Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Jika kita berdoa biasanya kita mengharapkan doa itu segera dikabulkan, bukan begitu? Bahkan, kita sering berharap agar doa itu langsung dikabulkan tepat disaat kita selesai mengucapkannya. Seketika itu juga. Memang kadang kita ini tidak realistis, sih. Tapi, sebenarnya, berharap agar Tuhan segera mengabulkan doa kita tidaklah berlebihan. Dan memang kenyataannya begitu, kok. Tuhan mengabulkan begitu banyak permintaan kita, dengan segera. Coba saja anda renungkan; kapan terakhir kali anda berdoa dan doa itu langsung dikabulkan Tuhan?

Jika saya merenungi kembali doa-doa yang pernah saya panjatkan. Ternyata, begitu banyak doa yang dikabulkan oleh Tuhan dengan serta merta. Langsung Tuhan berikan tanpa harus menunggu lama. Terutama ketika doa itu berupa sesuatu yang tidak berhubungan dengan material duniawi seperti misalnya kesehatan dan ketenangan. Keberanian. Atau ketegaran hati. Ketika saya bilang; Tuhan, berikan saya kekuatan. Maka saya benar-benar merasa kuat. Tuhan, kumohon ketenangan hati; maka segera saja hati saya merasa tenang. Jujur saja, kadang saya lupa bahwa itu merupakan bentuk pengkabulan langsung dari Tuhan.

Bukan itu saja, permintaan material pun tak jarang Tuhan segera kabulkan. Puji Tuhan, saya bukan orang yang berlimpah ruah dari sisi materi. Bukan orang kebanyakan uang. Sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup pada taraf yang wajar. (Jangan-jangan, ini merupakan terminologi lain dari kata ’pas-pasan’, haha.). Tetapi, saya merasa beruntung berada pada tingkatan status ekonomi yang biasa-biasa saja ini. Sebab, harus saya akui, ketika baru terima gajian; saya suka lupa untuk meminta kepada Tuhan. Lain sekali ketika dompet sedang benar-benar lepet dan kepepet; dengan Tuhan saya merasa begitu lengket. Sehingga saya merasa berhak untuk meminta kepadaNya. Jadi, Tuhan, saya tidak keberatan jika Engkau terus menerus menempatkan diri saya pada posisi pas-pasan ini. Agar saya tidak terlalu sulit untuk agak lebih sering mendekat padaMu. Untuk meminta tambahan dari kekurang-kekurangan yang kadang-kadang menyesakkan dada. Hehe, curang.

Anda, terakhir kali doanya dikabulkan langsung oleh Tuhan, kapan? Saya mengalaminya tadi pagi. Sehabis mandi, saya berdiri tertegun dihadapan lemari pakaian. Lalu saya memandang gantungan pakaian kerja yang ada disana. Dan saya menyadari bahwa celana panjang saya, sudah pada berumur lama. Tidak belel, memang. Tetapi, jika saya mengenakannya, orang tahu bahwa itu sudah berumur lebih dari 2 atau 3 tahun. Anda sering membeli pakaian? Saya tidak. Pagi itu, saya bergumam; Oh, Tuhan, saya sudah sangat membutuhkan celana panjang yang baru.

Tahukah anda, apa yang terjadi satu detik kemudian? Saya benar-benar mendapatkan celana panjang baru seketika itu juga!

Sekitar 4 tahun yang lalu, kantor tempat saya bekerja membiayai pembuatan satu stel jas untuk sebuah acara resmi. Bahannya cukup bagus. Ada penjahit khusus yang ditunjuk untuk menjahitkannya pula. Jahitannya bagus. Tetapi…., entah kenapa; celana panjang yang penjahit itu buatkan untuk saya ternyata ukuran pinggangnya kebesaran. Kalaupun saya paksakan memakainya, pasti tampak kedodoran. Pagi ini, sekitar empat tahun kemudian, tepat setelah saya berkata; Oh, Tuhan, saya sudah sangat membutuhkan celana panjang yang baru, itu; saya teringat celana panjang itu. Dan tahukah anda, selama empat tahun terakhir ini tubuh saya sudah tumbuh lebih besar, terutama dibagian pinggang. Maka, jadilah celana yang dijahit empat tahun lalu itu barang baru yang benar-benar pas buat saya. Pagi ini, saya bahagia untuk dua hal. Pertama, karena doa saya terkabul Tuhan seketika itu juga. Dan kedua, ternyata, saya masih berada dalam masa ’pertumbuhan’. Alhamdulillah. Terpujilah Tuhan.

