
Khoek. Puh!
“Ini kopi apa-an sih?!” Teriak Opri. “Elo yang bener dong kalau bikin kopi buat gue.” Matanya melotot kearah Jeanice.
Ini adalah hari melayani. Orang yang kebagian bertugas untuk melayani, harus menyediakan minuman untuk temannya yang sedang kebagian giliran untuk dilayani. Jeanice. Kebagian melayani Opri.
“Elo nggak tahu kalau gula itu yang mana?” hardiknya lagi.
Jeanice hanya bisa mengkerut. Semua orang di kubikal merinding mendengarnya. Tapi mereka juga nggak tega membiarkan kebaikan Jeanice yang dibalas oleh hardikan Opri. Bagaimana pun juga, Jeanice itu bukan pembantu. Dia hanya menjalankan perannya untuk belajar melayani.
“Udahlah Pri, nggak usah marah-marah gitu,” Aiti mencoba menengahi. “Nih, elo ambil aja minuman punya gue,” katanya. Sembari menyodorkan cangkir hangatnya. Continue reading








