Monday , September 21 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / 3M: Mbandung Memang Moooy….!

3M: Mbandung Memang Moooy….!

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Pernahkah anda perhatikan; diantara sekelompok orang, selalu ada satu orang yang menarik perhatian. Orang ini, menarik bukan semata-mata karena kecantikan atau ketampanannya. Bahkan, kadang-kadang anda tidak bisa dengan mudah menemukan jawaban; mengapa orang ini begitu menarik. Dia tidak memaksa kita untuk tertarik kepadanya; tetapi, kita dengan sukarela memiliki perasaan dan penilaian itu kepadanya. Kita menyebut kualitas pribadi seperti ini sebagai daya tarik. Tetapi, sungguh; mengapa ada orang-orang yang memiliki daya tarik begitu kuat dibandingkan dengan kabanyakan orang lainnya?

Jika anda menyukai suasana kota Bandung; hari minggu kemarin merupakan saat yang sangat tepat untuk mengunjunginya sekali lagi. Malam itu, kota Bandung benar-benar menyajikan nuansa yang sangat indah. Setelah sesorean disiram hujan yang lebat; malam harinya, langit menyuguhkan perpaduan bintang gemintang dan bulan purnama berwajah cerah. Dipandang dari balik ranting-ranting pohon yang meranggas, pemadangan itu terasa begitu menakjubkan. Anda tidak menemukan hal lain selain kedamaian.

Ketika kaki anda menginjak aspal basah, serta merta udara dingin merasuki sekujur tubuh. Memaksa anda untuk menaikkan kerah baju. Jika anda tidak mengenakan jaket, kulit yang membalut tubuh anda langsung mengkerut pertanda dia tengah melindungi organ-organ didalamnya dari kedinginan. Dingin, tapi asyik. Anda boleh bilang begitu.

Mendapati keindahan seperti itu; kelelahan setelah menyetir sepanjang hari rasanya hilang begitu saja. Aneh juga. Padahal, sejak berhari-hari sebelumnya saya didera oleh kelelahan yang teramat sangat. Terutama setelah selama sepekan penuh menjalani sebuah pertemuan marathon yang sangat melelahkah. Apalagi di dua hari terakhir saya bertugas untuk menjadi co-facilitator dalam sebuah workshop. Dan itu berarti saya masih harus bekerja hingga hari sabtu!

Jika anda mengalami kesibukan begitu rupa selama satu minggu penuh, dan sekarang anda mendapatkan kesempatan untuk menikmati suasana yang indah itu; apakah anda akan menyia-nyiakannya juga? Begitu pula dengan saya. Meskipun semula saya berharap bisa kembali tiba di Jakarta jam 7 atau 8 malam, agar besok bisa bangun pagi dengan segar, dan kembali ke kantor dalam keadaan bugar; tetapi, rasanya sayang sekali kalau harus melewatkan keindahan itu begitu saja, bukan? Jadi, mari kita nikmati saja.

Tapi, ngomong-ngomong; apa sih yang membuat orang senang menikmati suasana Bandung? Restoran, tentu bukan satu-satunya tujuan utama para pendatang yang kebanyakan dari Jakarta itu. Apa sih yang tidak mereka (dan saya temukan) di Jakarta? Factory outlet-kah? Sungguh mengherankan, kenapa kota sebesar Jakarta tidak juga berhasil menyaingi Bandung sebagai tempat yang disebut ‘pusat mode’. Yang jelas, Jakarta memang tidak dingin. Tapi, tidak adakah tempat lain yang juga berhawa dingin? Puncak tidak kalah dinginnya dari Bandung. Restoran-restoran di Kemang tidak kurang semarak. Dan factory outlet sudah tidak lagi dimonopoli oleh Bandung. Jadi mengapa orang-orang pada ingin kembali ke Bandung?

Hey, bukankah kita sedang membicarakan tentang daya tarik seseorang? Mengapa kita melantur sampai pelesir ke kota Bandung segala? Iya juga ya? Tapi tunggu dulu; mengapa ada orang-orang yang memiliki daya tarik begitu kuat dibandingkan dengan kabanyakan orang lainnya? Sebentar, saya ingin bertanya dulu; mengapa ada sebuah kota yang memiliki daya tarik begitu kuat dibandingkan dengan kebanyakan kota lainnya? Jika kita bisa menjawab pertanyaan itu, maka kita pasti bisa menemukan jawaban; mengapa ada orang-orang yang memiliki daya tarik begitu kuat dibandingkan dengan kabanyakan orang lainnya.

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:
Saya yakin, Adhika tidak masuk kantor hari ini. Pasti dia masih menikmati bulan madunya setelah menikah hari Sabtu kemarin. Pesan untuk Dhika; kalau mau dingin dan asyik bercampur hangatnya suasana bulan madu, jangan hanya ngendon di Bekasi dong, man! Pergi ke Bandung. Disana elo bisa memadukan antara dingin, dan hangat, dan enaknya beragam makanan yang lezat-lezat. Bulan madu berarti me-madu-kan unsur dingin, dan hangat, dan enak. Dingin udaranya. Hangat bandreknya. Dan enak makanannya.

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

3 comments

  1. sayang banget Dang, saya tak ke Bandung sesuai yang direncanakan, soalnya my husband was sleeping on the one of more beds at the hospital…

    Tapi minggu besok, saya akan menikmati sejuk dan ramahnya tradisionalisme yogyakarta, sambil ngobrol2 sama petani sayuran di sana. mau ikut?

    Titip salam buat Pak Adhika, selamat menempuh hidup baru, semoga serba guna dan tahan lama … batereee kali!!

  2. Ketika kaki anda menginjak aspal basah, serta merta udara dingin merasuki sekujur tubuh.

    narasinya kurang lengkap nih, harusnya ditambahi: “…dan semerbak bau tanah basah sehabis hujan menyergap penciuman; meluruhkan keletihan sukma, menyesaki relung hampa dalam jiwa. *deuh, ngomong apa tho? 😉

    terima kasih atas masukannya; bandung memang melankolis. btw, jadi ceritanya bakal ada kiriman voucher menginap 2 malam di Holiday Inn Bandung nih? 🙂

    @supep: terima kasih 🙂

  3. Hoho, akhirnya Dhika keluar kamar juga. Tapi kok baru pengantinan sudah ngomong soal ‘semerbak bau tanah basah’ gitu toh?

    Jadi elo butuh voucher hotel? Gampang, kalau mau entar gue kasih nomer telepon travel agent langganan gue. Sekalian invoice-nya.