Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita tentu pernah menemukan orang-orang hebat ditempat kerja. Namun, orang-orang itu karirnya biasa-biasa saja. Memang kadang mereka dipromosikan juga. Namun, karirnya mentok disana. Kita heran, mengapa bisa mentok. Ada banyak faktor memang; tetapi, salah satu faktor yang sering menjadi penyebabnya adalah sikap tidak luwes orang-orang itu dalam menyikapi lingkungan kerjanya. Mengapa hal ini terjadi, adalah karena mereka berpikir bahwa apa yang ada didalam kepala mereka; itulah yang benar. Cara merekalah yang paling tepat. Sedang cara orang lain; adalah pilihan yang buruk, jika tidak boleh mengatakannya bodoh dan dungu. Mereka merasa pintar, merasa paling benar, dan mereka menghendaki semua orang mengikuti jalannya. Tetapi, mereka tidak menyadari, bahwa permainan dalam sebuah team disetiap organisasi; lebih dari sekedar sikap merasa lebih pintar, dan paling benar. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Tuhanku.

Kiamat akan ditunda dulu, bukan, Tuhan?
Sebelum Indonesiaku makmur, kiamat tidak akan terjadi.
Saya tahu Tuhan, jika saya mengatakan hal ini kepada orang-orang salih. Maka saya akan dihujat habis-habisan. Sebab, mereka mengira bahwa saya sudah mendahului Engkau. Tuhan. Ini antara Engkau dan saya saja, ya.
(more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Anda bekerja sendirian? Saya tidak yakin. Sebab, jaman sekarang nyaris tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan sendirian. Oleh karena itu, suka atau tidak, anda harus bersedia bekerjasama dengan orang lain. Dan seperti kita tahu, dalam kerjasama ada interaksi. Dan dalam interaksi, kita saling mempengaruhi. Perilaku setiap anggota kelompok menentukan corak perilaku kelompok itu. Dan itulah yang kemudian berkembang menjadi identitas kelompok. Dalam konteks ini; saya menemukan sebuah pesan. Oleh penulisnya, pesan itu dikirimkan kepada seluruh anggota team dikantornya diakhir pekan. Mari kita coba lihat, seberapa relevan pesan itu dengan kelompok anda. Begini bunyi pesannya:

Dear Team,
Ijinkan saya berbagi pemikiran tentang satu hal untuk kebaikan kita semua. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita tahu bahwa produk sebagus apapun, dengan pemasaran yang jelek susah untuk laku dipasaran. Bagaimana dengan diri kita? Apakah secara serta merta kita ini akan laku dipasaran tenaga kerja? Memasarkan diri sendiri bukan semata-mata kepentingan para mahasiswa yang baru saja diwisuda. Bukan mereka yang tengah berdebar-debar melamar pekerjaan kesana-kemari. Bukan pula monopoli para peserta Indonesian idol supaya disamber para produser untuk dilejitkan menjadi seorang bintang panggung. Kita semua berkepentingan untuk memasarkan diri kita sendiri. Bahkan ketika kita sudah memiliki pekerjaan yang bagus sekalipun. Lantas, kapan kita boleh berhenti memasarkan diri? Ketika kita tidak mengharapkan apapun lagi dari lingkungan eksternal kita. Tetapi, mungkinkan itu? (more…)