My Mom and Dad

Ayah saya, adalah seorang petani. Namun, juga Guru Sekolah Dasar di kampung kami. Biasanya, jika seseorang berprofesi sebagai guru, maka dia tidak menjadi petani. Tetapi, Ayah saya berbeda dari guru-guru yang lainnya. Setiap hari dia bangun pagi-pagi sekali. Kemudian meskipun hari belum terang, dia segera memanggul cangkul; lalu pergi ke ladang pertanian kami. Kira-kira jam setengah tujuh pagi, dia kembali ke rumah, lantas membersihkan diri dan kemudian berangkatlah dia ke sekolah dengan menggunakan sepeda yang dikayuhnya dengan kaki, seperti Pak Umar Bakri. Jam satu siang dia sudah tiba di rumah lagi. Setelah beristirahat sejenak, kemudian Ayah mengenakan baju khususnya, lalu berangkat lagi ke ladang. Dia tidak kembali sebelum beduk magrib berkumandang. Sekarang, beliau masih setia dengan profesinya; petani, dan kepala sekolah di sebuah SD negeri. I love you, Dad.
Ibu saya. Saya memanggilnya ‘Mama’. Sungguh aneh; ketika pada masa itu anak-anak dikampung kami memanggil ibunya dengan sebutan ‘Emak’, saya memanggil Ibu saya dengan sebutan keren bergaya perkotaan itu. Mama. Didalam penilaian saya, sebagai seorang ibu, dia adalah Mama yang paling tepat untuk saya. Bayangkan saja, dengan pendidikan formal yang hanya tamat Sekolah Dasar saja, Mama sudah bisa dan terbiasa bergaul dengan pejabat-pejabat pemerintahan tingkat kecamatan. Bahkan Mama tidak gentar untuk berpidato didepan Bupati sekalipun. Beberapa waktu lalu, saya mendengar Mama diminta warga untuk ikut mencalonkan diri dalam pemilihan kepala desa di kampung kami. Sebuah bukti lain bahwa sekolah formal, hanyalah salah satu cara mendapatkan pengetahuan. Home schooling, could be another option.

Mungkin Anda pernah juga mendengar orang mengatakan : Ayah mewariskan karakter, sedangkan seorang ibu memberikan kecerdasannya untuk anak-anaknya. Seandainya saya memiliki sedikit kecerdasan, maka sesungguhnya kecerdasan Mama-lah yang menjadi bahan bakunya. Jika bukan dia Ibu yang mengandung lalu melahirkan, dan kemudian membesarkan saya; saya tidak tahu, apakah saya memiliki kemampuan intelektual seperti yang saya miliki saat ini atau tidak. I love you, Mama.

My Kids

I have two daughters, and 1 boy – so far. My wife said that we have to send them to good schools only. And I do believe so. I love you, Bakpaw. I love you, Embul. I love you, Z.

My Wife

Sebelum kami menikah, dia pernah menjadi peragawati dan model. Neneknya adalah seorang Chinese tulen ( Maaf ya Oma, saya bocorkan rahasia Oma…). Tinggal di Pontianak. Nah, Oma kami yang masakannya ueenaaak sekalee ini punya anak lelaki sulung. Itulah yang kemudian jadi ayah dari istri saya. Mama-nya campuran antara Sunda dengan Palembang. Jadi, harap maklum kalau golongan darah istri saya agak kurang beraturan. Di kota Pontianak itulah Bapak dan Ibu mertua saya membesarkan perempuan paling cerdas sedunia itu. Kenapa paling cerdas sedunia? Karena dia tahu kalau sayalah, lelaki yang layak menjadi suaminya. Haha… I love you, honey. Wonderful Lady. Great choice ….

Orang-orang bertanya; ”Bagaimana ceritanya kamu yang hanya sedikit lebih ganteng dari Tukul Arwana itu kok bisa mendapatkan perempuan seperti dia?”

Saya bilang:”Dia yang mengejar-ngejar saya!”

Mereka nggak percaya. Anda juga.

Baiklah, saya berbicara tentang fakta saja. Saya lahir dan dibesarkan di Bandung. Dia tumbuh di Pontianak. Saya kuliah di ITB; Bandung kan? Jadi saya nggak kemana-mana. Tahukah Anda dimana dia kuliah? UNPAD. Mau apa perempuan secantik dia datang jauh-jauh dari Pontianak ke Bandung kalau bukan untuk mencari jodoh? Siapa jodohnya? Saya. Sekarang Anda percaya.

