Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Saya termasuk orang yang telat berhubungan dengan kartu kredit. Diawal karir profesional saya sebagai salesman, memang saya sudah mulai dikenalkan dengan uang plastik itu. Perkenalan secara tidak langsung, sih… Di jaman itu, rekan-rekan saya yang juga salesman sudah pada mempunyai kartu kredit. Bukan cuma satu, melainkan tiga atau lebih. Surprise juga, kalau pegawai di level kami bisa mendapatkan kartu kredit sebanyak itu. Padahal, menurut perhitungan saya, paling banter kami hanya akan bisa mendapatkan satu kartu kredit dengan credit limit yang pasti tidak seberapa.
Itu didasarkan kepada perhitungan saya atas kemampu-bayaran orang-orang dengan pendapatan sangat terbatas. Seperti saya, tentu saja. Tetapi, rupanya memang gampang untuk mendapatkan kartu kredit dari bang, eh, bank. Bahkan, di radio, saya pernah mendengar seseorang yang suaranya cukup berpengaruh menjelaskan tentang tips dan trik agar kita bisa mendapatkan approval kartu kredit dari beberapa bank sekaligus. Dan melalui internet kita bisa menemukan tips-tips jitu untuk membuat bank percaya bahwa kita adalah calon nasabah mereka yang potensial.
Continue reading