Jika anda tidak bisa melakukan cara pertama dan kedua; cobalah cari cara lain yang lebih kreatif.

Kalau hari ini anda pas sedang berulang tahun; cepetan telepon pacar anda, dan bilang: ”Sayang, untuk ultahku kali ini kamu nggak usah repot-repot beli kado!”
Pacar anda akan menjawab: ”Jadi, maunya kamu apa dong? Cium pipi kiri-kanan aja….?”
”Oh, bukan, bukan. Bukan cium-ciuman. Lagian, kalau kita belom nikah sudah ciuman itu berbahaya.”
”Nape, emang?”
”Kalau nanti keterusan, dan kita sama-sama nggak bisa nge-rem, gimana?”
”Lho, yang malam minggu kemarin kejadian itu apa dong?”
Anda pura-pura bego saja:”Iya, waktu itu kepalaku kejedot daun pintu, terus bibirku nyelonong begitu saja…” (Emang kejadiannya dibalik pintu ya? Lokasi yang sempurna!).
”Jadi, maunya kamu apa dong, Yang?”
”Untuk kado ultahku kali ini yang simple-simple aja….”
”Iya, tapi apa? Tinggal sebut aja, Yang…. Untuk kamu apapun pasti kan kuberikan.” (Itulah enaknya punya pacar anak orang tajir).
”Yang…, kebaikan kamu itu membuat aku jatuh cinta sama kamu…”
”Gombal! Cepetan ah, maunya kado apa?”
“Buku….”
“Buku?”
“He-emh. Buku.”
“Sejak kapan Yayangku demen baca buku segala?”
”Sejak baca Gue-Blog-nya Dad…eh, sejak ketemu kamu. Hehe….”
”Lho?”
”Iya. Soalnya aku tahu kalau cintaku demen banget sama cowok pinter, dan berwawasan luas….” (Awas, tanduk dikepala elo numbuh!)
”Ya udah, mau dibeliin buku apa?”
”Belajar Sukses Kepada Alam.”
”Ha? Judulnya kok kayak buku sekolahan gitu?”
”Udahlah, Yang. Buku itu bagus, kok. Untuk semua umur pula…”
”Pengarangnya?”
”Dadang Kadarusman.”
”Siapa tuch?”
”Kalau mau tahu tentang doi, lihat saja di Gue-Blo… eh, maksudku dia itu orang blo’on (Blo’on = Gue-Blog owner) yang tetangganya nenek dari tante iparnya kakek buyut dosenku. Gak enak kan kalau gak punya buku itu. Kalau dosenku sampe tahu, bisa-bisa aku dapet nilai D lagi kayak tahun lalu. (Ingat, jangan sampai pacar anda tahu kalau saya ini sebenarnya tidak blo’on seperti yang anda katakan; jangan sampai juga dia menemukan Gue-blog. Kalau tidak, dia bisa lebih cepat belajar, dan lebih pintar dari anda. Terlalu beresiko kan?)
”Iya deh. Dimana belinya?”
”Kamu nggak usah beli kok,Yang…. Aku nggak mau kamu repot-repot keluarin uangmu untukku.” Jaga wibawa dikit.
”Oh.., Cuma mau nitip? Tumben nih… Tenang aja. Ntar kamu tinggal traktir aku aja kalau gitu.”
”Eh, oh. B-bukan begitu.”
”Terus?”
”Kamu nggak usah beli. Nggak usah beli.”
”Terus gimana dong?”
”Gini. Gini. Sekarang telepon papa kamu, gih.”
”Telepon papa?”
”Yo-i.”
”?”
”Terus, kamu bilang sama papamu kalau seluruh karyawan dikantornya harus membaca buku itu.”
”Ha?”
”Iya, biar karyawan papa kamu jadi hebat-hebat.”
”Terus?”
”Terus, bilang deh sama papa kamu kalau dia harus beli buku itu seribu copy…”
”Haaa? Seribu?”
”Y-yo-i.”
”Buat apa-an?!”
“Yang 999 dikasihin ke semua karyawan dan relasi papamu, masing-masing satu…”
”Terus yang satu lagi buat kamu, gitu?”
”Eeh, enak aaaaja. Buukan. Yang satu lagi ya buat kamu sendiri dong, Yang.”
”Lho, bukannya kamu sendiri yang menginginkan buku itu?”
”Begini. Papa kamu ngasih sama kamu.”
”Terus?”
”Terus, kamu tinggal bungkus pake kertas kado, dech…’
”Yee…”
”Hehe…, sampai ketemu nanti malam ya Chayank…., Mmmmuah….”
Jangan lupa bilang I love you sebelum menutup teleponnya.
Anda pasti dapat buku itu.

