Pertanyaan yang cerdas. Tetapi, jawabannya adalah: belum tentu. Jangan salah sangka. Saya hanya tidak ingin membuat anda kecewa dengan janji yang bisa saja saya ucapkan secara serampangan. Tetapi, being realistic; I may not be able to respond every email. Kalau ada ratusan email sehari, bagaimana saya bisa menjawabnya satu per satu? Tak seorang pun mampu melakukannya. But let me tell you what to do: just write me email.
Sebagai imbalannya saya akan langsung merespon email anda; jika saya mampu. Jika tidak, maka saya akan mengelompokkan beberapa email yang sejenis, dan memberikan respon secara kolektif. Atau, saya membuat artikel yang mengupas topik dalam email-email anda. Jadi, kesabaran anda merupakan pertolongan yang sangat besar buat saya. Deal!
Kalau dalam 1 minggu saya belum merespon, mungkin saya sedang sibuk banget. Atau, mungkin saya sedang dirawat dirumah sakit dan dokter yang merawat saya menasihatkan untuk jauh-jauh dari komputer dan dunia internet. Sebab, ketika daya tahan tubuh saya sedang sangat menurun, maka saya harus sedapat mungkin meminimalkan kontak dengan sumber-sumber penularan virus semacam itu.
Kalau dalam 1 bulan belum direspon, mungkin email anda masih terjerembab dalam antrian yang panjang. Teruslah bersabar. Atau, mungkin saya sedang bingung; harus merespon apa. Kan tak ada orang yang tahu segala hal. Atau, mungkin juga budget saya untuk membayar internet sudah terlampaui untuk bulan itu. Meskipun saya masih memiliki sedikit uang, saya terlanjur menganggarkannya untuk membayar cicilan kapal pesiar pribadi.
Kalau dalam 1 tahun belum direspon juga. Mungkin saya membuatnya begitu istimewa sehingga butuh waktu lebih lama dari sekedar menulis sebuah novel. Jadi, tetaplah bersabar. Atau, mungkin saya sedang tersesat di hutan Amazon, dan dijadikan kepala suku oleh penduduk setempat. Maaf, meskipun dipedalaman sini internet memang sudah ada, tapi saya teramat sibuk mengurusi kepentingan rakyat dan administrasi kenegaraan supaya hutan-hutan kami yang rimbun tidak digunduli oleh para pembalak hutan macam di Kalimantan. Tunggu saja sampai saya mudik lebaran.
Kalau dalam 10 tahun belum juga dibalas. Mungkin itu disebabkan karena kecepatan saya dalam merespon email sudah sangat menurun. Mungkin karena sudah tua. Mungkin karena kena stroke. Mungkin karena terlalu fokus mengurusi sawah yang saya beli dari uang pensiun. Sabar saja. Alon-alon asal kelakon. Atau, mungkin juga saya memang dengan sengaja cuekin karena email anda mengandung unsur pornografi. Gue nggak mau komen soal itu. Atau, mungkin email anda isinya menghujat orang lain. Menghina presiden dan pembantu rumah tangga. Sara. Sarkastis. Gue gak bakal respon.
Kalau 100 tahun kemudian setelah anda menulis email kepada saya ternyata tidak dibalas juga; mungkin itu karena saya sudah meninggal dunia. Nanti saya cek dulu apakah di akhirat saya mendapatkan ruangan yang mempunyai fasilitas akses broadband atau tidak. Tetapi, kalau anda sudah meninggal juga, ya sebaiknya sekalian saja kita bikin acara ramah tamah para arwah di alam barzah. Waaah, indah, yah. Hah, hah, hah….
Hey, forget it all. Just write me email for whatever possible response will be. Find me. Catch me. Love me. But, don’t kiss me sembarangan.