Saturday , January 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / About the Facilitator

About the Facilitator

Dadang KadarusmanAda saja yang menyebut orang-orang muda seperti saya sebagai anak kemarin sore. Untungnya, saya menganggap ungkapan itu sebagai sebuah sanjungan. Yang terdengar ditelinga saya bukan : ‘Anak kemarin sore’ yang tidak bisa apa-apa. Melainkan: ‘Anak kemarin sore’ yang bisa apa-apa. Terimakasih. Saya tersanjung. Lagi pula, perjalanan karir professional saya yang dimulai dari lapisan paling rendah dalam struktur organisasi sebagai seorang salesman; kemudian, menjadi Training Manager untuk para salesman, cukup memberi gambaran bahwa; saya bukanlah anak kemarin sore sembarangan. Ketika menjadi seorang salesman, saya mendapatkan undangan khusus dari President Director untuk berkunjung ke ruang kerjanya di kantor pusat. Seorang salesman? Diundang boss? Ada apa? Benar. Ada apa. Pasti ada apa-apanya dalam diri si salesman culun itu; sampai-sampai seorang boss besar mengundangnya untuk berbicara empat mata. Atasan dua tingkat diatas saya bilang: “Saya sendiri tidak pernah diundang beliau untuk memasuki ruang kerjanya….” Bisa anda bayangkan betapa pentingnya itu?

Saya mengira kalau Presiden Direktur kami diganti, peristiwa itu tidak akan terulang lagi. Dan saya tidak akan pernah lagi berurusan dengan boss, sehingga semua itu hanya akan menjadi tidak lebih dari sekedar kenangan kosong belaka. Ternyata tidak demikian.

Sekalipun begitu, saya tetap bertanya-tanya; anak kemarin sore macam apa saya ini? Tetapi, William E. Upjohn Award yang saya terima dari kantor pusat perusahaan kami di New York memberi tambahan gagasan bahwa saya merupakan seorang anak kemarin sore yang berbakat. Tidak sebelum saya, ada orang Indonesia lainnya yang pernah menerima award itu setelah sekitar 150 tahun usia perusahaan ini. Pengalaman itu, seperti memorable moment ketika seorang bintang film Hollywood menerima piala Oscar. Orang-orang lain mengantri untuk bisa berfoto dengan CEO kami – staff kami di kantor New York pun belum tentu bisa melihat wajah beliau setiap hari. Anak kemarin sore ini? Seorang asisten boss yang baik hati mendekatinya, dan bilang: “We have arranged a photo session for you with Mr. CEO. Would you….?” Tahukah anda bagaimana rasanya itu?

Mungkin anda pernah mendengar; seorang business coach dan motivator senior yang begitu saya hormati – dan saya menganggap beliau sebagai guru – menceritakan pengalamannya naik gaji tiga kali dalam setahun. Menurut anda, apakah hal itu mustahil? Sulit untuk mempercayai ucapan beliau jika anda tidak pernah mengalaminya sendiri. Tetapi, saya tahu bahwa hal itu sangat mungkin, sekalipun industri tengah dilanda krisis kronis yang berkepanjangan. Dan, ssst….. – jangan bilang siapa-siapa – saya mengenal seseorang yang mendapatkan kenaikan gaji tiga kali itu dalam waktu kurang dari satu tahun. Lebih cepat dari guru saya itu. Anda bisa seperti mereka? Tentu saja.

Tulisan-tulisan si anak kemarin sore ini ‘nyaris’ tidak ditemukan dalam media di Indonesia. Namun, artikel-artikelnya berseliweran diberbagai media maya International. Dan sudah diterjemahkan kedalam lebih dari delapan bahasa yang berbeda. Jika, didalam tulisannya tidak ada apapun kecuali pepesan kosong belaka; bagaimana mungkin ada orang yang mau bersusah payah menerjemahkannya kedalam berbagai bahasa dunia, dan menayangkannya dalam media-media mereka? Si anak kemarin sore yang sedang kita bicarakan itu juga menulis buku; yang menurut orang yang pernah membacanya, buku itu begitu unik. Inspiratif. Dan motivatif.

Satu lagi. Jika orang-orang muda seperti saya dicap sebagai si anak kemarin sore, maka siapakah gerangan didunia ini orang sukses yang tidak pernah menjadi anak kemarin sore; sebelum dia berhasil meraih kesuksesannya? Haha, kalau begitu; frase ’anak kemarin sore’ bisa juga diartikan sebagai ”generasi penerus’ potensial. Bukan begitu?

Begini saja. Pelajari program-program yang saya sediakan. Jika tertarik, hubungi saya. Dan jika anda tahu ada orang-orang yang akan terbantu oleh program itu, sehingga bisa meningkatkan kualitas diri dan daya saing mereka; beritahukan mereka. Karena, boleh jadi, mereka tidak mendapatkan program yang seperti ini dari penyedia jasa pelatihan lainnya. Dimanapun, diseluruh dunia….hahaha. (Mana kita tahu?).

Baiklah. Sudah cukup kiranya gambaran yang perlu anda ketahui tentang sang Learning Facilitator. Bagaimanapun juga, mengundang si anak kemarin sore ini tidaklah terlalu beresiko bagi anda. Jika anda puas dengan sesi yang dibawakannya, maka anda jadi membayarnya. Jika anda tidak puas? Anda boleh mengambil kembali training fee-nya. Seratus persen. Tanpa potongan apapun. Tertarik? Sabtu atau Minggu. Deal.

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.