Menjadi Pegawai Kelas Dunia

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Pada tahun 1998, saya mengenal seseorang. Waktu itu dia bekerja sebagai seorang salesman. Kepada orang itu ditanyakan: ”Kamu mau jadi apa?” Dia menjawab dengan mantap;”Saya ingin menjadi pegawai kelas dunia, Pak.” Menurut pendapat anda, apakah orang ini sudah gila? Jika yang ditanya itu adalah seorang lulusan luar negeri, maka; ingin menjadi pegawai kelas dunia tentu bukanlah sekedar gertakan. Setidaknya, dia bisa bekerja di negara tempatnya sekolah. Jika, yang ditanya itu adalah seorang direktur, maka; menjadi pegawai kelas dunia, bukan pepesan kosong belaka. Jika bahasa Inggris orang yang ditanya itu bagus, maka menjadi pegawai kelas dunia, pasti bukan sebuah bualan. Tetapi, jika orang itu tidak pandai berbahasa inggris. Dan jika orang itu hanya seorang salesman kelas bawah; bukankah jawaban itu mirip seonggok kegilaan? Cah iki wis rodho edhian! Terlebih lagi, jaman dimana orang itu mendeklarasikan keinginannya adalah jaman yang 100% edan dimana krisis ekonomi melanda Asia secara edan-edanan. Dan dampaknya di Indonesia hingga kini belum bisa dinihilkan.

Mungkin Anda benar; Anak ini memang sudah gila. Tetapi, saya mempunyai alasan yang kuat untuk sependapat dengan dirinya. Tidak sekolah diluar negeri sama sekali bukan halangan bagi kita untuk menjadi pegawai kelas dunia. Jabatan yang kita sandang sekarang bukanlah ukuran apa yang akan kita raih dimasa depan. Dan kemampuan kita saat ini yang serba terbatas, bukanlah sesuatu yang tidak bisa dilakukan kepadanya perbaikan-perbaikan. Jika kita bisa benar-benar bersedia membangun diri kita, hingga mencapai tingkatan yang lebih baik; dan lebih baik lagi dari hari ke hari, maka; menjadi pegawai kelas dunia, sama sekali bukanlah sebuah kemustahilan.

Ingat, menjadi pegawai kelas dunia tidak berarti kita harus bekerja di luar negeri. Bekerja dinegara sendiripun bisa menjadikan kita pegawai kelas dunia. Banyak perusahaan asing yang beroperasi disini, yang mampu memberikan kesempatan kepada kita untuk membuktikan bahwa kita adalah pegawai kelas dunia. Tetapi, juga tidak berarti kita harus bekerja di perusahaan asing itu. Perusahaan lokal pun banyak yang mempunyai kemampuan bersaing tinggi dengan perusahaan lain di dunia; dan dengan begitu kita mempunyai peluang untuk mengibarkan bendera perusahaan lokal kita dibagian dunia manapun. Kita boleh saja bekerja diluar negeri. Atau didalam negeri. Diperusahaan asing, atau lokal. Sebab, menjadi pegawai kelas dunia sama sekali tidak berhubungan dengan aspek diluar diri kita. Melainkan, dekat, didalam diri kita. Jika kita berhasil membangun keunggulan diri kita; maka kita bisa menjadi pegawai kelas dunia itu.

Apa sih untungnya menjadi pegawai kelas dunia? Pertanyaan yang gampang-gampang susah. Susah, karena, kita tidak mungkin ’mendeledehkan’nya satu demi satu. Gampang, karena kita bisa menjawabnya dengan membalik pertanyaan itu; ”Memangnya apa ruginya sih kalau elo menjadi pegawai kelas dunia?”.

Tetapi, begini saja. Jika anda mempunyai kualitas yang tinggi; maka anda tidak perlu mengkhawatirkan apapun juga tentang pekerjaan anda. Dengan kualitas tingkat dunia yang anda miliki, anda tidak perlu takut kehilangan pekerjaan. Benarkah? Benar. Sekalipun perusahaan tempat anda gulung tikar? Benar. Anda akan selalu mendapat tempat. Mengapa? Karena tidak ada satupun organisasi bisnis didunia ini yang akan menyia-nyian talenta-talenta hebat seperti anda. Saya tahu, Anda masih belum yakin dengan omongan saya. Iya, kan? Baiklah, saya akan membocorkan sebuah rahasia kecil kepada anda. Ingatlah selalu rahasia kecil ini. Renungkan; ”Talenta-talenta berkualitas tinggi itu, jumlahnya sangat sedikit sekali”. Itulah rahasianya. Pegang teguh rahasia itu, dan jadilah bagian dari yang jumlahnya tak banyak itu.