More on I, Me and My Self

Saya sudah bekerja dalam berbagai bidang keahlian. Sales and Marketing, Training Management, Product Planning Management, Business Development and Customer Retention Management. Ketika tulisan ini dibuat, saya masih bekerja sebagai Kepala Departemen Perencanaan Strategis untuk sebuah perusahaan multinasional. Not bad-lah… Jauh sebelum pekerjaan formal itu, disektor informal ada lebih banyak lagi pengalaman kerja; dari mulai petani, penggembala domba, buruh bangunan, menarik becak, tukang jualan gorengan, macam-macam. No kidding? Noooo kidding. Senelangsa itukah? Tidak juga. Saya melakukan semua itu ketika masih sekolah. And I have been really lucky for that. Menulis, masih sekedar selingan. Satu buku sudah diterbitkan. Dan buku lain mudah-mudahan dalam waktu dekat akan meluncur juga. Begitu juga dengan memberikan training; belum menjadi full timer trainer, meskipun saya mencatatkan rekor cemerlang ketika bekerja sebagai Training Manager di perusahaan global terkemuka; mempelajari delivery and facilitation skill, training for trainer, adult learning system dan sebangsanya itu di Amerika – biasanya orang gampang terpukau pada segala sesuatu yang berbau Amrik. Bukan begitu? Sabtu dan Minggu saya libur dari kantor, dan kesempatan itu saya alokasikan untuk cuap-cuap di ruang kelas – kalau ada order; haha. Kalau tidak, membelai-belai tanaman hias dihalaman rumah. Bersepeda santai. Mencuci mobil. Naik keatap genteng. Mengantar istri belanja. Menemani anak-anak bermain. Apa saja. Gak perlu ngoyo, kan? Senin sampai Jumat kerja habis-habisan. Sabtu dan Minggu, untuk berbagai urusan. What a wonderful life…..

Learning Programs

Unless you need us to develop a specific program for you; you may try following programs:

  1. Program-1: Hore Hari Baru
  2. Program-2: The Star Of the Workplace
  3. Program-3: Entering The Employment World: Vini, Vidi, Vici
  4. Program-4: Unparalleled Service Excellence for CSO and Non-CSO

Tell us what we can do to help you more…

You may not find what you need on the programs provided. But let’s see if we can help you with more personalized ways. Feel free to contact us.

About

I am a young professional; working with a prominent multinational company. Penulis buku. Kadang-kadang serius; kadang-kadang bercanda. Dang kadang belajar, dang kadang bekerja; dang kadang bermain. Kadang-kadang bicara didepan kelas training. Kadang-kadang nulis nggak karuan seperti dalam Gue-Blog (Baca: Blog-nya gue) ini. Kadang-kadang tulisan saya bermafaat. Kadang-kadang tulisan saya sangat bermanfaat sekali. Dan, kadang-kadang saya Dadang. Dang. Dang. Dadang. Dang.

I have been working on various area of expertise, such as Sales and Marketing, Training Management, Product Planning Management, Business Development and Customer Retention Management. While writing this article, I hold a position of Strategic Planning Department Head of a Multinational Company. It is a world leading company in the industry, by the way. Not bad-lah…

Far before above formal professional works, I have more informal sector experiences. Dari mulai petani, penggembala domba, buruh bangunan, menarik becak, tukang jualan gorengan, macam-macam. No kidding? Noooo kidding. Senelangsa itukah? Not realy. Saya melakukan semua itu ketika masih sekolah. And I have been really lucky for that.

Menulis, masih sekedar selingan. Satu buku sudah diterbitkan. Dan buku lain mudah-mudahan dalam waktu dekat akan meluncur juga. Begitu juga dengan memberikan training; belum menjadi full timer trainer. Even though I documented excellent track record when I was formally holding a Field Training Manager position in a global multinational company. I learnt delivery skills, Facilitation skill, Training Need Analysis, Training for trainer, Adult learning system, dan sebangsanya itu in the United States of America – biasanya orang gampang terpukau pada segala sesuatu yang berbau Amrik. Bukan begitu? Therefore, I don’t think that I still need to tell you if I also have learned so many things in Australia and other countries. Nor to say that I also learned from Anthony Robbins of – you may have heard – the world number 1 coach. Ah, sorry; I guess I have to stop talking about my learning patches things…. But; please don’t ask me to show the certificate. I can only tell you my little secret; I don’t even remember where I put my Ijazah dari Institute Teknologi Bandung yang didapatkan dengan susah payah.

Saturday and Sunday are the days-off for whatsoever office stuffs. And it means a lot to me, since then I can allocate my time to stand up in front of my training classes – kalau ada order; haha. Kalau tidak, membelai-belai tanaman hias dihalaman rumah. Bersepeda santai. Mencuci mobil. Naik keatap genteng. Mengantar istri belanja. Menemani anak-anak bermain. Apa saja. Gak perlu ngoyo, kan? Monday to Friday should be a very hectic seasons at work. Saturday and Sunday for many other urusan. What a wonderful life…..