Wednesday , September 30 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Disukai Semua Orang: Itukah Yang Kita Inginkan?

Disukai Semua Orang: Itukah Yang Kita Inginkan?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Disukai orang lain itu merupakan sebuah kenikmatan. Makanya tidak heran kalau banyak orang berlomba-lomba untuk menyenangkan orang lain, supaya orang-orang itu menyukainya. Lagipula, apa salahnya sih membuat orang lain suka sama kita? Bukankah bagus-bagus saja jika kita membuat orang lain senang? Berarti kita berhasil melakukan sesuatu sesuai keinginan mereka, bukan? Stop. Jangan diteruskan. Apa yang dimaksud dengan ’kita berhasil melakukan sesuatu sesuai keinginan mereka’ itu? Dalam konteks melayani, memang kita dituntut untuk bisa melakukan sesuai keinginan mereka; apalagi jika mereka itu pelanggan kita. Tetapi, apakah segala yang mereka inginkan harus kita penuhi? Saya yakin anda sependapat untuk menjawab ’tidak’. Tidak semua yang mereka inginkan harus kita ikuti dan penuhi. Contohnya apa? Ketika keinginan orang lain melampaui batas-batas etika. Ada yang seperti itu? Banyak. Dan ketika keinginan mereka mengandung unsur kriminal. Adakah? Tak terbilang. Juga ketika keinginan mereka merendahkan martabat kita sebagai seorang manusia. Memangnya bisa terjadi? Mengapa tidak? Betapa banyak orang yang menginginkan sesuatu, meskipun dia tahu bahwa orang lain harus mengorbankan martabatnya demi terpenuhinya keinginan itu. Ada banyak hal yang diinginkan oleh orang lain; dan kita tidak perlu mengikutinya. Tetapi, bukankah kalau kita tidak memenuhi keinginan mereka maka mereka tidak akan menyukai kita? So what?

Beberapa hari yang lalu, saya menemani Pak Presiden Direktur menjamu seorang tamu penting dari kantor pusat. Menikmati dinner di restauran bergaya masakan Perancis dengan kedua orang hebat itu menyebabkan saya seperti mempunyai dua orang body guard bule. Soalnya, badan saya kecil. Mereka berdua tinggi besar; jadi, bolehlah saya mengangkat diri sebagai tuan muda yang dikawal dua body guard. Bukan hanya itu; saya juga menikmati ambiance-nya. Tempat yang betul-betul cozy. Jika anda ingin mencobanya; restoran itu berada di daerah Senopati. Oh ya, saya turut gembira jika anda disukai banyak orang. Tetapi, cobalah renungkan sejenak: benarkah anda menginginkan semua orang menyukai anda? Baiklah. Mana yang anda benar-benar inginkan; orang lain menyukai anda atau, mereka menghargai anda? Wadduh, apalagi ini? Menyukai atau Menghargai? Jika anda berpikir bahwa anda butuh orang menyukai anda, boleh saja. Anda tahu kan caranya? Ya, benar: bikin mereka senang. Tetapi, bukankah kita sering mendengar bahwa tidak mungkin untuk menyenangkan semua orang? Anda tidak bisa membuat semua orang senang, kata orang. Menurut saya justru sebaliknya. Bisa. Anda bisa membuat semua orang senang; selama anda bersedia melakukan apapun yang mereka inginkan.

Jadi, mana yang lebih anda inginkan: semua orang menyukai ATAU menghormati anda? Baiklah, mari sebelumnya kita bedakan; menyukai dan menghormati. Jika anda ingin semua orang menyukai anda, maka boleh jadi anda harus menyuap sebagian dari mereka. Karena, kita semua tahu, begitu banyak orang serakah dimuka bumi ini sehingga hanya dengan menyuaplah, anda bisa membuat manusia dari jenis ini menyukai anda. Semakin banyak anda menyuap, semakin suka dia pada anda. Boleh jadi, anda juga harus menjilat. Karena banyak sekali orang yang senang dijilat-jilat. Tahukah anda ’jilat’ itu apa? Jiji, lha kok Nikmat, katanya. Kalau anda tidak bisa menjilat manusia jenis ini, anda tidak bisa menjadikan mereka menyukai anda. Boleh jadi anda harus melakukan perbuatan amoral. Karena – seperti yang anda ketahui – banyak sekali orang yang memanfaatkan kedudukannya untuk memaksa orang lain berbuat amoral agar mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Anda bersedia melakukannya? Tidak. Baiklah, jadi lupakan keinginan untuk menjadikan semua orang menyukai anda.