Pergilah ke toko buku. Gramedia, misalnya. Lalu, cari buku saya sampai ketemu. Setelah ketemu; ingat – jangan dibeli. Serius. Jangan dibeli. Yang harus anda lakukan adalah: membuka bungkus plastiknya saja. Lalu, dengan diam-diam anda bubuhkan nama dan tanda tangan anda dihalaman paling depan buku itu. Jangan lupa memberi tanggal, bulan dan tahun. Oh ya, mencatumkan nomor telepon adalah wajib hukumnya. Jangan lupakan itu. Terus? Ya terus kembalikan buku itu ke rak dimana anda mengambilnya tadi. Kemudian pulang, deh…

Tiga hari kemudian, manager toko akan menelepon anda dan berkata:” Maaf Mas, atau Mbak…, anu engh, buku anda ketinggalan di toko buku kami.”

Nah, kalau menerima telepon macam itu, Anda harus berpura-pura pilon:”Eh, maaf, buku yang mana ya?”

Dia akan bilang:” Itu lho Mbak, judul bukunya Belajar Sukses Kepada Alam, yang ditulis oleh Dadang Kadarusman.”

Anda harus bilang:”Ya Tuhan, buku kesayanganku!” Ingat, suara anda harus terdengar histeris. ”Terimakasih telah mengingatkan saya pada buku bagus itu. Saya memang pelupa. Dan ini sudah yang ke seratus dua puluh tujuh kalinya saya ketinggalan buku di toko buku….”

Dijamin, anda akan menjadi pemilik buku itu!

Program:
“UNPARALLELED SERVICE EXCELLENCE ™”

Pengantar:
Tidak ada satu perusahaan pun yang bisa bertahan tanpa pelanggan. Dan persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk memiliki keunggulan kualitas pelayanan terhadap pelanggan. Namun, hal itu hanya bisa diwujudkan jika para CSO memahami benar esensi dari pelayanan yang dilakukannya. Kabar baiknya adalah; melayani pelanggan ternyata bukan hanya kewajiban para CSO semata. Setiap karyawan dalam perusahaan pada hakekatnya adalah petugas yang berkewajiban untuk melayani pelanggan sebaik mungkin. Sekarang, setiap orang dalam perusahaan dituntut untuk memahami konsepsi dasar itu, dan mampu membawa spirit pelayanan; meskipun mereka tidak selalu berhadapan langsung dengan para pelanggan.

Cakupan:

  • The role of the customer service excellence. Banyak orang berpendapat bahwa customer service role merupakan peran para CSO atau mereka yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Sehingga karyawan di departemen lain tidak merasa terpanggil untuk memahami konsep pelayanan ini. Disisi lain, mereka yang bekerja sebagai CSO kadang menganggap pekerjaannya tidak signifikan. Padahal, kualitas pelayanan pelanggan bisa menjadi tolak ukur apakah sebuah perusahaan bisa bertahan dalam jangka panjang; atau sekedar sukses hari ini dan terpuruk dalam satu atau dua bulan kemudian.
  • Building excellent personal qualities. Kualitas pelayanan berkorelasi langsung dengan kualitas panggilan dari dalam diri – inner call – para pelakunya. Tanpa kesadaran yang tinggi, tidak mungkin seseorang dapat melayani pelanggannya dengan baik. Dan tanpa individu-individu yang berkualitas baik, tidak mungkin sebuah perusahaan dapat menciptakan service excellence bagi para pelanggannya.
  • Moment of Agony and Miracle. Monentum merupakan sebuah titik yang sangat menentukan; apakah anda berhasil merebut hati pelanggan atau membiarkannya terabaikan. Jika anda berhasil, maka pelanggan anda tidak akan pernah mencoba untuk berpindah ke lain hati. Kesalahan sedikit saja yang anda lakukan, akan menyebabkan semua kesempatan terbang melayang. Bagaimana cara mendapatkan hati mereka?
  • Understanding customer styles and the most expected way to deal with. Pelanggan mempunyai perilaku yang beragam macam. Oleh karena itu, menerapkan teknik yang sama untuk setiap pelanggan merupakan sebuah kekeliruan. Ketika segala sesuatunya berjalan baik, tidak terlalu banyak tantangan yang dihadapi. Tetapi, jika sesuatu tidak berjalan seperti yang direncanakan; anda akan berhadapan dengan pelanggan yang lebih garang dari seekor macan kumbang. Anda bisa saja berhadapan dengan pelanggan yang paling sulit. Tidak jarang mereka marah-marah, bahkan ketika anda tidak mengetahui apa penyebabnya. Bagaimana menangani situasi seperti ini?

