Sunday , October 22 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Ingin Menjadi Pemimpin?

Ingin Menjadi Pemimpin?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Mungkin, nama Christopher Morley tidak terlalu familiar ditelinga anda. Tetapi, setiap orang bisa belajar dari apa yang pernah dikatakannya : “The fellow who doesn’t need the boss, is often selected to be one”. Seseorang yang sanggup melakukan tugas-tugasnya, sekalipun tidak ada atasan yang mengawasi dan menunjukinya, seringkali adalah orang yang menjadi boss besar dikemudian hari.

Seorang pemimpin pasti bukan orang yang melakukan tugas dengan baik hanya jika ada orang yang mengawasinya, atau atasan yang setiap saat harus menunjukinya tentang ini dan itu. Seorang pemimpin, – seperti kata Christopher Morley tadi – tidak membutuhkan orang lain untuk memacu kinerjanya secara konsisten dan produktif. Seorang pemimpin adalah orang yang sanggup untuk tetap bertengger pada puncak kinerjanya; entah ada orang lain yang menyuruhnya untuk melakukan itu, atau tidak. Morley juga mengisyaratkan bahwa kepemimpinan adalah sebuah sikap yang sangat pribadi. Karena, tak seorangpun mampu menumbuhkan sikap ini didalam diri seseorang, selain orang itu sendiri.

Apakah “pemimpin” menduduki jabatan penting dikantornya? CEO itu jabatan penting. Middle Management penting. Tetapi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa tanpa staf yang melaksanakan konsep bisnisnya. Jadi, kepemimpinan tidak berhubungan langsung dengan jabatan. Ada sebuah cara sederhana, untuk mengukur apakah anda berbakat untuk menjadi pemimpin atau tidak. Tanyakan pada diri anda; Apakah atasan anda terbantu atau terbebani oleh anda ? Apakah kelompok anda terangkat atau terpuruk karena anda? Apakah, sesuatu menjadi lebih baik atau lebih buruk ditangan anda? Apakah anda ‘sekedar’ bekerja atau melengkapinya dengan nilai-nilai keutamaan. et cetera.

Apakah “kepemimpinan” muncul dengan sendirinya? Sama sekali tidak. Anda harus menanam benihnya terlebih dahulu. Dan menyiraminya setiap hari. Anda perlu berlatih untuk mematangkannya. Anda perlu bereksperimen untuk mengetahui mana yang positif dan mana yang hanya membuang sumberdaya saja; alias sekedar indah & nikmat melakukannya, tetapi tidak memberi anda manfaat dan nilai tambah apa-apa. Pendek kata: Anda perlu menciptakannya sendiri.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk itu, tetapi hanya sedikit saja yang mau memanfaatkannya. Dan kalau saja anda membutuhkan tempat latihan untuk itu; anda tidak usah mencari ketempat manapun didunia ini, kecuali pada tempat dimana saat ini anda berada. Pikirkan, apa yang bisa anda lakukan untuk memberikan sebuah perbedaan positif disana. Lalu lakukanlah. Anda tidak perlu takut, sebab sekalipun mungkin pada awalnya anda gagal; setiap kegagalan yang terjadi, akan membuahkan pelajaran berharga. Dan membantu anda untuk tumbuh dan berkembang, hingga akhirnya anda memiliki kualitas kepemimpinan yang tinggi itu. Dijamin.

Hore
Hari Baru!

Catatan kaki:

  1. Kita sering terjebak pada jabatan. Jabatan sama sekali tidak menujukkan kualitas kepemimpinan seseorang. Banyak orang dengan jabatan tinggi, tetapi tidak memiliki kualitas kepemimpinan yang memadai. Tetapi, kita bisa menemukan orang-orang yang tidak menyandang jabatan tinggi; akan tetapi, orang-orang disekitarnya tidak meragukan kualitas kepemimpinannya.
  2. Banyak orang yang menunggu dipromosikan terlebih dahulu, baru kemudian menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Sebuah kekeliruan besar. Justru ketika anda tidak memegang jabatanlah saat terbaik bagi anda untuk menunjukkan siapa pemimpin yang sesungguhnya.