Sekarang. Ada banyak orang yang tidak menyukai anda. Mereka bilang; anda tidak bisa diajak kompromi. Anda tidak bisa diminta sedikiiiiiiiit saja berbuat amoral. Mereka tidak menyukai anda. Anda bersedih? Ah, lupakan pertanyaan itu. Anda takut? Jangan takut. Sebab, meskipun mereka tidak menyukai anda; jauuuuuuuh dilubuk hati yang paling dalam, mereka menghormati keteguhan anda. Jika anda tidak mengikuti keinginan mereka yang menyimpang, meskipun mereka tidak menyukai anda; tapi, mereka sungguh menaruh rasa hormat sejati dalam hatinya – kepada anda.

Kedua body guard saya terus nyerocos dengan kata-kata yang tidak sepenuhnya bisa saya mengerti. Tapi, ada satu point penting yang sangat berharga bagi saya. Ketika mereka berdiskusi tentang orang-orang sukses, mereka sampai kepada sebuah kalimat yang berbunyi: ”No matter how hard others dislike you, as long as you get their respect, you will always be fine….”. Untuk membantu saya memahami pelajaran ini, mereka menceritakan seorang tokoh hebat. Tokoh nyata, bukan fiksi. Orang hebat ini, tidak disukai siapapun di perusahaan. Menurut semua orang diperusahaan itu: dia adalah atasan yang sangat menuntut. Bawel. Rewel. Pemarah. Tidak kenal kompromi. Sebutkan segala hal yang anda benci pada atasan anda; maka orang yang satu ini memilikinya. Sangat suuulit untuk membuatnya puas pada pekerjaan kita. Dia benar-benar menyebalkan! Taaaaapi…, menurut kedua body guard saya; semua orang diperusahaan menaruh rasa hormat yang sangat, sangat, sangat, saaaaaaangat tinggi kepada orang ini.

Menurut pendapat anda, bagaimana seseorang yang begitu tidak disukai; bisa mendapatkan rasa hormat yang begitu murni? Kata body guard saya; orang ini berpegang teguh pada kejujuran. Dia juga adalah orang yang tegas. Pekerja keras. Adil. Fokus pada kontribusi positif. Dan, tindakannya benar-benar sejalan dengan perkataannya. Jika dia bilang bawahannya tidak boleh terlambat masuk kantor, maka dia adalah orang yang paling pagi datang ke kantor. Jika dia mengatakan ’kamu tidak becus!’, maka dialah orang yang menunjukkan arti kebecusan melalui keteladanan. Jika dia menuntut anak buahnya berdisiplin; maka dialah contoh paling depan tentang arti kedisiplinan. Dan tahukah anda; dari tangan orang ini, lahir begitu banyak pemimpin-pemimpin bisnis kelas dunia lainnya; termasuk kedua body guard saya itu. Keduanya pernah berada dibawah gemblengan tokoh ekstrim kita yang tidak disukai orang itu. Meskipun di negara dan masa yang berbeda. Jadi, saya bisa menemukan bukti bahwa apa yang mereka ceritakan itu bukan omong kosong belaka. Pertanyaannya: apakah mereka menyukai tokoh kita ini? Jawabnya; secara personal, tidak! Dia kasar. Penuntut yang tidak kenal ampun. Pokoknya nyebelllllllin, banget! Tapi, secara professional mereka sependapat; ini adalah orang yang layak untuk mendapatkan tanda bintang sebanyak-banyaknya.

Jangan tanya apa nama menu makanan yang saya pesan. Sebab, saya tidak pernah berhasil melafalkan kata apapun dalam bahasa Perancis. Daya ingat saya juga buruk, sehingga saya tidak bisa menulis ulang huruf-hurufnya. Pokoknya saya pesan soup untuk appetizer. Sedangkan untuk main course-nya saya memilih ’Black Angus’. Kami bertiga memesannya, karena konon itu adalah menu yang paling recommended. Bedanya, kedua body guard saya menginginkan medium-rare, sedang saya mau medium-well.

Kita, mungkin tidak ’segila’ tokoh kita itu. Tetapi, tidak berarti bahwa kita boleh berharap semua orang menyukai kita. Tidak perlu bermimpi semua orang akan senang mendengar ocehan kita. Tidak perlu memaksa semua anak buah menyukai kita. Karena, ”No matter how hard others dislike you, as long as you get their respect, you will always be fine….”. Sekalipun mereka tidak menyukai anda; selama anda bisa mendapatkan respek mereka, anda akan baik-baik saja.

Kita menyebut ’respect’ itu sebagai ‘rasa hormat’. Dan ingatkah anda, bahwa rasa hormat itu datang dari sebuah kata bernama:”kehormatan”. Sedangkan kehormatan merupakan buah dari pohon bernama perilaku positif. Jadi, jika kita berfokus pada, dan melakukan tindakan-tindakan negatif, sesungguhnya kita sedang mempertaruhkan kehormatan kita. Bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki kehormatan, mendapatkan rasa hormat? Jadi, jika kita mengorbankan kehormatan untuk menyenangkan orang lain, mungkin mereka akan suka pada kita. Tapi didalam hati, mereka mengejek kita. Lagipula, mengapa orang-orang ini harus menaruh hormat pada kita jika mereka tahu bahwa kita bisa dengan mudah menggadaikan kehormatan yang kita miliki?