Mungkin anda menganggap ini hal sepele. Tetapi, cobalah kembali anda renungkan; kapan terakhir kali doa anda dikabulkan Tuhan seketika itu juga? Boleh jadi selama ini kita tidak menyadari betapa Tuhan bersedia mendengarkan doa-doa kita. Bahkan mengabulkannya seketika itu juga. Dia mengabulkan doa-doa kita; sekalipun kita tidak selalu bersegera memenuhi panggilannya ketika Dia menyeru kita. Dan, hey ingat; boleh jadi doa-doa itu tidak terucapkan. Sekedar terbersit dalam hati. Tetapi, Tuhan tetap mendengarnya. Lalu Dia mengabulkannya untuk kita. Setiap malam, ketika kita pergi tidur; mungkin kita tidak mengucapkan seulas kata untuk meminta kepadaNya. Tetapi, jauh dilubuk hati yang paling dalam, kita ingin agar besok pagi bangun dalam keadaan sehat walafiat. Dan benar saja, ketika keesokan harinya kita bangun pagi; kita benar-benar sehat. Lihatlah. Bahkan, sekalipun kita tidak mengucapkannya. Tuhan masih bisa mendengarkan. Bahkan, sekalipun itu hanya tersirat dalam hati saja; Tuhan langsung mengabulkannya. Coba saja anda bayangkan; betapa seringnya kita bangun pagi dalam keadaan sehat. Sehingga pagi itu; kita terbangun dengan gairah dan kebugaran tertinggi. Setiap hari. Sementara kita tidak cukup paham bahwa itu terjadi, karena Tuhan sayang pada kita. Dan Dia mengabulkan doa-doa kita, seketika itu juga.

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:
Dan jika hamba-hambaku bertanya tentangku; katakanlah bahwa Aku ini dekat.

Buku Belajar Sukses Kepada Alam



posted at August 24th, 2007 - 8:01 pm in Inspirational | Send to friend  | Post 2 PDF | Jump to Top

Comments

30 Responses to “Kapan Terakhir Kali Doa Anda Dikabulkan Seketika?”

  1. Paian TH Sinamo on August 27th, 2007 1:20 pm

    Tulisan yang bagus,ispirasional, general tanpa
    menghilangkan nilai-nilai religiusnya. Puji Tuhan

  2. bramantio on August 28th, 2007 1:44 pm

    really inspring words dari bung dadang… wuih nih bulu kuduk jadi pada beidir ngebaca tulisan ente bung…kite nyadar siy kita ndiri suka lupa akan keMAHA-PENGASIHAN ALLAH SWT thd diri kite…wuih…once again bravo bung dadang! thanks 4 reminding me especially, moga2 rekan2 jakarta pade ngedenger….n moga2 kite semua pade nyadar ga ade gunenye nyombong karena cuma ALLAH yang berhak untuk itu…wassalam

  3. hadi halim on August 28th, 2007 3:19 pm

    memang betul pak doa kita itu selalu dikabulkan oleh yg maha kuasa,karena cintaNYA kepada kita yang tak berbatas. maka dari itu kita harus hati2 jika berdoa ,ini juga termasuk mengucapkan kata2,baik yg negatif maupun positif,bisa jadi dalam sepersekian detik langsung dikabulkan.

    saya jadi teringat ceritanya Masagung (pemilik toko buku gunung agung) dia pernah sewaktu masih miskin tidur di depan toko di jalan kwitang,terus diusir sama pemilik tokonya,lalu dia mengucap dalam batinnya ; ’suatu hari aku akan memiliki toko ini’

    hasilnya? kita tahu sekarang doanya dikabulkan.