Buku Belajar Sukses Kepada Alam

gambar: greeningplanet.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

28 comments

  1. Pak, terkadang disadari atau tidak, untuk menuju “Pemimpin” kita menggeser beberapa senior..kog rasanya saya kurang sreg ya.. bagaimana menghilangkan rasa itu atau kalau merasa seperti itu “apakah berarti saya bukan calon pemimpin?”

  2. #1. I like this question. Jika terlampau fokus kepada hirarki, memang kita bisa terjebak pada pandangan seperti itu. Tetapi mesti diingat bahwa kita mengenal pemimpin formal yaitu orang-orang yang secara struktural memegang jabatan yang lebih tinggi, dan pemimpin informal yaitu orang-orang yang meskipun tidak mempunyai jabatan struktural atau posisi sebagai pemimpin tetapi secara faktual mampu memberikan pengaruh yang kuat terhadap keputusan atau tindakan kelompok.

    Banyak orang yang tetap kosisten dalam kepemimpinan simpatik, tanpa mempertanyakan ‘apakah gue bakal mendapatkan jabatan atau tidak?’

    Memangnya kalau kita punya ambisi itu salah? Tidak juga. Jika kita bisa mengelolanya secara sehat. Nah, untuk mereka yang masuk dalam kelompok ini; ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, budaya perusahaan atau nilai-nilai yang berlaku di lingkungan tempat kita bekerja. Perusahaan-perusahaan yang baik percaya pada prinsip ‘equal employment opportunity’. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama, tanpa memandang senioritas. Siapa yang bisa menunjukkan kinerja terbaik, dialah yang akan mendapatkan kredit atau penilaian yang terbaik, dan tentunya mendapatkan reward yang terbaik. Promosi tidak didasarkan kepada senioritas, melainkan kemampuan individu-individu yang ada. Bahkan, jika perusahaan tidak menemukan pegawai yang layak untuk menempati posisi tertentu misalnya; mereka tidak ragu untuk merekrutnya dari luar. Jadi, senioritas sudah sejak lama ditinggalkan oleh para pengelola perusahaan modern.

    Kedua, nilai-nilai pribadi kita sendiri. Meskipun system di perusahaan memberikan keleluasaan dan kesempatan yang sama kepada setiap karyawan, namun jika kita sendiri membatasi diri dengan system nilai yang tidak konstruktif, maka kita tidak akan pernah bisa mengembangkan diri secara optimal. Lagipula, jangan-jangan itu hanya perasaan kita saja. Padahal senior-senior kita tidak menganggapnya demikian. Pertanyaannya sederhana saja; apakah kita benar-benar lebih baik dari senior kita? Jika memang benar begitu; tunjukkan kelebihan itu pada kinerja nyata kita, serta kontribusi yang bisa kita berikan kepada perusahaan. Toh perusahaan akan tahu juga siapa yang layak untuk mendapatkan promosi. Bagaimana jika organisasi kita benar-benar mendahulukan senioritas? Kenapa mesti khawatir? Jika kita benar-benar berkualitas tinggi, tetapi tidak mendapatkan perlakuan yang layak; maka perusahaan lain akan menemukan kita. Sama seperti anda, jika seseorang membuang berlian; anda pasti akan memungutnya, bukan? Jika yang dibuangnya adalah sampah? Anda sama tidak pedulinya. Pertanyaannya; benarkah anda seorang berlian? Tunjukkan keberlianan anda, jika demikian. Kalau anda bisa melakukannya, maka sudah pasti kinerja anda akan menjadi istimewa. Dan semuanya akan baik-baik saja.