Peserta:
Customer Service Officer dan karyawan di departemen apapun dalam perusahaan

Durasi:
Seminar 1.5-2 jam atau Workshop 7-8 jam

Further inquiry: contact us

Program:
“ENTERING THE EMPLOYMENT WORLD ™”

Pengantar:
Setelah lulus kuliah, mahasiswa mau melakukan apa? Mau bekerja di bidang apa? Anda boleh saja mendapatkan IPK 4.0 dan lulus dengan predikat Summa Cumlaude. Tetapi, yakinkah anda bahwa IPK itu bisa menjamin diraihnya pekerjaan yang anda inginkan? Yang terlebih penting lagi; yakinkah anda bahwa IPK itu bisa menolong anda untuk menjadi karyawan yang berkualitas tinggi? Jika IPK anda tidak terlampau tinggi; bagaimana caranya agar anda bisa tetap memiliki daya saing tinggi? Lalu, bagaimana anda bisa benar-benar berkembang dalam karir pertama anda itu? Setiap orang pernah menjadi seperti anda: lulus sekolah, dan berharap-harap cemas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Seberapa siapkah mental anda untuk itu? Bisa saja anda lolos seleksi dan diterima untuk bekerja; tetapi, apa yang terjadi selanjutnya? Anda boleh terpental, atau berjaya dan kekal. Tetapi, tidak ada yang lebih layak bagi anda selain memulai karir itu (Vini), lalu anda menunjukkan kinerja yang tinggi (Vidi), dan kemudian membakar roket karir anda hingga melejit keangkasa (Vici). Vini. Vidi. Vici.

Cakupan:

  • Personal strength awareness. Pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri membantu anda untuk mengukur seberapa jauh anda dapat melopat. Dan seberapa cepat anda bisa bergerak. Tanpa pemahaman yang baik terhadap diri sendiri, anda tidak akan benar-benar bisa bekerja di tempat yang tepat.
  • Recognizing opportunities. Sekalipun kita sering mendengar para kritikus ekonomi mengatakan bahwa lapangan kerja sangat terbatas, dan orang-orang bilang kalau mencari kerja itu tidak gampang; namun setiap hari, kita selalu menemukan iklan lowongan kerja. Mengenali peluang-peluang kerja merupakan salah satu kunci yang sangat penting bagi anda untuk meraih kesempatan yang ada.
  • The rule of “Who are you?”. Nama besar almamater, IPK dan segala catatan diatas kertas tidak selalu bisa membantu anda mendapatkan kesempatan. Diri andalah yang sesungguhnya sangat menentukan; apakah anda menjadi orang terpilih itu; atau tidak.
  • Living the work life. Diterima bekerja di sebuah perusahaan bukanlah akhir dari perjuangan anda; melainkan babak baru dalam merancang masa depan profesionalitas anda. Lulus tes penerimaan kerja adalah sebuah perjuangan yang menantang; namun, berprestasi tinggi ditempat kerja adalah hal lain. Jika tidak, anda hanya akan bertahan sebentar lalu terpental; atau, terpaku seumur hidup pada posisi yang sama persis ketika anda pertama kali masuk dulu.
  • Winning attitude at work. Cobalah perhatikan orang-orang disekitar anda. Dan anda akan menemukan bahwa; ternyata begitu banyak orang yang hebat di dunia ini. Pertanyaannya sederhana; bagaimana mungkin anda bisa bersaing dengan mereka? Winning attitude merupakan sebuah piranti lunak yang harus anda miliki untuk menjawab pertanyaan itu. Tanpa itu, anda hanya akan menjadi pekerja yang dapat dengan mudah didepak; kapan saja.

