Wednesday , September 30 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Seberapa Banyak Tabungan Emosi Positif Anda?

Seberapa Banyak Tabungan Emosi Positif Anda?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Jika mendengar kata ‘tabungan’, biasanya otak kita langsung mengasosiasikannya dengan uang. Berapa jumlah uang yang kita simpan di bank, dalam celengan, dibawah bantal, disela-sela buku, dikolong tempat tidur, atau tempat-tempat aneh lainnya. Kadang-kadang, kita baru ‘menemukan’ uang yang kita ‘tabung’ itu sepuluh tahun kemudian. Itupun dengan tidak sengaja. Ketika kita hendak memindahkan lemari buku. Tiba-tiba saja ada dua lembar uang kertas lima puluh ribuan. Setelah kita ingat-ingat, ternyata memang kitalah yang ‘menabung’ uang itu sepuluh tahun yang lalu. Bagaimana dengan tabungan emosi positif? O-ow?! Tabungan emosi positif. Rasanya kok agak janggal ya? Benar, ‘tabungan emosi positif’. Pernahkah kita menabung emosi positif?

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti sebuah program pelatihan yang difasilitasi oleh Pak Anthony Dio Martin dan Pak Max Sandy. Salah satu topik menarik dalam sesi tersebut adalah tentang teori ember dan gayung-nya Donald Clifton. Kita tahu bahwa hanya ember yang berisi air saja yang dapat memberi si gayung air. Ember kosong, tidak mungkin memberi air pada si gayung.

Jika ember itu diumpamakan sebagai diri kita, sedangkan air adalah gambaran dari emosi positif yang mengisi tubuh kita itu, maka itu berarti bahwa “hanya jika diri kita dipenuhi emosi positif saja, kita bisa memberikan energi positif kepada orang lain”. Kita tahu bahwa orang-orang yang jiwanya ‘kering’ tidak mungkin bisa memberikan kesejukan kepada orang lain. Sehingga jika kita membiarkan diri kita sendiri menjadi kering, maka kita tidak akan mampu untuk memberikan energi positif itu kepada orang lain.

Ngomong-ngomong, akan anda apakan uang lembaran lima puluh ribuan yang ditemukan dibalik lemari itu? Mentraktir teman? Atau mengajak anak-anak makan kerang rebus di warteg pinggir jalan. Atau, barangkali anda memberikannya kepada petugas kebersihan yang sedang menyapu sampah sisa-sisa tiket yang bertebaran dipintu gerbang tol. Anda mempunyai begitu banyak pilihan, bukan?

Begitu pula dengan tabungan emosi positif yang anda miliki. Anda bisa memberikannya kepada orang-orang disekitar anda, sehingga dengan pemberian energi positif anda itu, mereka bisa mengisi ‘ember-ember’ jiwa mereka. Dan karenanya, hidup mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hey, lihat: Anda sudah menjadikan hidup seseorang menjadi lebih baik. Ketika anda memberinya energi positif, mereka menjadi semakin positif juga. Mereka semakin bahagia. Dan ketika mereka merasakan ember mereka penuh juga, mereka kemudian memberikan energi positif itu kepada orang lain. Lihatlah, ternyata, semudah itulah kebaikan menyebar dari satu orang kepada orang lainnya. Dan ketika penyebaran itu menjadi sebuah wabah; maka kebaikan kecil yang anda tebarkan pada satu orang; kini sudah menyebar kepada seluruh manusia dimuka bumi ini…….

Sebentar dulu. Mestikah kita memberikan tabungan emosi positif itu kepada orang lain? Seperti uang yang anda tabungkan; anda boleh menggunakannya untuk apa saja. Untuk diri anda sendiri, atau untuk orang lain. It’s your call. Demikian pula halnya dengan emosi positif yang anda tabungkan. Anda bisa gunakan untuk diri anda sendiri agar hari-hari anda menjadi indah. Bisa pula diberikan kepada orang lain. Agar hari-hari anda menjadi penuh arti. Dan kaya makna. Bedanya, uang tabungan anda mungkin akan habis sesaat setelah anda menggunakan atau memberikannya. Sedangkan emosi positif, akan semakin bertambah ketika anda memanfaatkannya. Entah anda memanfaatkan untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain. Contohnya begini. Sifat penolong adalah salah satu bentuk emosi positif. Ketika anda menolong orang, sebenarnya anda sedang memberikan energi positif itu kepada orang lain. Sebaliknya, ketika mendapatkan pertolongan anda, orang itu membalasnya dengan ucapan terimakasih dan senyum yang tulus. Anda, ketika melihat senyum itu diwajahnya, merasa begitu bahagia. Dan. Ketika kebahagiaan memasuki relung hati anda, tabungan emosi positif didalam ‘ember’ anda kembali terisi.

