Cara Kedua

Kalau hari ini anda pas sedang berulang tahun; cepetan telepon pacar anda, dan bilang: ”Sayang, untuk ultahku kali ini kamu nggak usah repot-repot beli kado!”
Pacar anda akan menjawab: ”Jadi, maunya kamu apa dong? Cium pipi kiri-kanan aja….?”
”Oh, bukan, bukan. Bukan cium-ciuman. Lagian, kalau kita belom nikah sudah ciuman itu berbahaya.”
”Nape, emang?”
”Kalau nanti keterusan, dan kita sama-sama nggak bisa nge-rem, gimana?”
”Lho, yang malam minggu kemarin kejadian itu apa dong?”
Anda pura-pura bego saja:”Iya, waktu itu kepalaku kejedot daun pintu, terus bibirku nyelonong begitu saja…” (Emang kejadiannya dibalik pintu ya? Lokasi yang sempurna!).
”Jadi, maunya kamu apa dong, Yang?”
”Untuk kado ultahku kali ini yang simple-simple aja….”
”Iya, tapi apa? Tinggal sebut aja, Yang…. Untuk kamu apapun pasti kan kuberikan.” (Itulah enaknya punya pacar anak orang tajir).
”Yang…, kebaikan kamu itu membuat aku jatuh cinta sama kamu…”
”Gombal! Cepetan ah, maunya kado apa?”
“Buku….”
“Buku?”
“He-emh. Buku.”
“Sejak kapan Yayangku demen baca buku segala?”
”Sejak baca Gue-Blog-nya Dad…eh, sejak ketemu kamu. Hehe….”
”Lho?”
”Iya. Soalnya aku tahu kalau cintaku demen banget sama cowok pinter, dan berwawasan luas….” (Awas, tanduk dikepala elo numbuh!)
”Ya udah, mau dibeliin buku apa?”
”Belajar Sukses Kepada Alam.”
”Ha? Judulnya kok kayak buku sekolahan gitu?”
”Udahlah, Yang. Buku itu bagus, kok. Untuk semua umur pula…”
”Pengarangnya?”
”Dadang Kadarusman.”
”Siapa tuch?”
”Kalau mau tahu tentang doi, lihat saja di Gue-Blo… eh, maksudku dia itu orang blo’on (Blo’on = Gue-Blog owner) yang tetangganya nenek dari tante iparnya kakek buyut dosenku. Gak enak kan kalau gak punya buku itu. Kalau dosenku sampe tahu, bisa-bisa aku dapet nilai D lagi kayak tahun lalu. (Ingat, jangan sampai pacar anda tahu kalau saya ini sebenarnya tidak blo’on seperti yang anda katakan; jangan sampai juga dia menemukan Gue-blog. Kalau tidak, dia bisa lebih cepat belajar, dan lebih pintar dari anda. Terlalu beresiko kan?)
”Iya deh. Dimana belinya?”
”Kamu nggak usah beli kok,Yang…. Aku nggak mau kamu repot-repot keluarin uangmu untukku.” Jaga wibawa dikit.
”Oh.., Cuma mau nitip? Tumben nih… Tenang aja. Ntar kamu tinggal traktir aku aja kalau gitu.”
”Eh, oh. B-bukan begitu.”
”Terus?”
”Kamu nggak usah beli. Nggak usah beli.”
”Terus gimana dong?”
”Gini. Gini. Sekarang telepon papa kamu, gih.”
”Telepon papa?”
”Yo-i.”
”?”
”Terus, kamu bilang sama papamu kalau seluruh karyawan dikantornya harus membaca buku itu.”
”Ha?”
”Iya, biar karyawan papa kamu jadi hebat-hebat.”
”Terus?”
”Terus, bilang deh sama papa kamu kalau dia harus beli buku itu seribu copy…”
”Haaa? Seribu?”
”Y-yo-i.”
”Buat apa-an?!”
“Yang 999 dikasihin ke semua karyawan dan relasi papamu, masing-masing satu…”
”Terus yang satu lagi buat kamu, gitu?”
”Eeh, enak aaaaja. Buukan. Yang satu lagi ya buat kamu sendiri dong, Yang.”
”Lho, bukannya kamu sendiri yang menginginkan buku itu?”
”Begini. Papa kamu ngasih sama kamu.”
”Terus?”
”Terus, kamu tinggal bungkus pake kertas kado, dech…’
”Yee…”
”Hehe…, sampai ketemu nanti malam ya Chayank…., Mmmmuah….”
Jangan lupa bilang I love you sebelum menutup teleponnya.
Anda pasti dapat buku itu.

Comments are closed.