Jadi, apa yang bisa kita lakukan adalah; tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai positif. Menjaga moral. Dan memastikan bahwa apa yang kita lakukan itu untuk meningkatkan nilai kebaikan diri kita. Berkontribusi kepada orang lain, jika memungkinkan. Dengan begitu, boleh saja orang tetap tidak menyukai anda. Tetapi, hati mereka menghormati anda. Hati mereka. Karena kebanyakan dari mereka tidak mau secara terbuka mengakui penghormatan itu. Mulut mereka boleh mencela anda. Jari mereka mencari-cari kesalahan dan kelemahan anda. Memaki anda. Mengusir anda. Bahkan memecat anda dari pekerjaan. Tapi, hati mereka: t-i-d-a-k-b-i-s-a-b-e-r-b-o-h-o-n-g pada dirinya sendiri. Jikapun mereka tetap tidak menghormati anda, ingatlah; nilai hidup anda tidak ditentukan oleh orang seperti mereka itu, melainkan oleh kontribusi yang bisa anda berikan kepada diri sendiri, dan orang-orang disekitar anda. Sekalipun anda selalu berkata jujur. Bertindak benar. Mengajak orang sama-sama berbuat kebaikan. Menyampaikan hal-hal positif. Akan selalu ada orang yang mengorek-ngorek kekurangan anda. Katakan saja pada diri anda sendiri bahwa: tidak ada orang yang sempurna. Tapi, selama kita bisa mengurangi perilaku negatif kita, dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik, maka kita bisa bilang : “kucing mengeong, kafilah berlalu….”

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:
Black Angus yang saya pesan itu benar-benar steak kelas satu. Luwezzzatnya minta ampyun. Serat-serat dagingnya begitu lembyut. Kalau tidak percaya, datang saja kesana. Konon chef-nya beneran orang Perancis. Tapi, ssssst… ini rahasia; saya berani makan malam disana hanya kalau ditraktir boss. Jika tidak, saya pilih makan di warteg saja. Haha. Jangan bilang siapa-siapa!

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

10 comments

  1. Saya jadi tahu, semua orang suka warteg di pinggir jalan, dari pada steak black angus si perancis, atau si amerika, atau si australia..!
    Kang DADANG, si the bos of KEHORMATAN, saya setuju banget, asalkan dasar dari kehormatan adalah: bukan GILA hormat, apalagi PINGSAN hormat, dan TIDUR sama hormat, alias,
    JUJUR, KERJA KERAS, BERTANGGUNG JAWAB, dan PEDULI, tak ada lagi yang JUAL kehormatan.
    Setuju itulah sikap professional, benar, tidak akan disenangi oleh semua orang.
    “banyak orang senang dibohongi, tapi jangan berbohong.., jika anda berbohong, anda menjual kehormatan anda..hmmm..!”
    Ada catatan kaki:
    Amsal 28:20 “orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman”
    harry uncommon purnama

  2. Saya berharap disukai banyak orang, untuk hal-hal baik, saling menghormati secara wajar, mengingatkan kita kalau berbuat salah…dan saling menjaga etika, serta perbutan halal (legal). Tak perlu disukai semua orang, tapi tentu saja kalau yang suka hanya sedikit berarti ada yang salah pada kita.

  3. Karena website anda ini, anda menjadi orang yang saya sukai sekaligus saya hormati.
    Makasih Pak Dadang!!

  4. Sangat inspiratif! Tulisan anda Briliant. Semoga saya bisa belajar banyak dari anda. Saya baru memulai dunia profesional. Mohon bimbingannya, Pak. Oya, kalo sempat berkunjung ke blog saya yach! L) Thx.

  5. #4. Beli Made. Sama dong. SAya juga baru memulai dunia professional beberapa tahun lalu. Selamat ya dengan tampilan blig barunya.

  6. sangat inspiratif

    saya suka quotenya ”No matter how hard others dislike you, as long as you get their respect, you will always be fine….”

    btw, di paragraf terakhir, kenapa kucing yah ? he he

  7. pak dadang,,
    saya sedang browsing2 untuk menambah referensi artikel, saya “nyasar” ke blog ini. tapi saya nggak nyesel karena blog bapak sungguh memberikan inspirasi. tidak menggurui tapi bisa memberikan saya perlajaran yang “ngena” banget.
    terimakasih.. 🙂

  8. Askum, thnx pak atas artikelnya bagus bgt,,

  9. Menurut qw stiap org tu prlu dskai oleh siapa sja krna stiap org tu sndri prlu ksh syang yg tlus dr org lain.

  10. di sukai semua orang..??caranya gimana ya??

    apalagi disukai oleh ibu dan bapak sendiri??
    kenapa di bedain ya ??