  3. PAK AKU ADA MASALAH SAYA TDAK BISA MENUNTUN ANAK BUAH SAYA GMANA YAH

  4. #3. Baiklah Ibu. Jadi Anda bermasalah karena merasa tidak bisa menuntun anak buah anda. Ini tips dari saya; Coba Anda perhatikan, apakah anak buah anda buta? (Pertanyaan macam apa ini?) Haha, jawab saja; anak buah anda buta apa tidak? Tidak buta, baiklah. Jika anak buah anda tidak buta; maka anda TIDAK BERKEWAJIBAN untuk menuntun dia; karena hanya orang buta yang perlu dituntun. Itu tip pertama. Kedua, Cobalah anda berfokus kepada 2 hal yaitu (1) hasil kerja/performance atau pencapaian anak buah anda, dan (2) proses yang ditempuh dalam mencapainya. Jika kedua hal diatas terpenuhi, artinya, dia mempersembahkan hasil kerja sesuai yang diharapkan oleh perusahaan, dan melakukannya dengan baik/etik; maka tidak ada yang salah dengan orang itu. Setiap orang berbeda; sehingga kita sebagai atasan dituntut untuk bisa memahami dan menerima perbedaan itu. Dan cara pendekatan kita sebagai atasan sangat menentukan respon dari masing-masing orang. Oke?

  5. pemimpin yang baik

  6. saya punya masalah yang agak2 sama dengan bu Febri, jujur saya bingung ketika melihat kerja partner saya( maaf saya ga imgin dikatakan bapak buah he he he….) dalam bekerja sepertinya tidak ada semangat getu.. apa musti gajinya dinaikin baru bener? karena ada sebagian yang bilang seberapa saya digaji, segitu juga loyalitas saya. jadi..
    gimana caranya agar mereka menunujukan kinerja yang lebih baik?
    bagaimana dengan bonus?

  7. Pak saya adalah ketua yayasan yang bergerak di jaasa kesehatan kepemimpinan kita memakai kolektifsitas ada salah satu pengurus yang tidak bisa kita kendalikan dia sering mengambil keputusan sendiri sedangkan data2 yayasan ada di dia bgmn menyikapinya

  8. Salam sejahtera pak….
    Pak, beberapa bulan saya masuk di sebuah perusahaan, saya ditawari oleh atasan untuk memegang suatu jabatan pada suatu cabang di luar kota. Namun waktu itu saya menolak dan memohon untuk memilih orang lain yang lebih mampu, krn disaat itu alasan yang saya berikan adalah saya kurang mampu..
    Menurut bapak, apakah alasan yang saya kemukakan itu tidak menyinggung perasaan atasan saya?
    Berikutnya, saya mempunyai karakter yang kurang tegas, bagaimana membuat kepribadian saya itu bisa berubah?

  9. Saya pngen jadi pemimpin d setiap organisasi yg saya ìkuti, gmana caranya?

  10. Thanks for reminding.

    Banyak esensi2 sifat pemimpin yang mesti dipupuk untuk menjadi pemimpin… Semua lahir dr process.
    Energi/Semangat pendorong bg lingkungan, motivasi, ambisi yang terus dijaga, Peningkatan pengetahun (hardskill) maupun softskill/competency, dekat dengan Allah (sbg pijakan berfikir), mempunyai visi dan mampu menerapkan dilingkungan (tentunya dengan nilai2 etika & keberanian karena jalan tidak mgkn mulus)…..
    Masihkahkah berniat menjadi pemimpin.
    I do.

    Salam,
    Taufik

  11. saya mahasiswa: menurut saya pemimpin adalah seorang teladan yang tidak terlalu pintar tetapi dia cerdas bukan dalam materi pelajaran apapun melainkan sebuah kejujuran dan tingkah laku. banyak pemimpin yang pintar tetapi dia tidak cerdas dan egois. contoh nya tiadak bisa mengatur karyawannya bersikap jujur, dan biasa nya pemimpin yang pintar itu egois tidak bisa menerima masukan dari karyawannya. saya memang kurang begitu pintar dalam salah satu materi kuliah. tetapi saya ingin sekali setelah lulus kuliah saya bisa berkerja diperusahaan yang tidak hanya berpaku dalam pintar tapi cerdas dan kejujuran. tetapi terkadang perusahaan tidak mengetahui semua hal yang ada didalam materi tersebut. menurut bapak saya harus bagai mana..? terima kasih

  12. pak apakah seorang pemimpin itu selalu menjadi orang yang di segani dan mempunyai ciri khas sifat yang sebenarnya dya tdk suka.