Sekarang coba tengok lebih jauh kedalam hati orang itu. Begitu berterimakasihnya dia pada anda. Sehinggga dia berjanji didalam hati; kelak, jika dia sudah keluar dari permasalahan ini, dia akan meniru anda. Dia akan mencari orang lain yang berada dalam kesulitan serupa. Dan dia akan menolong orang itu sebisanya. Lihatlah. Ember emosi positif orang itu bertambah.

Setahun kemudian, orang itu benar-benar menemukan seseorang yang butuh pertolongan. Dan dia benar-benar menolongnya. Dia bahagia. Orang yang ditolongnya bahagia, ditambah bonus cita-cita untuk menolong orang lain dikemudian hari.

Anda menyaksikan rentetan peristiwa itu berulang terus menerus, dari satu orang kepada orang-orang lainnya. Sehingga seolah-olah kini sebagian bear orang yang anda temui, merupakan bagian dari ‘jaringan’ yang anda bangun. Begitu banyak orang yang telah tertolong, yang kemudian menjadi sang penolong lainnya. Begitu seterusnya. Dan hey…., lihatlah. Ember emosi positif anda semakin terisi penuh.

Semua orang baik dimuka bumi ini suka memberi. Mereka menyisihkan sebagian dari uang yang dihasilkannya setiap bulan untuk memberi pada orang lain. Entah seribu rupiah. Atau sepuluh ribu. Seratus ribu. Satu juta. Berapa saja. Tetapi, mereka – kita semua – hanya bisa melakukannya jika sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup dasar terlebih dahulu. Kita tidak mungkin memberi kepada orang lain jika kebutuhan hidup kita sendiri belum terpenuhi. Kalau kita masih bertanya; hari ini anak-anak saya makan apa? Akan sangat sulit bagi kita untuk bersedekah, bukan? Oleh karena itu, kita harus menghasilkan lebih banyak dahulu untuk bisa melakukan sesuatu bagi orang lain. Begitu pula dengan emosi positif. Kita harus terlebih dahulu memiliki jumlah yang cukup untuk menjadikan hidup kita positif, sebelum mampu berbagi dengan orang lain.

Bagaimana jika tabungan emosi positif kita benar-benar sedikit? Bukankah tidak mudah untuk mencari tambahannya? Tidak usah khawatir. Karena selalu ada cara bagi kita untuk terus menerus menambah tabungan emosi positif itu. Pertama, kita bisa melakukannya dengan diri sendiri. Mulai dari cara sederhana saja. Misalnya, dengan sekedar memiliki keyakinan bahwa anda dapat mengatasi masalah yang sedang anda hadapi, tabungan emosi positif anda mulai bertambah sedikit. Jika anda melakukan sebuah tindakan untuk mengatasi masalah anda; tabungan itu bertambah sedikit lagi. Ketika menghadapi rintangan dalam upaya itu, lalu anda kesal, tabungan itu berkurang. Tapi, ketika anda katakan: rintangan ini akan menjadikan aku SEMMMAAAAKIN KUAT!!!, maka tabungan emosi positif anda BERTAMBAH sangat banyak. Begitulah seterusnya. Anda bisa mengisinya kembali, sebanyak yang anda inginkan.

Tapi…., memang tidak selalu mudah melakukannya, terutama jika kita hanya bergumul sendirian. Kita perlu cara kedua, yaitu: melibatkan orang lain yang mempunyai banyak tabungan emosi postif. Anda bisa menambah tabungan itu dari mereka. Tidak perlu ragu-ragu untuk hal ini. Sebab, orang-orang yang memiliki begitu banyak tabungan emosi positif disekitar anda, akan dengan senang hati memberikan tabungan yang mereka miliki kepada anda. Semakin anda mengambil dari mereka, semakin bahagia mereka adanya. Oleh karena itu, pandai-pandailah memilih teman. Sebab, jika anda berteman dengan orang yang tepat; maka tabungan emosi positif anda akan semakin hari semakin banyak. Dan oleh karenanya, kemampuan anda untuk menularkan emosi positif itu kepada orang lain, akan semakin hari semakin besar. Dan itulah sesungguhnya, saat dimana anda menjadi bagian penting dalam perputaran roda kehidupan yang Tuhan rancang. Mau?