Peserta:
Mahasiswa (tingkat akhir) atau Fresh Graduates

Durasi:
Seminar 1.5-2 jam atau Workshop 7-8 jam

Further inquiry: contact us

Program:
“THE STAR OF THE WORKPLACE ™”

Pengantar:
Mungkin kita tidak ditakdirkan untuk menjadi bintang film. Tetapi boleh jadi, kita dilahirkan dengan segala kemampuan yang memadai untuk menjadi seorang bintang di tempat kerja (Dadang Kadarusman dalam buku berjudul: “Bersinarlah Seperti Bintang”). Anda dapat menemukan orang-orang hebat di tempat kerja. Dan biasanya, merekalah yang terlebih dahulu dilirik oleh manajemen, ketika perusahaan harus mempromosikan seseorang. Dan, tentu saja; merekalah orang-orang yang naik gaji lebih banyak dari orang lain. Mereka, adalah para bintang ditempat kerjanya masing-masing. Bisakah anda seperti mereka?

Cakupan:

  • The secrets of the stars. Apa yang dimiliki oleh para bintang, tetapi tidak dimiliki oleh orang-orang biasa? Banyak. Dan itulah hal yang membedakan mereka. Cara pandang mereka, Karakter mereka, Perilaku mereka, Hasil karya mereka. Apakah anda seperti mereka?
  • Building a star’s quality in you. Bagaimana caranya supaya anda memiliki keunggulan-keunggulan yang dimiliki para bintang? Karena hanya dengan cara itu saja anda bisa sukses seperti mereka.
  • Being a star in the workplace. Jika hanya ada satu bintang di langit, maka semua orang dapat dengan mudah melihatnya. Namun, jika di sekitar bintang itu ada jutaan bintang–bintang lainnya; maka tak seorang pun bisa mengenalinya. Jika bintang itu adalah diri Anda sendiri; bagaimana Anda memastikan agar bintang itu bisa dikenali? (Dadang Kadarusman dalam buku berjudul: ”Bersinarlah Seperti Bintang”). Anda bisa menjadi bintang di tempat kerja. Bahkan yang paling terang diantara mereka.

Peserta:
Setiap karyawan yang ingin bersinar seperti bintang ditempat kerjanya. Perusahaan-perusahaan yang menginginkan karyawannya mempunyai semangat dan kinerja yang tinggi.

Durasi:
Seminar 1.5-2 jam atau Workshop 7-8 jam

Further inquiry: contact us

Program:
“HORE HARI BARU ™”

Pengantar:
Kesuksesan bukanlah hasil dari usaha satu malam. Melainkan, perjalanan tanpa henti dari hari ke hari. Setiap hari, kita bisa merajut helai demi helai benang keberhasilan untuk mendapatkan lembaran-lembaran sutera kesuksesan. Dan, tahukah anda bahwa alam menyediakan pelajaran berharga untuk membantu kita mencapai kesuksesan itu? Program ini akan menunjukkan kepada anda, bagaimana belajar sukses kepada alam. Bagi mereka yang telah membaca buku “Belajar Sukses Kepada Alam” yang ditulis Dadang Kadarusman, maka ini akan menjadi program live-interactive, dimana dialog bisa dilakukan, dan beberapa teknik internalisasi bisa dipraktekkan.

