemukan jawabannya masing-masing. Apakah anda bilang hendak kekantor atau ke kampus, atau kerumah pacar; itu tidak dipersoalkan. Sebab, orang yang mempunyai tujuan, akan selalu mempunyai jawabannya. Sedangkan, seseorang yang tidak tahu hendak menuju kemana dia; pasti tidak bisa menjawabnya. Ngomong-ngomong, ‘Fa-ainaa tadzhabuun…?’. Mau kemana sih, loe? Read more
May
17
Kalau Hanya Ada Satu Pemenang – Mengapa Kita Ikut Bertanding?
Filed Under Inspirational | 13 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Salah satu alasan mengapa kita memiliki frase ‘kalah sebelum bertanding’ adalah karena pada kenyataannya begitu banyak orang yang enggan untuk ikut dalam pertandingan menyusuri hidup. Hanya karena mereka tahu bahwa mereka tidak akan pernah menjadi pemenang. Jika hidup kita adalah soal kalah dan menang, mungkin cara berpikir itu bisa diterapkan. Namun, pada kenyataannya hidup kita tidak selamanya tentang kalah dan menang. Memang, ada kalanya kita harus terlibat dalam permainan seperti itu. Jika kita tidak mengalahkan orang lain, maka orang lain akan mengalahkan kita; dan kita menjadi pecundang. Namun, sebagian besar kegiatan dalam hidup kita bukan soal itu. Melainkan soal; bagaimana kita menjalani hidup itu sendiri. Oleh karena itu, dalam banyak situasi; ‘menjalani’ hidup itu lebih penting daripada hasil akhirnya. Read more
May
16
Masuk Telinga Kiri, Keluar Telinga Kanan
Filed Under Inspirational | 5 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Dalam hal mendengar, Anda pasti masih ingat ungkapan itu. “Masuk telinga kiri, keluar telinga kanan”. Dari segi tata bahasa, mungkin kalimat itu agak janggal. Namun, sangat ampuh untuk menggambarkan orang-orang yang ‘ndableg!’, alias tidak mau mendengar nasihat orang lain. Memang ada begitu banyak orang yang tidak membuka diri terhadap nasihat. Namun, ada saatnya dimana kita perlu menerapkan ungkapan itu untuk diri kita sendiri. Yaitu, saat dimana kita mendengar komentar negatif dan cemoohan dari lingkungan kita. Sebab, pada kenyataannya, tidak semua yang kita dengar adalah benar. Dan terutama lagi, tidak semuanya memberikan energi positif bagi diri dan jiwa kita. Ada banyak komentar miring tentang kita. Kadang itu benar. Kadang sekedar omong kosong belaka. Read more