Lalu apa? Ya, so what, gitu loh…… Anda, akan menjadi manusia langka. Dan tahukah anda harga mahluk-mahluk langka seperti anda? Priceless. Itulah sebabnya anda berkesempatan untuk bernegosiasi. Jika anda mau. Tetapi, bukan itu hal terpentingnya. Melainkan, bagaimana perusahaan-perusahaan terbaik akan sangat ingin mempekerjakan orang-orang seperti anda. Bahkan, jika anda ’kurang mendapat perhatian’ dari perusahaan tempat anda bekerja saat ini, maka mereka yang diluar sana, akan mengincar anda untuk bisa mereka bajak. Kata ’bajak’ disini bukanlah untuk menjadikan anda bajak laut; anda tahu itu. Apalagi sekedar mempekerjakan anda sebagai pem-’bajak’ sawah. Tetapi, jika anda ingin tahu; saya pernah benar-benar membajak sawah. Tanyakan ayah saya jika anda meragukan kebenarannya. Baiklah. Banyak perusahaan bagus yang mau membajak anda. Jika anda benar-benar memiliki kualitas kelas dunia.

Bagaimana dengan salesman gila yang saya ceritakan diatas? Mungkin…, dia belum layak untuk disebut seorang pegawai kelas dunia; dulu, dan juga sekarang. Tetapi, setahu saya, dia terus-menerus mengembangkan dirinya dengan gigih. Dia benar-benar terlibat dalam aktivitas kerja kelas dunia. Terbiasa berkolaborasi dan bekerja dengan orang-orang tingkat dunia. Dari berbagai belahan dunia. Dan, sejauh yang saya tahu; kualitas orang-orang kita, tidak kalah dari mereka. Itu jika kita tidak boleh mengatakan; lebih baik. Jadi, silakan anda tentukan sendiri; apakah salesman edan itu bisa disebut berkelas dunia atau tidak. Tetapi, begitulah kenyataannya.

Jika pekerjaan anda lebih baik dari sekedar seorang salesman. Maka, posisi anda selangkah lebih maju dibandingkan salesman kita itu. Dan jika anda tidak pernah membajak sawah, maka anda jauuuuuuh lebih terhormat dari pada saya dimasa lalu. Sehingga, kayaknya sih, menjadi ’pegawai kelas dunia’ bukanlah tantangan yang terlalu berat buat anda. Bukan begitukah? Ssshht…, masih ingatkah anda dengan rahasia kecil kita? Benar. ”Talenta-talenta berkualitas tinggi itu; jumlahnya sangat sedikit sekali”. Kalau ada yang tanya; siapa bilang? Bilang saja; Saya yang bilang. Dan anda akan baik-baik saja.

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:
1. Teman saya bertanya; ”Begimane kalau gue di PHK?” Saya bilang: Kalau anda orang yang bagus, ya tenang saja. Anda di PHK disini, tetapi perusahaan-perusahaan lain akan membuka pintu untuk kedatangan anda. Head hunter juga akan berebut CV anda. Jadi, nothing to be worried about. At all.
2. Teman saya yang lain berkata: “Gue merasa disia-siakan disini!” Saya bilang; Kalau anda benar-benar orang yang bagus, mengapa harus pusing dengan perlakuan orang lain atau perusahaan kepada anda. Jika perusahaan anda tidak melihat anda, perusahaan lain akan melakukannya. Itu kalau benar anda orang bagus. Pertanyaannya adalah; mengapa perusahaan mengabaikan anda? Apakah manajemen di perusahaan yang kurang cerdas? Bisa saja toh. Atau, benarkah anda orang yang berkualitas?” Anda yang tahu jawabannya. Bukan saya.
3. Teman lainnya berargumen: “bla, bla, bla, bla!” Saya bilang: “For every organization in the world, there is only one condition accepted, namely; first class quality worker.” That’s the real wisdom.

One thought on “Menjadi Pegawai Kelas Dunia

  1. Tidak ada salahnya jika bercita-cita menjadi pegawai kelas dunia.

    Saya mengartikan pegawai kelas dunia artinya seorang pegawai dapat memenuhi target dunia dalam pencapaian pekerjaannya.

    Ngomong belaka—> tidak masuk dalam kategori pegawai kelas dunia.

    Apakah mungkin di Indonesia ini ada orang yang masuk dalam kategori pegawai kelas dunia? Saya melihat di lapangan, para pegawai di Indonesia terlalu menghabiskan waktu untuk mengobrol yang tidak berguna, misalnya ngomongin artis yang bercerai atau artis yang berselingkuh…aneh deh…artis tersebut saja tidak kenal pegawai itu.

    Menurut saya, orang Indonesia ini membiasakan diri untuk bermulut bawel, BUKAN otak bawel.

    Lebih baiklah otak bawel artinya cepat berpikir dan cepat bertindak sehingga kita tidak mudah terjebak dalam segala trik bisnis.

    Ingat ya! Memasuki masa pasar bebas ini, nantinya akan banyak sekali bisnis jebak-menjebak dan ini kalau tidak di antisipasi dari sekarang, akan membawa kerugian negara sampai trilyunan dolar.

    Apakah kita siap tetap menjadi menjadi negara miskin?

    Hayo, maju bergerak dengan otak yang cerdas ya!

    Salam sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>