Thursday , August 28 2014
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Miscellaneous / Kapan Kiamat Datang? – Indonesiaku Makmur Dulu, Baru Kiamat

Kapan Kiamat Datang? – Indonesiaku Makmur Dulu, Baru Kiamat

Hore,
Hari Baru!
Tuhanku.

Kiamat akan ditunda dulu, bukan, Tuhan?
Sebelum Indonesiaku makmur, kiamat tidak akan terjadi.
Saya tahu Tuhan, jika saya mengatakan hal ini kepada orang-orang salih. Maka saya akan dihujat habis-habisan. Sebab, mereka mengira bahwa saya sudah mendahului Engkau. Tuhan. Ini antara Engkau dan saya saja, ya.

Oh, Tuhan, jika perasaan Engkau seakan saya mendahuluimu; ijinkan saya untuk mengatakan bahwa Engkau adalah penguasa mutlak masa depan semesta alam. Terserah Engkau kapan kami akan dikiamatkan. Namun, ijinkan pula saya untuk menguras unsur daya pikir kemanusiaan ini dalam keserbasempitterbatasannya.

Tuhan, jika Engkau berfirman bahwa semua yang Engkau ciptakan itu tidak akan pernah sia-sia. Maka. Saya percaya sepenuhnya. Bahkan seekor cacing yang Engkau ciptakan, memberi makna besar kepada bagaimana bumi menyuburkan dirinya sendiri. Tuhan, jika boleh, saya bilang; harga cacing sekilo tidak seberapa. Pasti jauh lebih murah dari nilai kiloan mobil tua yang saat ini masih dijadikan angkutan umum di kota Jakarta. Pastilah itu, Tuhan.

Tetapi, dengan mahluk murah itu. Engkau mengijinkan terjadinya rangkaian peristiwa agung nan menakjubkan. Serangkaian siklus mengagumkan; dari sebuah penciptaan. Kehidupan-Kematian-Kebusukan-Kesuburan-Kehidupan baru. Bukti bahwa Engkau tidak menciptakan apapun kecuali disertakan didalamnya manfaat bagi segenap umat.

Tuhan, jika untuk barang murah itu saja Engkau menyertakan manfaat; bolehkah saya beranggapan bahwa ketika Engkau menciptakan tanah-tanah subur negeri ini. Dimana didalamnya engkau menyimpan cadangan emas, perak, tembaga, dan minyak. Dan gas alam. Dan ikan-ikanan. Dan segala macamnya yang hampir tidak ada saingannya dimuka bumi ini. Bahkan negara seluas Amerika. Eropa raya. Afrika. Sebut saja apa. Engkau telah menjadikan negeri ini. Indonesiaku ini. Dengan segala keistimewaannya. Bukankah begitu, Tuhan? Puji syukur kepadamu kami panjatkan. Anugerahmu. Sungguh tak ternilaikan. Alhamdulillah. Puji Tuhan.

Tuhan. Kami punya banyak cacing. Dia sudah bermanfaat bahkan disaat kami tidak melakukan apapun kepadanya. Tetapi, bagaimana dengan emas-emas kami? Gas alam. Tanah. Air. Gunung? Semuanya. Bukankah akan sia-sia saja jika Engkau hancurkan sebelum kami manfaatkan? Beri kami waktulah sikit, Tuhan.

Saya mengakui. Kami memang bodoh. Kami, orang-orang yang Engkau beri kepandaian untuk mengelola semua sumber daya yang Engkau anugerahkan, Tuhan. Tapi, kami masih saja menyia-nyiakannya. Tuhan. Amerika, sudah tidak seperkasa dulu lagi. Eropa, tengah terengah-engah. Mereka bahkan tidak tahu lagi dari mana menemukan sumber pertumbuhan ekonominya. Karena kekuatan dalam negeri mereka sudah terkuras hingga nyaris habis. Kalaupun masih ada. Hanya sisa-sisa saja. Jikapun dipaksa untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasinya; ongkos produksi mereka akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil yang bisa mereka dapatkan. Jepang. Tidak mungkin lagi mengandalkan kelemahan atas ketidaan bahan baku mereka kepada negara lain; seperti yang mereka lakukan selama ini. Amerika akan segera menjadi masa silam, Tuhan. Eropa, bukanlah tempat yang menjanjikan masa depan. Jepang, bukan merupakan sebuah pilihan.