  13. saya bukan orang yg pandai, saya juga “melangkahi” beberapa senior saya untuk sampai di jabatan saya yang sekarang, seperti kata Pak Dadang bagaimana kita menunjukkan kinerja kita dan itu berhasil bagi saya.

  14. selamat siang pak, aku adalah seorang mahasiswa aku pengen banget belajar menjadi pemimpin, tidak hanya di segani, tetapi juga bisa di jadiin teman untuk berbagi ilmu dan pengalaman. tolong bantuannya ya pak? atas partisipasinya di ucapkan terimakasih.

  15. Dear pak DADANG,

    Dalam setiap kelompok dan dalam pekerjaan, saya selalu berada dalam posisi memimpin bawahan. Namun kelemahan saya,posisi saya selalu ada yang mengincar, maka saya lebih rela melepaskannya, karena tidak senang dengan suasana tidak kondusif dalam lingkungan akibat goncangan rekan yang mengincar. Bagaimana cara mengatasi hal ini pak Dadang.

    Trima kasih dan menanti advicenya.

  16. Dalam sebuah organisasi saya sering menemukan sebuah permasalahan antara seorang pemimpin dan yang di pimpinnya kadang kala dalam menjalankan sebuh program kerja tidak ada kekomitmenan kekotinueitasan. Bagai mana pendapat bapak?

  17. Semoga Indonesia semakin banyak “pemimpin”.
    Regenerasi dalam pranata sosial dan politik memang harus dilakukan, bukan hanya sekedar cap cus belaka. Kemajuan negara ini memang berawal dari diri kita sendiri, sesuatu yang terjadi di depan, pasti pernah kita lakukan sebelumnya.

    Pilihan? untuk apa menjadi pemimpin???

  18. dony adi malaikat

    pak saya mau jadi manusia se utuhnya gi mana ya….

  19. Dadang Kadarusman

    Mas Dony, manusia yang utuh berarti menerima satu paket berisi ‘kurang dan lebih’. Menerima dengan lapang dada kekurangan kita dan mengoptimalkan kelebihan yang kita miliki mungkin bisa menjadi peta perjalanan menuju keutuhan kita. Cheers!

  20. assalammualaikum…maaf pak saya dapat tugas membuat makalah di suatu perusahaan dg judul”takeresponsibility/pemimpin yg dapat di andalkan” sedang saya juga seorang pemimpin di suatu cabang perusahaan tsb tolong dibantu, trimakasih banyak atas bantuanya .wassalammualaikum.

  21. assalammualaikum wr.wb

    bagaimana jika kita baru bekerja selama 3 bulan dan selama 3 bulan tersebut kita mendapatkan prestasi yang luar biasa dan kita di tawari untuk menduduki posisi yang lebih tinggi dari posisi sekarang, apakah tidak terlalu cepat untuk menaiki posisi yang baru tersebut?

    terima kasih

  22. Punya contoh kuisioner kepemimpinan ga, kang??

  23. bagaimana kalau kita berada pada posisi yang selalu di persalahkan oleh senior……

  24. pak,,dadang saya bru kerja 5 bln yg llu,d’sbuah prsh’an,,trs alhdllh sya di promskn naik pangkat,,,pdhl saya blm siap..apkh saya mampu untuk jalani ni sma,,,,

  25. Dadang Kadarusman

    Yes Pak Farid. Selamat. Pasti Anda bisa. Saya juga sama. 3 bulan kerja, naik satu level. Itu kepercayaan dari atasan yang melihat potensi diri kita. Banyak belajar dan meningkatkan diri saja pak. Pasti Anda bisa. salam, dadang

  26. assalamualaikum wr.wb
    saya mau tanya, apakah seorang pemimpin harus egois? dan apa alasannya?

  27. Dadang Kadarusman

    Seorang pemimpin harus egois kah? Ini contoh egois yang bagus: pemimpin ngotot untuk melakukan kedisiplinan terlebih dahulu sebelum menuntut orang lain. Dan ini contoh egois yang buruk: pemimpin mengambil ‘jatah’ keuntungan terlebih dahulu sebelum mengalokasikan bagian anak buahnya. Silakan tentukan, egoisme mana yang tepat untuk Anda.