Oct
27
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kita kadang menyebutnya sebagai ‘hoki’. Itulah keberuntungan. Ada orang yang begitu yakin bahwa segala sesuatu itu bergantung pada keberuntungan. Ada pula yang sama sekali tidak mempercayainya. Tidak jarang keberuntungan dianggap sebagai sesuatu yang tidak lebih dari sekedar cerminan sikap inferioritas orang-orang yang bisa saja berhasil, sekaligus calon kambing hitam bagi orang-orang yang gagal. Orang berhasil yang rendah diri menganggap bahwa keberhasilannya itu ‘hanyalah sebuah keberuntungan’ belaka. Sementara orang-orang gagal dapat dengan mudahnya mengatakan; ‘saya kurang beruntung, makanya saya gagal’. Sesederhana itu. Ada dua pandangan ekstrim disini. Pertama, kemasabodohan dan kedua, ketergantungan terhadap sebuah keberuntungan. Sebagian orang menganggap bahwa kemasabodohan membawa penganutnya kepada sikap pencaya diri yang berlebihan. “Ini hasil kerja keras gue. Nothing to do with keberuntungan!â€. Orang ini semata-mata mengandalkan unsur kasat mata. Cenderung agak ‘kering’ dari unsur ruh atau spiritualitas. Sedangkan sebagian orang lainnya berpikir bahwa ketergantungan kepada keberuntungan menyebabkan penganutnya cenderung kurang indipenden. Bahkan sekalipun mereka sebenarnya memiliki kemampuan teknis yang memadai, namun, sering dikendalikan oleh keraguan atau kekhawatiran; “Jangan-jangan keberuntuangan tidak sedang berpihak pada sayaâ€. Tetapi, benarkah keberhasilan kita sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan keberuntungan? Ataukah, justru keberuntunganlah yang menyebabkan kita berhasil? (more…)
Oct
20
Psikologi Pemasaran: Antara Seni – Etika – Dan Kearifan
Filed Under Inspirational, Social Life | 5 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kemampuan memahami emosi seseorang bisa membantu para marketer mempengaruhi calon pelanggannya. Pada prinsipnya, kita bisa mempelajari kondisi emosional-psikologis seseorang. Bahkan membentuk, menciptakan, dan memainkannya agar mampu memasuki ruang khusus dalam dirinya sehingga kita bisa menawarkan produk yang tepat sebagai solusi atas kebutuhannya. Keampuhan teknik ini sudah diketahui sejak lama. Dan sejauh itu dimanfaatkan dengan kearifan, semua pihak akan mendapat manfaat. Kita perlu memahami hal ini. Baik kita sebagai konsumen atas suatu produk ataupun mungkin kita sebagai seorang marketer. Jika kita berada dalam posisi sebagai konsumen, maka ini akan membantu kita agar tidak menjadi objek eksploitasi. Sedangkan bagi seorang marketer, ini diperlukan untuk memastikan bahwa konsumen mendapatkan produk terbaik yang benar-benar bermanfaat baginya. Fungsi marketer adalah untuk membahagiakan konsumen dengan produk yang dipasarkannya. Bukan untuk memperdayai mereka; atau menguras uang mereka, agar mencapai target penjualan semata. Dan ingatlah pula, bahwa setiap orang adalah konsumen; termasuk para marketer itu sendiri. Sekalipun kita menjadi tenaga pemasaran produk tertentu; tetapi, pasti kita juga konsumen bagi produk lain yang dipasarkan orang lain. Maka, tetaplah berpegang teguh pada etika pemasaran itu; dan kita akan menjadi marketer sekaligus konsumen yang bermartabat. (more…)
Oct
13
Memberi Manfaat Kepada Orang Lain – Bisakah Kita?
Filed Under Inspirational, Social Life | 2 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Dijaman ketika hidup tidak terlampau mudah seperti saat ini; memikirkan diri sendiri bisa jadi sudah merupakan warna paling kentara dalam keseharian kita. Padahal, memikirkan diri sendiri merupakan cikal bakal munculnya sikap mementingkan diri sendiri. Dan ketika seseorang sudah mementingkan dirinya sendiri; maka lupakanlah keberadaan sendi-sendi pengikat yang menghubungkan manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Sebab, ketika setiap orang sudah mementingkan diri sendiri; tidaklah mungkin mereka bersedia mendengarkan suara yang sayup berbisik melalui hati nurani. Jangan tanyakan lagi apa pedulimu kepada orang lain. Sebab, tanpa hati nurani, kepedulian kepada orang lain sudah dengan sendirinya berubah menjadi jenazah, yang tak mungkin kunjung bangkit hidup kembali. Sementara itu, dibelahan bumi kerontang hampir seribu lima ratus tahun yang lalu, konon seorang bijak berkata: Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain. Mungkinkah dijaman ini kita bisa menjadi manusia yang ’sebaik-baiknya’ itu? (more…)
Oct
6
Kita Ini Bangsa Yang Besar – Bisakah Kita Menjadi Pribadi Yang Besar Juga?
Filed Under Indonesiaku, Inspirational | 5 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kita mengklaim Indonesia sebagai negara yang sangat besar. Dengan jumlah pulau yang bisa mencapai 18,000 buah, dan populasi sekitar 226 juta jiwa; tidak ada yang meragukan kalau bangsa ini memang benar-benar bangsa yang besar. Tetapi sebagai individu, bisakah kita juga menjadi ‘besar’? Jika ada seloroh ‘how low can you go?’; maka sekarang pertanyaan itu menjadi ‘How big can we be?’ Kita ini bisa sebesar apa? Ironis juga jika kita tinggal disebuah negara yang begitu besar, tetapi sebagai penduduk dan warga negaranya kita hanya bisa menjadi pribadi-pribadi yang kerdil. Kerdil bukan dari perspektif postur tubuh; melainkan dari nilai dan kualitas kepribadian kita. Ironis bukan hanya karena kita seolah tidak bisa mewakili kebesaran bangsa ini; melainkan juga karena kita tidak berhasil mengoptimalkan seluruh potensi diri kita yang sudah pasti nilainya sangat tinggi itu. Tetapi, apakah memang seharusnya kita menjadi pribadi-pribadi yang besar? (more…)