Kemana lagi mereka akan mencari sumber-sumber kemakmuran, Tuhan? Negeri kami, bukan? Oh Tuhan. Tolong. Jangan sampai kekayaan alam negara ini tersia-siakan. Tuhan. Jangan dulu kiamat. Tuhan. Jangan dulu kiamat. Ciptaanmu masih banyak yang belum dimanfaatkan. Jika kebodohan, dan ketololan kami selama ini telah menjadikan semuanya serba terlambat. Sehingga kami menjadi bangsa yang paling terbelakang. Maafkan Tuhan. Jangan khawatir. Sebentar lagi. Orang akan berbondong-bondong datang. Dan menjadikan semua penciptaanmu dinegeri ini memberi manfaat bagi kemakmuran kemanusiaan. Tuhan. Jika kami masih malas. Orang-orang lain akan datang dan melakukannya. Jangan khawatir Tuhan. Beri saja kami kesempatan. Semua penciptaanmu akan dimanfaatkan.

Tuhan. Jika Engkau membutuhkan jaminan. Saya akan memberikannya. Seperti Engkau tahu. Beragam kesepakatan. Kerjasama. Dan perjanjian pasar bebas, telah ditanda tangani. Tahun 2008 AFTA akan benar-benar berjalan. Dimana semua orang akan saling berseliweran. Bersaing. Tanpa batas. Eksploitasi potensi negeri ini akan benar-benar mencapai puncaknya. Tahun 2015 program millenium development diharapkan menunjukkan hasil yang direncanakan, Tuhan. Dijaman itu. Tidak akan ada lagi sumber daya yang menganggur. Semua akan dimanfaatkan. Dan setelah itu, negeri ini akan makmur Tuhan. Kaya raya. Maju. Dan sophisticated. Entah yang menikmati itu siapa. Bangsa kami sendiri. Atau para pendatang. Pokoknya semua penciptaanmu tidak akan sia-sia deh, Tuhan. Percayalah. Kami akan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Tolong ya, Tuhan. Beri kami waktu. Jangan kiamat dulu sebelum Indonesiaku makmur. Sebab, Indonesia adalah satu-satunya tempat dimana sumber kemakmuran masih tersisa. Setelah Indonesia makmur. Maka tidak ada tempat lagi didunia, yang bisa menyokong pertumbuhan ekonomi yang cukup. Untuk menghidupi manusia yang semakin banyak jumlahnya. Semakin rakus. Dan semakin bersemangat untuk saling memakan. Setelah itu. Silakan; Engkau kiamatkan.

Oh ya, Tuhan. Terimakasih. Engkau telah memberi kami kehormatan. Karena Engkau telah menjadikan Indonesiaku tempat singgah terakhir bagi pusat sumber kemakmuran umat manusia. Ke Indonesialah manusia seluruh dunia berharap. Untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka akan gas bumi. Minyak. Ikan. Industrialisasi. Apa saja. Terimakasih Tuhan. Negeri ini akan segera mendapatkan giliran, untuk menjadi negara paling makmur di akhir jaman.

Sementara itu. Ijinkan saya untuk bangun besok pagi. Dan dipagi itu, saya akan bergumam:

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:

  1. Tuhan tidak memberitahukan kapan tepatnya kiamat akan terjadi. Tetapi, Dia memberikan tanda-tanda yang bisa dibaca sebagai isyarat bahwa kiamat sudah dekat. Saat ini, konon sudah sangat banyak tanda-tanda dekatnya kiamat yang Tuhan isyaratkan bisa dilihat dan disaksikan oleh umat manusia. Tetapi, kita masih saja percaya diri bahwa kiamat masih lama.
  2. Dari sudut pandang ilmiah, kiamat merupakan sebuah kejadian yang tidak bisa dihindari. Kapan bumi dan planet-planet akan saling bertabrakan pun sudah bisa diperkirakan.
  3. Mungkin anda pernah mendengar kisah tentang kembalinya Isa Almasih ke bumi. Kedatangan Al Mahdi. Diperanginya Dajjal. Dan tanda-tanda sebelum kejadiannya. Konon, umur bumi hanya akan sekitar 70 tahun lagi saja. Jadi, jika Indonesia bisa makmur dalam tahun 2030 atau 2050. Maka, boleh jadi negara ini memang ditakdirkan untuk menjadi tempat singgah terakhir bagi perdaban tertinggi umat manusia. Sebelum bumi dihancurkan Tuhan.
  4. Jika Tuhan menganggap bahwa ketololan kita sudah kelewatan, sehingga sumber daya yang Dia berikan itu tidak kunjung juga dimanfaatkan. Bisa saja Dia meluluhlantakkan bumi ini besok. Atau lusa. Atau bahkan nanti malam. Apalah artinya kita yang ndableg ini jika dibandingkan dengan seluruh ciptaanya yang mencakup seisi langit? Jika diakhirat kelak kita mengirim pengacara dan menghujat: Tuhan, kenapa bumi sudah dihancurkan, padahal belum semua sumberdayanya memberi manfaat. Engkau telah menyalahi janjimu sendiri. Maka Tuhan akan menjawab: Bodohlah kau! Sudah kuberi kesempatan. Masih juga kau sia-siakan.