Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Apakah anda ikut terlibat langsung dalam perang kemerdekaan? Jika ya, maka usia anda saat ini sekurang-kurangnya sudah berkepala tujuh. Dan diusia itu selayaknya anda menikmati hari tua dengan damai dan bahagia. Tetapi, jika anda tidak ikut perang itu, maka seperti orang-orang muda lainnya; anda adalah pemegang estafeta kemerdekaan ini. Jika tugas orang-orang tua kita adalah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah; maka tugas kita adalah mengisi kemerdekaan yang mereka wariskan, dengan pertaruhan nyawa mereka sendiri. Lantas, bagaimana kita bisa ikut mengisi kemerdekaan ?

Mungkin kita jarang menyadari bahwa dengan berkarya, kita sudah berkontribusi untuk mengisi kemerdekaan. Mengapa? Karena begitu banyak masalah yang membebani bangsa ini. Jika kita menjadi karyawan yang sukses, maka berkuranglah satu beban negara untuk menyediakan lapangan kerja. Jika kita bisa memperoleh penghasilan yang layak, maka berkurang pula keratan roti yang harus disediakan negara untuk rakyatnya. Jika kita mampu membiayai sekolah anak-anak kita, maka beban negara atas pendidikan juga berkurang. Begitulah seterusnya.

Pendek kata, Anda bisa mengisi kemerdekaan ini dengan mengurangi beban negara atas diri Anda sendiri. Jika Anda hanya bisa melakukannya untuk diri Anda sendiri saja, maka itu sudah menjadi sumbangan bermakna. Karena di luar sana masih banyak sekali rakyat yang bahkan tidak sanggup untuk menghidupi dirinya sendiri, sehingga menambah berat beban negara ini. Anda tidak seperti mereka. Jika Anda bisa mensejahterakan keluarga Anda, maka sumbangan itu menjadi semakin bermakna. Apalagi jika kemudian Anda bisa berkontribusi kepada orang-orang lain dilingkungan Anda. Siapa bilang pejuang kemerdekaan itu hanyalah mereka yang ikut bertempur dimedan perang ? Anda juga bisa menjadi pejuang kemerdekaan dengan mengisi kemerdekaan itu sendiri.

Bagaimana seorang pekerja seperti kita bisa berkontribusi? Dengan menjadi pekerja yang sukses. Bukan sekedar pekerja asal-asalan. Jika semakin banyak pekerja sukses, maka negara ini berangsur-angsur menjadi makmur. Tetapi, kita hanya bisa menjadi pekerja sukses jika kita sungguh-sungguh menggunakan segenap potensi yang kita miliki. Jika tidak, maka kita akan tetap tersisihkan.

Tidak ada tempat kerja yang ideal. Jadi, dimanapun kita bekerja, pasti akan menghadapi beragam kesulitan. Karena itu, jangan pernah membiarkan kesulitan yang Anda hadapi mengubur potensi diri Anda. Sudah banyak orang cemerlang berubah menjadi pecundang, hanya karena kecewa kepada lingkungannya. Jika begitu, sesungguhnya dia tidak merugikan siapapun, selain dirinya sendiri.

Negara ini membutuhkan orang-orang seperti Anda. Maka, berkaryalah dengan segenap kemapuan yang Anda miliki. Karena hanya dengan cara itulah saja, Anda bisa turut mengisi kemerdekaan ini.

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:
Adalah kewajiban penyelenggara negara untuk menyediakan lapangan kerja yang layak bagi setiap warganya. Sedangkan kewajiban kita yang sudah memiliki pekerjaan adalah; memanfaatkannya sebaik mungkin.



posted at August 12th, 2007 - 7:49 am in Indonesiaku | Send to friend  | Post 2 PDF | Jump to Top

Comments

3 Responses to “Makna Kemerdekaan Bagi Seorang Pekerja”

  1. bob on August 16th, 2007 1:23 pm

    Bgmn kalo kita sudah menjadi pekerja/karyawan yg sukses, sementara atasan kita tdk sukses mengarahkan/membawa perusaahaan ini

    “seperti kisah pendayung dan nakhoda: pendayung sukses dan bekerja dgn keras dan sangat baik tapi nakhoda membawa kearah yg salah dari pulau impian ”

    cape deh…..

  2. kadard on August 17th, 2007 1:38 am

    #1. Haha, seperti biasa; pertanyaan Bob selalu menarik. Bob, pertanyaan ente ini dalam konteks bekerja dan perusahaan kan? Ada sebuah prinsip sederhana; Mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Pertanyaannya; sudahkah kita berada ditempat dan saat yang tepat? Potensi-waktu-dan tempat, tidak bisa saling dipisahkan.

  3. Syamsul on October 1st, 2007 11:15 am

    Buat saya sekarang ini belum saatnya PEGAWAI bicara tentang KEMERDEKAAN, Pegawai masih dalam kondisi TERJAJAH hanya saja bentuknya yang berbeda. Tidak percaya?, coba anda hitung, BERAPA RATA-RATA UMP PEGAWAI ? Tidak akan lebih dari 1 Juta. Katakanlah ybs dapat 1 juta perbulan, apa yang bisa dilakukan???, ternyata yang bisa dilakukan SUNGGUH SANGAT HEBAT, Yaitu MENGIDUPI PARA PENGUSAHA, layaknya Lilin, RELA berkorban demi SANG PENGUSAHA