Hore,
Hari Baru!
Teman-Teman.

Kadang kita bertanya-tanya; mengapa saya tidak seberuntung orang itu ya? Pertanyaan itu valid jika hidup kita hanya sekedar segumpal keberuntungan. Tetapi, benarkah demikian? Memang sih, kadang-kadang kita mendapatkan keberuntungan juga. Namun, kalapun begitu, bukankah itu tidak mencakup segala hal dalam hidup kita? Dalam banyak situasi, bukan keberuntungan yang mendorong kita melakukan sesuatu; melainkan, sesuatu yang kita lakukanlah yang menjadi daya tarik sebuah keberuntungan untuk mendekat. Jadi, memfokuskan diri semata-mata kepada keberuntungan nampaknya tidak selalu relevan. Kita lebih baik memfokuskan diri kepada apa yang bisa kita lakukan, sehingga ’keberuntungan’ itu menjadi tertarik pada kita.

Mengapa kita tergoda kepada keberuntungan? Seringkali ini disebabkan karena kita terlampau membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita menganggap orang lain lebih pintar sehingga mereka lebih berhasil dari kita. Kita menganggap orang lain lebih tampan sehingga mereka lebih sukses dari kita. Kita dengan mudahnya berkata; beruntung ya mereka, karena mertuanya tajir, maka mereka bisa blablabla. Padahal, orang tidak selalu harus pintar atau tampan, atau kaya untuk bisa berhasil. Tetapi, kita seolah menutup mata dari kenyataan itu. Bukan lebih pintar, lebih cantik, lebih kaya atau lebih muda yang menyebabkan mereka berhasil. Tetapi, lebih kepada bagaimana mereka memanfaatkan kelebihan itu seoptimal mungkin. Itulah yang menjadi faktor pembeda sesungguhnya. Bukankah banyak orang yang emak-bapaknya kaya raya malah menjadi terlampau manja, sehingga tidak memiliki daya saing? Jika seseorang benar-benar memanfaatkan kelebihan yang dimiliki dirinya; maka pasti dia akan berhasil. Anda setuju itu? Ya sudah, setuju saja.

Sekarang, kasih tahu saya; apa kelebihan yang anda miliki?
Kita percaya bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Tetapi, bagaimana menjawab pertanyaan; apa sih kelebihan yang kita miliki? Tidak gampang, bukan?

Sekarang, anda jawab pertanyaan itu. Ayolah, apa kelebihan anda? Yakin? Atau, barangkali anda menganggap pertanyaan itu terlalu mengada-ada. Kenapa sih kita mesti ditanya soal itu? Bikin pusing saja! Hey, ingatkah anda bahwa kelebihan-kelebihan itulah yang akan menjadi sumber dari kekuatan anda untuk menjadi manusia yang unggul? Dan hanya dengan memfokuskan diri kepada kekuatan itulah anda bisa menjadi berhasil.

Kalau anda ditanya; apa sih kekurangan anda? Secara jujur anda dapat dengan mudah menjawabnya, bukan? Gampanglah itu. Anda bisa bilang; kurang mancung, kurang putih, kurang tinggi, kurang langsing, kurang ganteng. Banyak banget kurangnya. Tetapi, apa gunanya itu? Apakah untuk menjadi sukses kita harus memancungkan hidung terlebih dahulu? Nampaknya tidak begitu. Dan kita juga tidak harus meninggikan badan kita, kecuali kita mau bekerja sebagai tiang listrik. Lagi pula, butuh modal yang tidak sedikit untuk memperbaiki segala kekurangan itu. Anda perlu keluar uang banyak, percayalah. Mahal. Jadi, tidak bisa dilakukan oleh setiap orang. Lain dengan memanfaatkan kekuatan diri. Anda nyaris tidak perlu keluar uang sepeserpun untuk melakukannya. Bahkan sebaliknya, anda akan mendapatkan uang karenanya. Fokus saja kepada kekuatan diri kita; pasti kita akan menjadi orang yang berhasil juga. Jika anda sekarang merasa belum menjadi orang yang berhasil, maka pertanyaannya gampang saja; sudahkah anda berfokus kepada kelebihan dan kekuatan yang anda miliki?

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:
Tujuan Tuhan menciptakan kita berbeda pasti karena Dia ingin kita saling mengisi dengan kelebihan kita masing-masing; bukan saling mengejek atas kekurang-kekurangan yang kita miliki (ciee… sok berkata-kata mutiara gitu loh….)



posted at July 31st, 2007 - 9:57 pm in Inspirational | Email This Post  | Post 2 PDF | Jump to Top

Comments

One Response to “Fokus Kepada Kekuatan Diri”

  1. chaser on August 11th, 2008 8:22 pm

    hatur nuhun kang dadang…., tulisan akang mencerahkan saya yang saat ini (dikantor) sedang membanding-bandingkan dengan sekitar yang lebih “ini” dan “itu” padahal saya belum memaksimalkan kelebihan/kapasitas yang ada dalam diri.
    thank you so much ….