  4. siswanto hadiatmo on August 30th, 2007 11:36 am

    Intinya Kita harus pandai MENSYUKURI segala Nikmat yang diberikan Allah SWT (karena Do’a kita selalu didengar dan dikabulkan allah SWT). Mari kita awali semuanya dari DIRI KITA untuk selalu mensyukuri, berpikir POSITIF, jangan bisanya cuman mengeluh apalagi menyalahkan orang lain. Salam kenal dari Siswanto H.
    SUKSES selalu buat para Temans Pebisnis.

  5. uLLy on October 19th, 2007 8:47 am

    inspirational!!

    kadang emg hal kecil yg Tuhan kabulkan tana kita sadari kita lupa u/ bersyukur u/ hal itu..

    Thnks God for all it happend even if a little things in my life..!!

  6. wiemboeh on October 22nd, 2007 10:56 am

    begitu mudahnya Allah memberi sglnya bt hamba-Nya. sudahkah kita bersyukur???????????

  7. blues128 on November 7th, 2007 10:13 am

    ketika allah memakbulkan doa…disitu kte thu allah itu adil…kdg2 kte tk perasaan ujian itu adalah kekuataan kte…ujian itu yg megajar kte erti memperbaiki diri…doa itu ada dlm diri kte..jika setiap ari kte berdoa tnpa rasa jemu dn doa itu belum dimakbulkn bermkna kte diuji dn percya la…ujian itu akn berakhir…krn allah itu adil..bersyukur la dgn ape yg kte trima…sbb setiap ujian itu ada rahmat dari nya….berdoa la krn doa itu kekuatan dlm diri…wslm…
    dari blues128(asliza)

  8. Yogi on January 7th, 2008 11:02 pm

    Tulisan anda cukup inspirational membuat hati saya menjadi cukup tenang dan benar khan Allah langsung menagbulkan doa saya 1 jam yang lalu disaat saya sedang bingung. :-) Salam kenal dari saya.

  9. Wendra on January 14th, 2008 9:52 am

    Allahu Akbar!
    Tulisan Anda telah (kembali) mengingatkan saya tentang masih kurangnya rasa syukur saya atas segala nikmat dan karunia dari Allah SWT, terimakasih.
    Semoga Pak Dadang dan keluarga sehat selalu.

  10. Wulandari on January 14th, 2008 12:47 pm

    Allah menyadarkan saya melalui anda Pak. Alhamdulillah.
    Semoga anda dan keluarga selalu diberkahi hidayah.

  11. Amien on January 14th, 2008 5:17 pm

    Pengalaman menarik dari jawaban sebuah doa adalah ketika saya pertama kali diterima diperusahaan tempat saya bekerja sekarang ini.
    Setelah sempat ditolak pada petang hari, keesokan paginya justru dipanggil untuk sign kontrak..
    Yang jadi pertanyaan dalam benak saya saat itu (dan sampai sekarang masih) adalah; Apa rencana-Nya sehingga keputusan manusia yang telah dibuat diubah-Nya dalam waktu yang singkat?? (kurang dari 2 jam kerja)..

  12. yatti sumito on January 24th, 2008 11:31 am

    Subhanallah, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Allah selalu memberikan rezekinya pada sa’at saya butuhkan melalui tangan2 hambanya. Puji syukur yang tiada hentinya. Kiranya anugerah Allah SWT menyertai dakwah Mas Dadang. Salam ….

  13. yayat hendrayana on January 29th, 2008 8:24 am

    begitu jujur pada diri sendiri sampai harus mengatakan bahwa celannya sudah berumur 2-3 tahun….namun sayang kang…..akang tidak menyebutkan setelah dapat celana yang baru itu dikemanakan celana lama itu kang…

    kasih ke orang yang membutuhkan kang…

  14. Rachmah Fauziah on January 29th, 2008 7:24 pm

    Saya sudah sering membaca tulisan-tulisan Bapak lewat milis bicara, tulisan Bapak sangat menginspirasi saya dalam segala hal.

