Monday , September 21 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Resolusi 2007

Resolusi 2007

Setiap menjelang akhir tahun, para motivator kelas atas menyarankan agar kita melakukan sebuah kegiatan, yang mereka sebut sebagai:resolusi. Intinya sederhana sekali, yaitu; merancang goal-goal yang ingin kita wujudkan di tahun depan. Jika sekarang tahun 2006, maka resolusi yang kita lakukan dalam hari-hari terakhir menjelang berakhirnya tahun ini adalah membuat RESOLUSI 2007.

Dalam konteks organisasi, apa yang kita lakukan dengan budget setting merupakan salah satu bentuk resolusi (dalam tingkatan organisasi). Dengan resolusi itu, kita berkomitmen untuk mencapai angka-angka atau target yang sudah kita canangkan. Tanpa resolusi: kita bahkan tidak tahu apa yang harus kita capai.

Hey!

Ada bentuk resolusi lain yang dilakukan oleh hanya sedikit manusia. Sebab, sebagian besar manusia lainnya bahkan sama sekali tidak mengenalnya. Manusia yang sedikit ini melakukan sebuah resolusi untuk dirinya sendiri. Untuk dirinya sendiri? Betul, untuk dirinya sendiri. Sederhananya, mereka mencanangkan goal-goal apa saja yang ingin dicapainya di tahun 2007. Mereka sudah berhasil membuat resolusi untuk perusahaan tempatnya bekerja. Sebuah resolusi yang besar tentu saja. Resolusi yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Tetapi, mereka tidak berhenti disitu. Tepatnya; mereka tidak melupakan bahwa dirinya sendiri pun membutuhkan sebuah resolusi.

Misalnya, mungkin diantara mereka ada yang membuat resolusi seperti ini: Tampil dalam sebuah acara radio yang didengarkan oleh banyak orang. Lha, apa hubungannya dengan pekerjaan dia? Resolusi pribadi sebaiknya memang tidak dicampur-adukkan dengan resolusi organisasi. Jadi, mereka yang jumlahnya sedikit itu mempunyai dua resolusi; (1) untuk perusahaannya, dan (2) untuk dirinya sendiri. Lho, bukankah hal itu menjadikan dirinya ’terendam’ oleh resolusi? Benar sekali. Tetapi, tenggelam dalam resolusi tidak menjadikan mereka mati. Sebaliknya, mereka bahkan bisa berenang, dan menyelam didalamnya. Resolusi itu membuat mereka semakin memaksimalkan sumberdaya yang mereka miliki. Meskipun untuk itu, tak jarang mereka harus tidur hanya 4 jam saja sehari; bangun lebih pagi, dan tidur lebih larut dibandingkan kebanyakan orang lainnya.

Jika kita punya resolusi pribadi, apakah ada jaminan bahwa kita berhasil mencapainya? Bagaimana kalau gagal? Kan bikin sakit hati? Jawabannya sederhana: Hanya orang-orang yang tidak memiliki tujuan yang tidak pernah gagal. Dengan demikian, kegagalan sama sekali bukanlah sebuah hambatan yang menakutkan. Bagaimana kita bisa mengenal kata gagal jika tidak ada tolak ukurnya? Sementara itu, resolusi membuat ukuran yang jelas tentang sebuah keberhasilan.

Apakah orang-orang yang sibuk bekerja bisa membuat resolusi pribadi? Jika kesibukan bekerja pada akhirnya menyingkirkan kehidupan pribadi, pasti ada hal yang mesti dibenahi – entah oleh para pemimpin perusahaan itu, dan/atau oleh si pekerja itu sendiri. Bukankah tanggungjawab kepada diri sendiri tidak kalah besarnya dibandingkan dengan kepada pekerjaan? Ini tidak berarti kita boleh mengabaikan pekerjaan. Kenyataannya; orang-orang yang bertanggungjawab kepada diri sendiri merupakan orang-orang yang paling bisa diandalkan ditempat kerja. Menarik, bukan? Sebaliknya, orang yang terkungkung oleh rutinitas kerjanya mesti segera merenungkan pertanyaan ini: Apakah aku tidak sedang melarikan diri dari sebuah tanggungjawab, dan menjadikan pekerjaan ini sebagai tempat persembunyian?

Membuat resolusi bukan hal yang sulit, tapi, mewujudkannya itu; kan nggak gampang!? Benar. Membuat resolusi pribadi berarti menambah jadwal kegiatan. Meningkatkan kedisiplinan. Mengurangi alokasi waktu untuk kesia-siaan. Dengan kata lain: resolusi membutuhkan komitmen, dan kesungguhan dalam tindakan. Namun, bukankah dengan cara itu kita bisa mengerahkan seluruh kemampuan yang kita miliki?

Menurut para motivator itu, orang-orang yang memiliki (bukan hanya membuat) resolusi pribadi jumlahnya hanya sekitar 0.8% dari seluruh populasi. Jadi, dari 100 orang, mungkin hanya ada 1 (SATU) orang yang benar-benar membuat resolusi pribadi; berkomitmen untuk mewujudkannya; dan bersungguh-sungguh menjalaninya. Dan konon; ’kesibukan kerja’ merupakan salah satu alasan utama mengapa sebagian besar orang memilih untuk tidak memiliki resolusi pribadi. Tetapi, dalam sebuah high performing community jumlah mereka yang memiliki resolusi pribadi ini bisa mencapai sekurang-kurangnya 4% dari seluruh populasi. Bahkan, di tempat-tempat berisikan orang-orang yang memiliki sikap mental positif, jumlahnya bisa mencapai 80% hingga 100% dari populasi yang ada; karena mereka saling bertukar energi positif itu. Dan mereka saling menguatkan, satu sama lain.

Apakah Anda termasuk salah satu dari mereka?

Catatan kaki:

  1. Tulisan ini pernah diposting dalam beberapa media, diantaranya juga blog punya Dhika. Thanks Dhika.
  2. Kata ’Resolusi’ sangat dekat bunyinya dengan ’Revolusi’. Demikian pula dengan ’Rekolusi’. Tetapi meskipun mempunyai artikulasi yang intim, maknanya sangat berbeda. Bahkan mereka cenderung bermusuhan. Revolusi? Gue nggak ikut-ikutan. Peace, man…., peace. Rekolusi? Sebaiknya para pelaku kolusi jauh-jauh deh dari kata itu. Masak kolusi kok nggak berhenti-berhenti. Bagaimana mempertanggungjawabkan semuanya itu dihadapan Tuhanmu? Berani, emang?
  3. Kalau anda baru membaca tulisan ini, tidak berarti sudah terlambat untuk membuat resolusi diri anda sendiri. Ayo, mulai saja.

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.