Cakupan:

  • Becoming Preeminent Person; Mengapa kita harus menjadi pribadi yang unggul? Karena hanya dengan keunggulan yang kita miliki itulah kita bisa memberikan nilai tambah kepada diri sendiri maupun orang lain. Disamping itu, kehidupan kita semakin bertambah kompetitif saja dari hari ke hari. Hanya dengan menjadi pribadi yang unggul saja kita bisa bertahan di dalam setiap kompetisi. Jadi, yang terlebih dahulu harus kita uji ketika kita menceburkan diri ke dalam kehidupan yang semakin kompetitif ini adalah; apakah kita memiliki keunggulan atau tidak. Jika kita memiliki keunggulan itu, maka kita tidak perlu mengkhawatirkan apapun juga.
  • Interacting with others – synergy and bonding; Mengapa hal itu menjadi penting? Karena kita tidak pernah bisa hidup sendirian. Hubungan dengan orang lain bisa memberi arti positif, juga bisa negatif. Tetapi, siapa yang mau mendapatkan sesuatu yang negatif ? Kita menginginkan agar hubungan dan interaksi dengan orang lain memberi dampak yang positif bagi kedua belah pihak. Jika kita bisa sepakat untuk saling menguntungkan satu sama lain, maka hubungan dan interaksi kita dengan orang lain, tidak akan memberikan dampak apapun selain kebaikan saja.
  • Perform well, reward well; Siapapun Anda, pastilah menginginkan kehidupan kerja yang baik. Yang memberi Anda kedudukan yang baik. Dan pendapatan yang memuaskan. Keseimbangan antara prestasi kerja dengan reward yang memuaskan; itulah yang setiap orang dambakan. Kabar baiknya, setiap pekerja yang mendapatkan reward yang baik, selalu bersedia bekerja dengan sungguh-sungguh untuk perusahaan. Sebaliknya, perusahaan selalu bersedia memberikan reward terbaik kepada karyawan yang berprestasi. Bagaimana mempertemukan keduanya? Dari mana kita harus memulainya?

Peserta:
Siapapun yang ingin meningkatkan pencapaian yang sudah diraihnya hari ini. Perusahaan-perusahaan yang ingin karyawannya mampu menjalani kehidupan kerja yang lebih baik melalui keseimbangan antara pencapai pribadi yang tinggi, dan kinerja profesional yang kompetitif. Mereka yang ingin menemukan rahasia kesuksesan alamiah yang diisyaratkan oleh alam sejak berabad-abad lamanya.

Durasi:
Seminar 1.5 – 2 jam atau Workshop 7-8 jam

Further inquiry: contact us

Dadang KadarusmanAda saja yang menyebut orang-orang muda seperti saya sebagai anak kemarin sore. Untungnya, saya menganggap ungkapan itu sebagai sebuah sanjungan. Yang terdengar ditelinga saya bukan : ‘Anak kemarin sore’ yang tidak bisa apa-apa. Melainkan: ‘Anak kemarin sore’ yang bisa apa-apa. Terimakasih. Saya tersanjung. Lagi pula, perjalanan karir professional saya yang dimulai dari lapisan paling rendah dalam struktur organisasi sebagai seorang salesman; kemudian, menjadi Training Manager untuk para salesman, cukup memberi gambaran bahwa; saya bukanlah anak kemarin sore sembarangan. Ketika menjadi seorang salesman, saya mendapatkan undangan khusus dari President Director untuk berkunjung ke ruang kerjanya di kantor pusat. Seorang salesman? Diundang boss? Ada apa? Benar. Ada apa. Pasti ada apa-apanya dalam diri si salesman culun itu; sampai-sampai seorang boss besar mengundangnya untuk berbicara empat mata. Atasan dua tingkat diatas saya bilang: “Saya sendiri tidak pernah diundang beliau untuk memasuki ruang kerjanya….” Bisa anda bayangkan betapa pentingnya itu?

Saya mengira kalau Presiden Direktur kami diganti, peristiwa itu tidak akan terulang lagi. Dan saya tidak akan pernah lagi berurusan dengan boss, sehingga semua itu hanya akan menjadi tidak lebih dari sekedar kenangan kosong belaka. Ternyata tidak demikian.

