Hore,
Hari Baru!
Teman-Teman.
Anda pernah menemukan orang-orang yang tidak percaya diri. Dan Anda juga pernah menemukan orang-orang yang sangat percaya diri. Tentu saja. Menurut pendapat anda, apakah orang yang memiliki rasa percaya diri tinggi itu mempunyai kemampuan atau keterampilan yang lebih tinggi dari orang pertama tadi? Dalam banyak hal iya. Tetapi, dalam banyak hal lainnya, tidak. Kita mengenal cukup banyak orang yang sebenarnya mempunyai keunggulan dibanding orang lain. Tetapi, mereka tidak memiliki cukup rasa percaya diri. Dengan kata lain, banyak orang yang meragukan diri mereka sendiri. Anda tidak demikian, bukan?
Para ahli pertambangan pasti mengetahui bahwa; dimanapun kita menggali, kita akan sampai pada penemuan mineral. Artinya, tidak peduli dibagian bumi mana kita menancapkan mata bor, pasti disitu ada mineral. Manusia juga begitu. Prinsip ’dimanapun kita menggali, pasti ada mineralnya’ juga aplikabel. Namun, bunyinya agak berubah sedikit; â€siapapun anda, pastilah anda memiliki keunggulanâ€. Pertanyaannya adalah: mineral apa yang kita dapatkan? Itu yang pertama. Dan kedua, Seberapa banyak jumlah mineral itu tersedia? Di koordinat A, kita hanya akan bisa menemukan tembaga. Di koordinat B, hanya ada emas saja. Tetapi, ada koordinat tertentu, yang meskipun dilaporkan hanya mengandung tembaga, padahal sebenarnya merupakan percampuran emas dan tembaga dalam jumlah yang melimpah. Dia bukan titik A, bukan pula titik B.
Di beberapa koordinat yang lain, kita menemukan cadangan minyak. Pertanyaannya: Apakah anda akan menggali semua koordinat berisi minyak itu satu per satu? Menurut perkiraan awam saya, pasti tidak akan anda lakukan. Anda hanya akan menggali di titik yang kandungan minyaknya banyak saja. Bukan begitu? Anda akan menggali ditempat yang kandungan minyaknya cukup banyak untuk bisa menghasilkan keuntungan secara ekonomi.
Ingat, â€siapapun anda, pastilah anda memiliki keunggulanâ€. Jika kita bilang siapapun, maka itu artinya benar-benar siapapun manusianya. Selama kita masih bisa disebut manusia, maka kita mempunyai keunggulan itu. Dan untuk menikmati nilai ekonomi dari keunggulan itu; seperti beberapa titik ladang minyak tadi, cara terbaiknya adalah menggali pada titik minyak terbanyak. Dengan kata lain, mengoptimalkan potensi yang bisa memberikan hasil paling banyak. Oleh karena itu, masuk akal jika seseorang menasihatkan begini; jika kekuatan anda ada pada bidang A, jangan fokus pada bidang B; karena bukan disitu letaknya anda punya kekuatan. Jika anda ungul pada bidang A & B sekaligus, bisa saja anda memilih; bidang A atau B. Jika anda bisa melakukannya secara bersamaan; mengapa tidak? Tetapi, jika anda tidak bisa melakukan keduanya sekaligus, mengapa tidak melakukan satu saja dulu, baru merambah hal lainnya kemudian. Itu jika anda unggul pada bidang A dan B. Tetapi, jika anda berada kelompok unggul A, atau unggul B, hal terbaik bagi anda adalah; menerima kenyataan itu, dan mengoptimalkan ke-A-an atau ke-B-an anda, tanpa perlu takut pada penilaian orang lain. Selama apa yang anda lakukan itu positif, dan sesuai dengan pusat kekuatan anda. Pasti anda akan baik-baik saja.
Hore,
Hari Baru!
Catatan kaki:
Kita percaya bahwa setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan. Sangat mudah untuk menemukan kekurangan. Namun, kita sering kebingungan ketika harus menjawab pertanyaan ini;â€apa sih kelebihan yang kita miliki?â€
Pertanyaannya adalah bagaimana mengetahui dengan sebenarnya apa keunggulan diri tersebut.
Benar sekali Pak Dadang, seperti dalam catatan kaki di atas, kita sering bingung jika ditanya apa kelebihan diri kita.
Kang Dadang, saya punya teman yg sangat tidak percaya diri. Saya sampai bingung, gimana ya cara untuk “menyadarkan” dia? Terima kasih untuk tulisannya yg sudah memberi inspirasi pada saya.
Sangat setuju Mas Dadang, orang timur khususnya termasuk saya masih sulit untuk menjual diri (positif… kelebihan/keahlian/kemampuan).
Kita masih ragu menjawab pertanyaan “What’s your strength?” padahal ini sangat dibutuhkan dalam dunia bussiness, apalagi bagi anda yang berhubungan dengan foreign company.
Bagi yang percaya dirinya masih kurang, mungkin harus sering latihan dan jangan merasa malu untuk sebuah kesalahan. Belajar dari kesalahan adalah guru yang terbaik, asalkan jangan mengulang kesalahan yang sama.
Salam sukses untuk Mas Dadang ……..