    Rachmah Fauziah – Bandung

  15. Ridwan on May 8th, 2008 12:43 pm

    siang pak saya baru membaca sekilas tentang cara berdoa yang Bapak lakukan yang tertulis di hal web Bapak.
    yang saya tanyakan bagaimana caranya dalam menyikapi doa kita, ketika doa kita tidak dikabulkan oleh ALLAH?

  16. Wiwin on August 5th, 2008 3:08 pm

    Saya jadi tersadar, Pak, bahwa selama ini rasanya bisanya selalu meminta tanpa menyadari bahwa kunci kebahagiaan adalah ’selalu bersyukur’, mensyukuri apa pun dan seberapa pun yang sudah Tuhan berikan. Senang sekali saya selalu bisa membaca postingan2 Bapak.

  17. dinda on September 15th, 2008 11:48 am

    pak,,saya ijin link ya pak.. :)

  18. danny herwindo suroboyo on October 22nd, 2008 5:42 am

    alhamdulillah setiap hari, setiap saat doa saya selalu dikabulkan Allah Swt. seketika! bahkan sebelum saya berdoa, doa saya sudah dikabulkan duluan oleh Beliau. sungguh luar biasa…

    modal untuk berdoa yang utama adalah keyakinan kita bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Beliau Yang Berkuasa atas segala sesuatu.

    keyakinan itu buat saya sudah pengkabulan doa yang pertama. kesehatan dan kesempatan kita pun pengkabulan doa juga lho. jangan lupa…

  19. Maya on November 16th, 2008 10:25 pm

    Kang Dadang yang baik hatinya….. Saya ijin untuk mengirimkan kepada sobat2 saya ya Kang. Semoga amal Kang Dadang dibalas dengan yang lebih baik oleh Allah.

    Wass.
    Maya

  20. dian vitaloka on December 11th, 2008 5:17 pm

    alhamdulillah, saya senang sekali dengan ceritanya bapak…saya percaya sekali namanya allah swt begitu besar….ingat waktu aku saat lagi banyak masalah yg tdk bs dipecah akhirnya saya cb salat mlm, puasa, bnyak berzikir, setelah beberapa bln masalah ku mulai terpecah satu-satu semuanya berkat allah swt….

  21. Bintang di Surga on December 18th, 2008 1:08 am

    pak Dadang & rekan sekalian
    Allah Maha Pengasih,Penyayang,pemberi Pertunjuk
    Akhir2 ini saya sering diliputi rasa jenuh (seperti patah semangat)dalam bekerja. Maklum pak sudah lama juga saya kerja di perusahaan ini (+/-10th)saya merasa teramat jenuh aja……..
    seolah pekerjaan saya ini monotone(maklum sudah hafal semua jenis & spec)Kemaren2 saya sudah mau cabut ke lain tempat cuma mentok di masalah gaji.
    Berita baiknya kawan sendiri yg ambil job itu (dengan masa kerja yg sama & nego yg sama)
    Jadi saya semakin suntuk saja (saya tidak menyalahkan teman saya itu dia punya pilihan)Tapi dengan kejadian ini saya koq berfikir koq sepertinya saya bodoh..???!!!
    dengan qualifikasi/pengalaman sama perusahaan baru nawarin gaji beda tipis2 aja (saya dianggap sebagai fresh juice gtu loah)
    Apakah kepusan saya itu salah sehingga menimbulkan efek physikolgis kepda diri saya
    Catatan Kaki:bertemu pak dadang di millis migas >nah akhirnya sampai deh disini (hehe 3x..)
    ternyata doa saya dikabulkan pada hari (saat ini)
    saya sebelomnya sudah surving kemana2 untuk cari obat penawar rasa kecewa lah gitu istilahnya,ternyata Allah berikan disini obat penawarnya…….
    Dear rekan2 saya terlalu emosi meng-expresikan semua ini,Mohon maaf kalau ada salah2 kata
    terimakasih