Sekalipun begitu, saya tetap bertanya-tanya; anak kemarin sore macam apa saya ini? Tetapi, William E. Upjohn Award yang saya terima dari kantor pusat perusahaan kami di New York memberi tambahan gagasan bahwa saya merupakan seorang anak kemarin sore yang berbakat. Tidak sebelum saya, ada orang Indonesia lainnya yang pernah menerima award itu setelah sekitar 150 tahun usia perusahaan ini. Pengalaman itu, seperti memorable moment ketika seorang bintang film Hollywood menerima piala Oscar. Orang-orang lain mengantri untuk bisa berfoto dengan CEO kami – staff kami di kantor New York pun belum tentu bisa melihat wajah beliau setiap hari. Anak kemarin sore ini? Seorang asisten boss yang baik hati mendekatinya, dan bilang: “We have arranged a photo session for you with Mr. CEO. Would you….?” Tahukah anda bagaimana rasanya itu?

Mungkin anda pernah mendengar; seorang business coach dan motivator senior yang begitu saya hormati – dan saya menganggap beliau sebagai guru – menceritakan pengalamannya naik gaji tiga kali dalam setahun. Menurut anda, apakah hal itu mustahil? Sulit untuk mempercayai ucapan beliau jika anda tidak pernah mengalaminya sendiri. Tetapi, saya tahu bahwa hal itu sangat mungkin, sekalipun industri tengah dilanda krisis kronis yang berkepanjangan. Dan, ssst….. – jangan bilang siapa-siapa – saya mengenal seseorang yang mendapatkan kenaikan gaji tiga kali itu dalam waktu kurang dari satu tahun. Lebih cepat dari guru saya itu. Anda bisa seperti mereka? Tentu saja.

Tulisan-tulisan si anak kemarin sore ini ‘nyaris’ tidak ditemukan dalam media di Indonesia. Namun, artikel-artikelnya berseliweran diberbagai media maya International. Dan sudah diterjemahkan kedalam lebih dari delapan bahasa yang berbeda. Jika, didalam tulisannya tidak ada apapun kecuali pepesan kosong belaka; bagaimana mungkin ada orang yang mau bersusah payah menerjemahkannya kedalam berbagai bahasa dunia, dan menayangkannya dalam media-media mereka? Si anak kemarin sore yang sedang kita bicarakan itu juga menulis buku; yang menurut orang yang pernah membacanya, buku itu begitu unik. Inspiratif. Dan motivatif.

Satu lagi. Jika orang-orang muda seperti saya dicap sebagai si anak kemarin sore, maka siapakah gerangan didunia ini orang sukses yang tidak pernah menjadi anak kemarin sore; sebelum dia berhasil meraih kesuksesannya? Haha, kalau begitu; frase ’anak kemarin sore’ bisa juga diartikan sebagai ”generasi penerus’ potensial. Bukan begitu?

Begini saja. Pelajari program-program yang saya sediakan. Jika tertarik, hubungi saya. Dan jika anda tahu ada orang-orang yang akan terbantu oleh program itu, sehingga bisa meningkatkan kualitas diri dan daya saing mereka; beritahukan mereka. Karena, boleh jadi, mereka tidak mendapatkan program yang seperti ini dari penyedia jasa pelatihan lainnya. Dimanapun, diseluruh dunia….hahaha. (Mana kita tahu?).

Baiklah. Sudah cukup kiranya gambaran yang perlu anda ketahui tentang sang Learning Facilitator. Bagaimanapun juga, mengundang si anak kemarin sore ini tidaklah terlalu beresiko bagi anda. Jika anda puas dengan sesi yang dibawakannya, maka anda jadi membayarnya. Jika anda tidak puas? Anda boleh mengambil kembali training fee-nya. Seratus persen. Tanpa potongan apapun. Tertarik? Sabtu atau Minggu. Deal.

Gampang! Kalau anda bertemu dengan saya, atau berpapasan dijalan; anda tinggal berteriak saja: ”Dadang!”. Pasti saya akan… bengong. ”M-maaf, siapa ya…?” Oh, no. Jika telinga saya menangkap gelombang suara merdu sapaan anda, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menengok kearah wajah indah anda. Asal jangan anda lakukan itu pada saat pesawat yang anda tumpangi berpapasan dengan jet pribadi saya. Haha.

Kalau anda sudah memiliki buku saya – Belajar Sukses Kepada Alam – baca saja sampai tuntas. Serasa anda dekat dengan saya. Namun, jika anda belum memilikinya;….. kenape elo belon punya buku gue? Saya kasih anda beberapa cara untuk mendapatkan buku itu.

« go backkeep looking »