<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Memasarkan Diri Sendiri â€“ Mungkinkah Itu?</title>
	<atom:link href="http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/</link>
	<description>NatIn™ People Development Training &#38; Consulting</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 09:35:27 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Tubagus Rustama</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/comment-page-1/#comment-3832</link>
		<dc:creator>Tubagus Rustama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 10:39:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/#comment-3832</guid>
		<description>Kang Dadang,

saya suka sekali artikel2nya, bagus2 dan memperkaya wawasan saya

kalau bisa lebih detail lagi, yang dimaksud Negative Attitude itu contohnya apa saja ya?

apakah menyampaikan pemikiran / kritik membangun yg &quot;terlampau sering&quot; justru membuat org tsb dimasukan dalam kategori org yg memiliki &quot;negative attitude&quot; (mungkin krn definisi kritik membangun itu sangat subjektif ya kang?)

karena seringkali saya temui saat bawahan yg mengungkapkan pendapat mengenai &quot;kemungkinan2&quot; yg terpikirkan oleh bawahan tsb yg menunjukan kemungkinan2 lain yg kiranya bisa menghambat keberhasilan dari konsep2 yg di jelaskan atasannya maka biasanya si bawahan di cap Negatif,  walaupun niat si bawahan mengungkapkan pemikirnannya itu tulus &amp; agar konsep tadi bisa lebih sempurna, namun jika kondisi tersebut dibalik maka si atasan biasanya menjustifikasi bahwa statementnya adalah Fakta/realita....

atau contoh lain jika bawahan mengeluarkan statement yg menunjukan bhw suatu konsep sptnya &quot;agak sulit&quot; utk memberikan hasil yg baik, langsung di cap apatis, tapi kalau yg berpikiran itu si atasan maka justifikasinya adalah &quot;memanage ekspektasi&quot;
 
nah sebenarnya bagaimana sih caranya memilah-milah kategori orang yg memiliki &quot;negative attitude&quot; dan yg bukan?

mohon pencerahan kang....

ditunggu tulisan2 berikutnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kang Dadang,</p>
<p>saya suka sekali artikel2nya, bagus2 dan memperkaya wawasan saya</p>
<p>kalau bisa lebih detail lagi, yang dimaksud Negative Attitude itu contohnya apa saja ya?</p>
<p>apakah menyampaikan pemikiran / kritik membangun yg &#8220;terlampau sering&#8221; justru membuat org tsb dimasukan dalam kategori org yg memiliki &#8220;negative attitude&#8221; (mungkin krn definisi kritik membangun itu sangat subjektif ya kang?)</p>
<p>karena seringkali saya temui saat bawahan yg mengungkapkan pendapat mengenai &#8220;kemungkinan2&#8243; yg terpikirkan oleh bawahan tsb yg menunjukan kemungkinan2 lain yg kiranya bisa menghambat keberhasilan dari konsep2 yg di jelaskan atasannya maka biasanya si bawahan di cap Negatif,  walaupun niat si bawahan mengungkapkan pemikirnannya itu tulus &amp; agar konsep tadi bisa lebih sempurna, namun jika kondisi tersebut dibalik maka si atasan biasanya menjustifikasi bahwa statementnya adalah Fakta/realita&#8230;.</p>
<p>atau contoh lain jika bawahan mengeluarkan statement yg menunjukan bhw suatu konsep sptnya &#8220;agak sulit&#8221; utk memberikan hasil yg baik, langsung di cap apatis, tapi kalau yg berpikiran itu si atasan maka justifikasinya adalah &#8220;memanage ekspektasi&#8221;</p>
<p>nah sebenarnya bagaimana sih caranya memilah-milah kategori orang yg memiliki &#8220;negative attitude&#8221; dan yg bukan?</p>
<p>mohon pencerahan kang&#8230;.</p>
<p>ditunggu tulisan2 berikutnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yatti Sumito</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/comment-page-1/#comment-399</link>
		<dc:creator>Yatti Sumito</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 07:23:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/#comment-399</guid>
		<description>Setuju sekali Mas Dadang, jangan pernah menolak tugas tambahan walaupun belum pernah mengerjakannya, karena ini akan menjadi tambahan ilmu ataupun skills kita. Salam sukses ........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju sekali Mas Dadang, jangan pernah menolak tugas tambahan walaupun belum pernah mengerjakannya, karena ini akan menjadi tambahan ilmu ataupun skills kita. Salam sukses &#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dadang Kadarusman</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/comment-page-1/#comment-355</link>
		<dc:creator>Dadang Kadarusman</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 07:43:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/#comment-355</guid>
		<description>#1 Pak Heiyanto. Jika seseorang mengikuti keempat saran Bapak tersebut, maka peluang untuk menjadi manusia unggul menjadi semakin terbuka lebar. 

#2. Pak Dayat. Bapak benar. Rajin saja tidak cukup. Dan terus belajar menjadi hal yang sangat penting. Selamat belajar terus Pak. Saya ikutan.

#3.Anno. Terimakasih banyak.

#4. Pak Muhammad Musrofi. Salam kenal kembali. Terimakasih telah berkunjung.

salam,
dadang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#1 Pak Heiyanto. Jika seseorang mengikuti keempat saran Bapak tersebut, maka peluang untuk menjadi manusia unggul menjadi semakin terbuka lebar. </p>
<p>#2. Pak Dayat. Bapak benar. Rajin saja tidak cukup. Dan terus belajar menjadi hal yang sangat penting. Selamat belajar terus Pak. Saya ikutan.</p>
<p>#3.Anno. Terimakasih banyak.</p>
<p>#4. Pak Muhammad Musrofi. Salam kenal kembali. Terimakasih telah berkunjung.</p>
<p>salam,<br />
dadang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Musrofi</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/comment-page-1/#comment-349</link>
		<dc:creator>Muhammad Musrofi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 06:24:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/#comment-349</guid>
		<description>Salam kenal. Kami mengembangkan metode
pengembangan potensi diri. Silakan lihat di
www.potensidiri.com. Saya juga mengarang buku &quot;5 Langkah Melahirkan Maha
Karya&quot;, Penerbit Hikmah Mizan Jakarta. 

