Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kemampuan memahami emosi seseorang bisa membantu para marketer mempengaruhi calon pelanggannya. Pada prinsipnya, kita bisa mempelajari kondisi emosional-psikologis seseorang. Bahkan membentuk, menciptakan, dan memainkannya agar mampu memasuki ruang khusus dalam dirinya sehingga kita bisa menawarkan produk yang tepat sebagai solusi atas kebutuhannya. Keampuhan teknik ini sudah diketahui sejak lama. Dan sejauh itu dimanfaatkan dengan kearifan, semua pihak akan mendapat manfaat. Kita perlu memahami hal ini. Baik kita sebagai konsumen atas suatu produk ataupun mungkin kita sebagai seorang marketer. Jika kita berada dalam posisi sebagai konsumen, maka ini akan membantu kita agar tidak menjadi objek eksploitasi. Sedangkan bagi seorang marketer, ini diperlukan untuk memastikan bahwa konsumen mendapatkan produk terbaik yang benar-benar bermanfaat baginya. Fungsi marketer adalah untuk membahagiakan konsumen dengan produk yang dipasarkannya. Bukan untuk memperdayai mereka; atau menguras uang mereka, agar mencapai target penjualan semata. Dan ingatlah pula, bahwa setiap orang adalah konsumen; termasuk para marketer itu sendiri. Sekalipun kita menjadi tenaga pemasaran produk tertentu; tetapi, pasti kita juga konsumen bagi produk lain yang dipasarkan orang lain. Maka, tetaplah berpegang teguh pada etika pemasaran itu; dan kita akan menjadi marketer sekaligus konsumen yang bermartabat. Continue reading