Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Menguping pembicaraan orang lain bukanlah tindakan terpuji. Lagi pula, apa untungnya mendengarkan sesuatu yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kita. Namun, kadang-kadang ada situasi dimana kita tidak bisa menghindarinya. Sehingga mau tidak mau kita mendengarnya juga. Tidak jarang mereka lepas kendali, dan lupa bahwa pembicaraan mereka bisa didengar oleh orang lain. Seperti yang dilakukan oleh dua orang karyawan yang saling menggosipkan atasannya di toilet sebuah gedung perkantoran. Keduanya tertawa terbahak-bahak ketika mengatakan betapa ’tolol’-nya atasan mereka. Keesokan harinya, kedua orang itu dipanggil sang atasan. Kemudian atasannya menceritakan setiap kata yang mereka perbincangkan kemarin di toilet. Rupanya, atasannya sedang berada di bilik toilet yang bersebelahan! (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kepada saya pernah dinasihatkan; jangan sampai kamu membiarkan hatimu menjadi buta, tuli, dan bisu. Mungkin nasihat itu terasa seperti sekedar basa-basi. Tetapi jika kita coba cermati, ternyata memang; hati manusia itu menentukan segala tindakan dan perbuatannya. Baik kepada diri sendiri, maupun orang lain. Orang-orang yang hatinya buta, tidak dapat melihat dampak merugikan yang ditimbulkan dari perilakunya yang buruk. Orang-orang yang hatinya tuli, tidak bisa mendengar jerit tangis orang lain. Dan orang-orang yang hatinya bisu, tidak mampu mengatakan bisik kebajikan bahkan sekedar kepada dirinya sendiri. Jadi, sungguh berbahaya jika manusia sampai membiarkan hatinya menjadi buta, tuli, dan bisu. Sebab jika sudah demikian, kita yang menganggap diri sebagai mahluk mulia ini tidak akan malu lagi untuk melakukan apa saja. Seburuk apapun itu. Karena kita pada dasarnya; tidak lagi memiliki hati nurani. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kepada kita selalu dikatakan untuk mencintai pekerjaan. Sebab katanya, jika kurang mencintai pekerjaan yang kita miliki, maka tidak mungkin kita bisa mengoptimalkan potensi diri yang ada dalam diri kita. Nasihat ini sungguh masuk akal. Sebab, tidaklah mungkin bisa bersungguh-sungguh mencurahkan 100% kemampuan yang kita miliki untuk mengerjakan sesuatu yang tidak kita cintai. Tantangannya sekarang adalah; bagaimana mengukur rasa cinta kita kepada perkerjaan? Tahukah anda? (more…)