Hore,
Hari Baru!

Catatan Kaki:
Saya beruntung telah dipersaudarakan Tuhan dengan seseorang yang berkenan menjadi ‘buddy’ bagi saya. Seseorang yang bersedia mendengar. Membuang pulsa dan waktunya untuk sekedar mengingatkan saya; untuk terus fokus dan hidup bersama mimpi-mimpi yang saya miliki. Orang itu bernama Aping Kardipin. Thank you, buddy. I got your message this morning…….

Buku Belajar Sukses Kepada Alam

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

10 comments

  1. Wah..wah..tambah lagi nih tabugan kang DADANG
    untuk sorga. TERIMA KASIH sumbangannya, tabungan
    sudah tambah 1 digit..yang bisa ketemu back ketika geser-geser lemari pakaian kelak..!

    Mekanisme matematika Tuhan:
    “jika kita memberi, tabungan bertambah, jika kita menerima, tabungan berkurang”

    Mekanisme matematika Dunia:
    “jika kita memberi, tabungan berkurang, jika
    kita menerima, tabungan bertambah”

    Kebanyakan orang yang SULIT memberi/sulit menolong orang lain, karena masih pakai/dikuasai
    matematika Dunia [pake LOGIKA dagang]. Coba, ganti dengan matematika Tuhan, khan jadi rajin
    sekali memberi/berbagi/menolong orang lain.
    Saya berterima kasih kepada Tuhan sudah lama dibukakan rahasia ini.

    Mari berbagi!
    harry uncommon purnama

  2. Always kok pak… 🙂

    Salam kenal, nice blog, seem we are at the same “page” here… 🙂

    Thanks.

  3. Sebuah tulisan yg menarik…
    memmnuhi logika berpikir begini bisa membantu memberi jalan keluar dari penat..
    tetapi dasar manusia selalu butuh bukti nyata 🙂

    Salam kenal kembali Mas 🙂

  4. pertama tama saya ingin memperkenalkan diri : nama saya andi bagus dari surabaya pak..

  5. emosi terkadang kembang kempis mengikuti lingkungan disekitar..bener banget, jika kita memiliki emosi yang positif tentunya orang di sekitar kita akan terayomi..

  6. Ibu saya selalu mengingatkan agar kita selalu berbuat kebaikan, umpamanya naik becak (saya dibesarkan di kota kecil), menawarnya jangan ngotot, agar si tukang becak bisa membawa uang cukup untuk beli beras buat keluarganya di rumah. Dan kalau beli sesuatu kemahalan, ibu selalu berkata, kita lebih beruntung, jadi kalau kemahalan, itu adalah keuntungan penjual, supaya dia punya uang untuk anak-anaknya.

    Syukurlah, setiap kali saya menemui kesulitan, selalu ada orang menolong tanpa di sangka-sangka, mungkin karena ibu selalu menabung hal-hal positif untuk anak-anaknya.

  7. Postingan yang bagus Pak. Saya jadi malu kalo masuk ke mari mengingat saya nggak bisa menulis sebagus Bapak.

    Semoga ember tabungan positif saya setiap hari semakin bertambah ya Pak. Semakin banyak isi ember tabungan positif saya semoga semakin banyak bisa digunakan untuk memberikan tabungan positif kepada orang lain. Semoga bisa ya Pak.

    Btw, salam kenal. Makasih banyak sudah mampir ke blog saya. Makasih doanya. Sering-sering mampir ke tempat saya ya Pak.

  8. Tulisan yang bagus, terimakasih untuk pelajarannya hari ini.

  9. Dadang Kadarusman

    # Mas Cempluk. Terimakasih. Arek Suroboyo memang Moooy. Tahun 1999 saya pernah tinggal di Suroboyo, Rungkut Tempatnya. Ketika itu kantor menugaskan saya untuk dikantor cabang kami. Btw, blog mu keren abis. Sayangnya saya ndak bisa kasih komentar disana, soalnya gak punya password, haha.

    #6 Ibu Edratna, Pak Harry Uncommon Mulia Purnama mengirim saya email, khusus. beliau bilang, Ibu Edratna benar. Dan saya sependapat dengan beliau.

    Untuk semuanya, terimakasih banyak.

  10. Sangat baik sekali menurut saya adanya psikologi pemasaran diindonesia perlu di realisasikan mendatang/ dengan seminar 2 Minggu sekali…