Wednesday , January 29 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Ode Untuk Para Perempuan

Ode Untuk Para Perempuan

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Dapatkah anda membayangkan dunia tanpa perempuan?
Pertanyaan macam mana itu? Kedengarannya bodoh sekali. Dunia tanpa perempuan. Sesuatu yang mustahil, bukan?. Mustahil bukan semata-mata karena para lelaki tidak bisa hidup tanpa perempuan. Melainkan, perempuan merupakan satu-satunya saluran dimana, dari masa kemasa, calon-calon kehidupan baru dilahirkan. Perempuan; tidak berkesinambungan kehidupan, tanpa kehadirannya.

Tetapi, kita sering tidak menyadari betapa pentingnya perempuan. Sehingga, kehadirannya seringkali dinisbikan. Kadang perempuan diposisikan sebagai mahluk kelas dua, dimana para lelaki mempersepsikan dirinya sendiri sebagai para pejantan. Dan sebagai pejantan, para lelaki merasa memiliki hak sebagai pengendali kehidupan. Memang, para lelaki tidak harus meniru lebah jantan. Tahukah anda lebah jantan? Mereka berani berkoban; dengan nyawa mereka sekalipun. Untuk para perempuannya. Oleh karena itu, setelah mereka bercinta, sang lebah jantan akan dijemput oleh kematian. Itu normal. Karena memang, untuk itulah kehidupan mereka didedikasikan.

Kita, para lelaki; apa harus begitu? Anda jawab sendiri saja. Tetapi bisa anda bayangkan; jika setiap kali habis bercinta para lelaki harus mati – seperti lebah jantan itu –; berapa banyak kuburan yang harus digali setiap hari? Haha, jaga pikiran anda yang ngeres itu. Ini sekedar analogi. Bukan yang nggak-nggak macam fiktornya anda itu.

Benar, para lelaki tidak mesti menjadi seperti lebah yang rela mati. Namun setidaknya, mereka bisa menirukan kelakuan laba-laba jantan. Tentang; bagaimana memuliakan betina-betina mereka. Karena, laba-laba jantan, menghidangkan makanan kesukaan betinanya diatas tempat tidur mereka. Tempat favorit para betina menikmati sarapan pagi.

Membaca ini, anda yang para lelaki mungkin mengumpat. Siapa sih elo? Emangnya elo bukan lelaki? Bahkan bisa jadi anda meragukan kesejatian kelelakian saya. Haha, tak apa-apa. Tetapi, saya pikir, kesadaran terbaik mestilah datang dari diri sendiri. Jika kesadaran itu datang dari para perempuan, para lelaki seperti kita ini tidak mudah menerimanya. Lain halnya kalau kesadaran itu datang dari dalam diri para lelaki. Setidaknya, tidak segera timbul sikap penolakan. Ya, sekurang-kurangnya saya tidak menolak gagasan aneh ini. Memang, kita para lelaki mesti menempatkan kedudukan para perempuan pada posisi yang lebih baik.

Apakah saya sudah memperlakukan para perempuan saya ditempat yang semestinya? Belum. Jika itu jawaban yang ingin anda tahu. Seperti para lelaki lainnya, saya masih jauh dari sikap itu. Namun, setidaknya, gagasan itu sudah ada. Niat sudah ditancapkan. Dan setiap kali saya mengingat tulisan ini, saya lebih mudah menahan diri. Mengerem tindakan peremehan. Dan mudah-mudahan, akhirnya bisa menemukan bahwa memang; perempuan adalah mahluk yang layak untuk dimuliakan.

Hore,
Hari Baru!

Catatan Kaki:

1.Kepada para perempuan, jangan ke-Ge-Er-an. Tapi jika anda mau mentraktir saya makan malam; sayang juga ya kalau dilewatkan….
2. Bagi para lelaki, jangan merasa dikritik. Ini bukan kritikan, melainkan sesuatu yang layak kita pertimbangkan

Buku Belajar Sukses Kepada Alam

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

3 comments

  1. I truly appreciate your gentlemanly wisdom. Thank you from me, a woman.

    Jennie S. Bev
    http://www.jennieforindonesia.com

  2. Salam Kak Dadang……..

  3. Debbie Sianturi

    Indonesia tanpa wanita maka tidak akan memiliki populasi 230 juta seperti sekarang ini.

    Indonesia tanpa wanita, maka tidak ada penjajah Belanda maupun Jepang.

    Indonesia tanpa wanita, maka tidak ada Kemerdekaan yang dicapai 62 tahun lalu.

    Maka sudah saatnya para pria Indonesia menghargai wanita Indonesia.

    Wanita Indonesia BUKAN untuk dimarahi atau dijebak dalam segala tindakan kejahatan yang dilakukan pria.

    Tetapi wanita Indonesia pun perlu mengenal diri sendiri dulu sebelum membentuk keluarga baru.

    Coba perhatikan, pada umumnya wanita mulai minder jika memasuki usia 30 tahun belum menikah atau jika sudah memasuki usia 35 tahun, jadi bersikap kasar sekali baik kepada pria atau pun wanita.
    Sebenarnya, jika wanita bersikap kasar, sikap itu mengatakan bahwa wanita ingin ada seseorang yang mendengarkannya.

    Mengapa pria bule begitu mudah meresap pada wanita Indonesia? Karena pria bule senang mendengar. Dan sewaktu wanita Indonesia berbicara, pria bule tidak spontan langsung membantah apa yang diucapkan wanita Indonesia tersebut. Melainkan jika wanita Indonesia ini mulai mengeluh atau mengomel, maka tangan pria bule ini membelai sekitar tangan, paha wanita itu, yang ekstrimnya, pria bule ini memberikan pelukan atau ciuman pada wanita Indonesia.

    Apakah pria Indonesia siap memberikan hal-hal ini kepada wanita Indonesia?

    Fakta yang saya lihat di lapangan, wanita Indonesia seringkali dimarahi oleh pria Indonesia dan diperlakukan seperti pembantu…..

    Hai, pria-pria Indonesia, cobalah belajar bersikap mesra kepada wanita Indonesia. Jika wanita Indonesia tetap kasar atau mencurigai, tetaplah bersikap ramah dengan berkata “Sepertinya kamu sedang capek, sayang! Istirahat dan senangkan dirimu dengan kesendirian. Jika sudah siap, hubungi saya ya, sayangku!”

    Coba praktekkan ini! Saya yakin hubungan wanita Indonesia dengan pria Indonesia menjadi lebih baik dan berkualitas!

    Salam sukses!