Sebelum kami menikah, dia pernah menjadi peragawati dan model. Neneknya adalah seorang Chinese tulen ( Maaf ya Oma, saya bocorkan rahasia Oma…). Tinggal di Pontianak. Nah, Oma kami yang masakannya ueenaaak sekalee ini punya anak lelaki sulung. Itulah yang kemudian jadi ayah dari istri saya. Mama-nya campuran antara Sunda dengan Palembang. Jadi, harap maklum kalau golongan darah istri saya agak kurang beraturan. Di kota Pontianak itulah Bapak dan Ibu mertua saya membesarkan perempuan paling cerdas sedunia itu. Kenapa paling cerdas sedunia? Karena dia tahu kalau sayalah, lelaki yang layak menjadi suaminya. Haha… I love you, honey. Wonderful Lady. Great choice ….

Orang-orang bertanya; ”Bagaimana ceritanya kamu yang hanya sedikit lebih ganteng dari Tukul Arwana itu kok bisa mendapatkan perempuan seperti dia?”

Saya bilang:”Dia yang mengejar-ngejar saya!”

Mereka nggak percaya. Anda juga.

Baiklah, saya berbicara tentang fakta saja. Saya lahir dan dibesarkan di Bandung. Dia tumbuh di Pontianak. Saya kuliah di ITB; Bandung kan? Jadi saya nggak kemana-mana. Tahukah Anda dimana dia kuliah? UNPAD. Mau apa perempuan secantik dia datang jauh-jauh dari Pontianak ke Bandung kalau bukan untuk mencari jodoh? Siapa jodohnya? Saya. Sekarang Anda percaya.



posted at March 3rd, 2007 - 2:43 pm in Miscellaneous | Email This Post  | Post 2 PDF | Jump to Top