Muhamamd Musrofi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal. Kami mengembangkan metode<br />
pengembangan potensi diri. Silakan lihat di<br />
<a href="http://www.potensidiri.com" rel="nofollow">http://www.potensidiri.com</a>. Saya juga mengarang buku &#8220;5 Langkah Melahirkan Maha<br />
Karya&#8221;, Penerbit Hikmah Mizan Jakarta. </p>
<p>Muhamamd Musrofi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anno'</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/comment-page-1/#comment-216</link>
		<dc:creator>anno'</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 11:18:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/#comment-216</guid>
		<description>wuichhh..mantab sekali sarannya pak...trims...kayaknya berguna bgt gw...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wuichhh..mantab sekali sarannya pak&#8230;trims&#8230;kayaknya berguna bgt gw&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dayat hardi</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/comment-page-1/#comment-141</link>
		<dc:creator>dayat hardi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2007 12:40:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/#comment-141</guid>
		<description>trimakasih atas tulisannya..
bener2 membuka dimensi yang baru...
tidak cukup rajin saja, tetapi kita harus terus belajar...
karena hanya dengan itu kita bisa hidup...
keep on growing and never give up...
tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>trimakasih atas tulisannya..<br />
bener2 membuka dimensi yang baru&#8230;<br />
tidak cukup rajin saja, tetapi kita harus terus belajar&#8230;<br />
karena hanya dengan itu kita bisa hidup&#8230;<br />
keep on growing and never give up&#8230;<br />
tq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: heiyanto</title>
		<link>http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/comment-page-1/#comment-103</link>
		<dc:creator>heiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Sep 2007 14:31:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dadangkadarusman.com/2007/09/09/memasarkan-diri-sendiri-%e2%80%93-mungkinkah-itu/#comment-103</guid>
		<description>Sepakat pak Dadang, saya sering menyampaikan esensi itu melalui beberapa ungkapan:
1. Manusia itu produk tercanggih, namun demikian agar punya &#039;Value Added in-use Product&#039; maksudnya produk yang mengandung nilai multiplier, produk ini harus selalu di-develop, di-controll, di-maintain.....caranya? 
2. Selftalk selalu, berdoa pada Tuhan-nya dengan suara nyaris berbisik&amp;sepenuh hati, apa yang ingin diraihnya ucapkanlah pada keheningan malam (selftalk),keep longlife learning agar kualitas wawasan keilmuan dan kebenarannya meningkatkan kualitas selftalknya, rubah semua materi karunia Tuhan jadi energi sehingga semua sumberdaya yang dimilikinya menjadi multiplier dlm konteks &#039;prosperity is the right use of one kind to lead an increase in that and other kinds&#039;
3. Dengan semua itu manusia akan mempunyai emotional stability, defence mechanism, integrity, interpersonalship, technical and cognitif skill yang bisa meningkatkan kualitas dirinya dan lingkunganya sebagai produk yang berakal, berbudi luhur, atau dengan kata lain bisa memanusiakan dirinya dan lingkungannya, yang bisa mangayu hayuning bawono alias mensejahterakan dirinya dan lingkungannya.
4. Ini yang harus dipahami semua manusia, khususnya para pengelola bangsa, sehingga semua cipta, karya dan rasa mereka memunculkan perilaku sebagai membajak tanah, bagaimana manusia menjadi media yang subur untuk tumbuhnya, terealisasikannya esensi kemanusiaannya, meluhurkan dirinya dan meluhurkan lingkungannya, komunitas manusia yang bahagia, sejahtera dunia akhirat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepakat pak Dadang, saya sering menyampaikan esensi itu melalui beberapa ungkapan:<br />
1. Manusia itu produk tercanggih, namun demikian agar punya &#8216;Value Added in-use Product&#8217; maksudnya produk yang mengandung nilai multiplier, produk ini harus selalu di-develop, di-controll, di-maintain&#8230;..caranya?<br />
2. Selftalk selalu, berdoa pada Tuhan-nya dengan suara nyaris berbisik&amp;sepenuh hati, apa yang ingin diraihnya ucapkanlah pada keheningan malam (selftalk),keep longlife learning agar kualitas wawasan keilmuan dan kebenarannya meningkatkan kualitas selftalknya, rubah semua materi karunia Tuhan jadi energi sehingga semua sumberdaya yang dimilikinya menjadi multiplier dlm konteks &#8216;prosperity is the right use of one kind to lead an increase in that and other kinds&#8217;<br />
3. Dengan semua itu manusia akan mempunyai emotional stability, defence mechanism, integrity, interpersonalship, technical and cognitif skill yang bisa meningkatkan kualitas dirinya dan lingkunganya sebagai produk yang berakal, berbudi luhur, atau dengan kata lain bisa memanusiakan dirinya dan lingkungannya, yang bisa mangayu hayuning bawono alias mensejahterakan dirinya dan lingkungannya.<br />
4. Ini yang harus dipahami semua manusia, khususnya para pengelola bangsa, sehingga semua cipta, karya dan rasa mereka memunculkan perilaku sebagai membajak tanah, bagaimana manusia menjadi media yang subur untuk tumbuhnya, terealisasikannya esensi kemanusiaannya, meluhurkan dirinya dan meluhurkan lingkungannya, komunitas manusia yang bahagia, sejahtera dunia akhirat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