  22. Daniella Pedrosa Sinamo on March 29th, 2009 7:12 pm

    Doa itu terkadang terkabulkan dan terkadang tidak terkabulkan>

  23. SANTOZ on May 21st, 2009 8:21 pm

    dulu masih kerja di surabaya , aku anak kos dengan gaji pas pasan …
    gajian kan tanggal 28 an gitu tiap bulanya. nah waktu itu tanggal 27 an gak punya duit blas.seribu pun dikantong gak ada . mau pinjem teman , sungkan aku …. akhirnya pas habis sholat (maaf) aku berkeluh kesah pada Penciptaku …… tentang duit….
    habis sholat , aku baru inget tiap aku belanja makan dan kebutuhan harian kan pasti ada sisa ( ntah itu 100 rupiah atau 500an rupiah yang koin ) eh ternyata …. ngumpul banyak di kaleng tempat koin ……….
    ada 20ribuan lebih ……..
    alhamdullilah.

  24. Dwi on August 23rd, 2009 11:29 pm

    Dulu sewaktu masih kecil saya pernah juga meminta sesuatu pada ibu saya, tp karena beliau lg tak punya uang, ibu bilang berdoa saja, dan ajaibnya hari itu juga ada teman ayah yg datang dr luar negri membawakannya untuk saya, sampai skrg saya msh terHeran2 dengan cara kerja doa yang misterius

  25. Cinta on September 28th, 2009 8:58 am

    Dengan saya menemukan situs Bapak ini saja sebenarnya adalah salah satu pengabulan akan doa2 saya kepada Tuhan selama ini, ada pertanyaan dan pemikiran pada diri saya yang saya temukan jawabannya pada situs ini.. Alhamdulillah..semoga menjadi pencerahan yang terus menerus menguatkan dan menjadi reminder pada diri saya..

  26. anasta on November 21st, 2009 8:27 am

    pak tulisan2nya sangat bermanfaat… bolehkah saya minta izin link dan mengirimkannya pada teman2 saya ???

  27. evi on December 15th, 2009 11:59 am

    Terimakasih Tuhan, engkau telah mengijinkan aku membaca tulisan pak dadang ini.
    thx pak dadang :)

  28. Emi Sugiarti on December 28th, 2009 10:52 am

    Terima kasih atas begitu banyak taushiahnya. Saya mohon izin untuk meng-copy-nya, semoga ini masuk kedalam timbangan kebajikan kang Dadang di akhirat kelak. Amin

  29. adi on January 5th, 2010 12:08 pm

    Maaf Pak,..

    Dari sekian orang yg memuji Anda, tapi saya akan mengatakan, tulisan Ada : flat (datar). Kenapa Anda baru menyadari hal ini?..???

    Adalah hak prerogatif Allah untuk mengabulkan setiap doa umatnya. Dan Anda harus belajar hikmah dbalik terkabulnya doa setiap hamba dan hikmah tidak dikabulkannya doa.

    Ketika itu sdh Anda dapatkan, baru tulisan Anda akan terlihat istimewa.

    Dari artikel Anda itu, menyiratkan kalau kita harus selalu berprasangka bahwa doa2 kita harus selalu dikabulkan. Padahal tidak. sekali lagi itu hak prerogatif Allah. bagaimana Anda akan menjelaskan bagi orang yg tidak dapat menghirup udara pagi, walau di malam hari ia berdoa supaya sehat, lantaran ia meninggal di tengah malam, krn penyakit kanker???

    terimakasih.

  30. Nandang on June 10th, 2010 11:34 pm

    To : Mas Adi
    Mas saya merasa keberatan klo do’a itu ada yang tidak dikabulkan selama doa itu bersifat baik. Klo doa yang baik itu tidak dikabulkan, lantas siapa lagi yang bisa mengabulkan do’a selain Allah….. Kepada siapa lagi kita memohon dan bergantung???? apa harus ke dukun…..?????

    Saya lebih setuju dengan sikap optimis kita bahwa setiap do’a dikabulkan. Apalagi itu bagian dari syarat berdo’a jika do’a kita mau dikabulkan.

    hidup hrs optimis selalu….!!!
    Mksh