Tuesday , September 29 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Menjadi Diri Kita Sendiri

Menjadi Diri Kita Sendiri

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Tentu kita sudah pernah mendengar kalimat ini; jadilah dirimu sendiri! Sungguh, jika seseorang mengatakan hal itu kepada anda, dengarkanlah kata-katanya. Dan turutilah. Sehinga menjadilah anda; diri anda sendiri. Beda jika kepada anda dikatakan ’perkayalah dirimu sendiri!’. Atau, ’dahulukan kepentinganmu sendiri!’. Tidak selalu perlu untuk anda turuti. Sebab, nasihat-nasihat seperti itu sering membuat anda tersesat. Tetapi, jadilah dirimu sendiri!, merupakan sebuah nasihat yang akan sangat membantu anda untuk menjadikan hidup anda memiliki makna. Jika kepada anda belum pernah ada yang mengatakannya selama ini; maka anggaplah ini merupakan saat bagi anda untuk memulainya. Memulai apa? Memulai untuk ’bersungguh-sungguh’ menjadi diri anda sendiri. Dan, jadilah dirimu sendiri!

Bukan hal aneh jika berkali-kali saya mendapatkan email dari teman. Baik teman lama, maupun teman baru. Mengabarkan bahwa mereka membaca artikel-artikel serupa dengan yang saya tulis, dan seseorang mengklaim bahwa artikel itu ditulis olehnya. Dari mulai sekedar menyingkirkan nama saya dari artikel itu. Atau membubuhkan namanya sendiri diakhir atau awal artikel dengan menambahkan kata ’by’.”Gue bingung deh, Dang. Elo yang niru, apa dia yang ngaku-ngaku….?” katanya. Soalnya mirip banget, teman saya itu menambahkan. Paling hanya diedit sedikit-sedikit, lanjutnya. Namun, boleh jadi memang Tuhan mengajarkan hal yang sama kepada banyak orang dengan cara yang sangat persis, bukan? Jadi, segalanya bisa sama. Lalu teman saya menghardik; elu itu yach, naif banget!

Mungkin benar saya ini naif. Tetapi, kalaupun memang hal itu terjadi, bagaimana jika saya relakan saja semuanya itu? Lagi pula, hal itu tidak hanya menimpa saya. Tetapi juga orang lain. Kasus saya itu tidaklah seberapa dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa lain dalam kehidupan nyata kita. Didunia musik, sudah sejak lama para musisi mengkritisi pencipta lagu yang hasil karyanya begitu mirip dengan lagu-lagu lain. Entah itu dengan lagu-lagu jaman dahulu kala sehingga tidak banyak lagi orang yang mengenalnya. Atau juga dengan lagu-lagu dinegara lain. Didunia seni lukis juga demikian. Sehingga para kurator harus bekerja keras untuk menilai apakah lukisan itu benar-benar asli atau tidak. Apapun itu, bagi saya; sebuah karya bisa mirip. Sangat mirip. Mungkin juga identik. Dan boleh jadi, keduanya merupakan karya yang asli. Siapa tahu? Yang penting, kita menghindarkan diri dari perilaku yang tidak terpuji. Selesai.

Sekarang, bagaimana jika kita mencoba menarik pelajaran penting yang dikandungnya saja? Sesuatu yang bermanfaat bagi setiap individu; anda dan saya. Yaitu pelajaraan untuk ’menjadi dirimu sendiri’. Belajar tentang sesuatu yang kita sebut sebagai identitas diri. Betapa banyak manusia yang mengalami krisis identitas diri. Oleh karenanya, tidak terlalu mengherankan jika para ahli dan pemikir positif terus menerus mengatakan jadilah dirimu sendiri!

Oh ya, menurut pendapat anda; mengapa kalimat usang itu masih tetap laku dijaman ini? Anda benar, karena sampai sekarang pun kita masih mempunyai kecenderungan itu. Nyaris dalam segala aspek kehidupan kita. Sudah sejak lama kita terpenjara dalam sejenis penyakit kejiwaan ini. Mengapa dikategorikan sebagai penyakit kejiwaan? Karena, ini mengindikasikan ketidakpercayaan kita kepada diri kita sendiri. Tepatnya, kita tidak memberikan cukup kepercayaan kepada diri kita sendiri. Kita, tidak percaya bahwa kita bisa berbuat sebaik, bahkan lebih baik dari orang lain. Sikap ini kemudian menuntun kita kepada rendahnya penerimaan kita terhadap diri kita sendiri. Dengan kata lain, kita ’tidak menginginkan diri kita seperti apa adanya’. Dan akhirnya, kita terjebak dalam krisis identitas diri yang kronis.

Hey, ingatlah; saya tidak sedang membahas para peniru itu. Saya sedang membahas diri kita sendiri. Jadi, hendaknya tidak terlalu yakin dulu dengan mengatakan bahwa kita tidak mengalami krisis semacam itu. Benarkah? Jika anda masih suka merasa ’kurang pede’; berhati-hatilah. Itu bisa menjadi salah satu indikasinya.

Memang, proses abrasi identitas diri ini terjadi sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan sehingga kita sering tidak menyadarinya sama sekali. Kita harus menghentikan abrasi identitas diri itu. Mengapa? Karena, jika kita membiarkannya terus menerus menggerus; maka lama kelamaan kita akan benar-benar kehilangan identitas diri kita. Kita hidup, tapi hidup dalam bayang-bayang orang lain. Kita berkarya, tetapi terkontaminasi karya orang lain. Lalu, siapakah diri kita ini sesungguhnya?

Baiklah, tapi…, bisakah kita menghentikan abrasi identitas diri itu? Bisa. Selama kita bersedia melakukannya. Sesulit apakah itu? Tidak terlalu sulit. Seperti apakah itu? Ada tiga hal yang bisa kita tempuh untuk melakukannya.

Pertama, percayalah bahwa setiap individu itu diciptakan secara unik. Tidak ada satu orang pun dimuka bumi ini yang benar-benar identik. Orang kembar sekalipun. Saya tahu bahwa anda sudah tahu hal itu. Saya juga percaya bahwa anda percaya hal itu. Tetapi, sudahkah anda ’benar-benar’ mempercayai hal itu; dan hidup dalam keyakinan bahwa diri anda itu adalah seseorang yang unik? Anda adalah orang yang unik. Sehingga tak seorangpun didunia ini yang dapat menyamai diri anda. Baiklah, sekarang mari kita renungkan, menurut pendapat anda; mengapa Tuhan menjadikan kita ini unik dan berbeda satu sama lain? Tepat sekali; Tuhan ingin agar kita saling melengkapi. Sehingga dengan keunikan yang kita miliki, kita bisa memberikan kontribusi. Maka, jadilah kehidupan umat manusia seluruhnya mendekati kesempurnaan.

Kedua. Belajarlah untuk menerima diri kita apa adanya. Seseorang pernah bilang; ’kalau kita menerima apa adanya diri kita berarti kita berkompromi dengan kekurangan-kekurangan diri kita’. Sekilas kalimat ini ada benarnya. Tetapi, saya selalu ingin mengatakan; marilah kita berfokus kepada kelebihan diri kita. Dan mencari jalan bagaimana mengoptimalkan kelebihan itu. Mengapa harus begitu? Sebab, tidak ada manusia yang sempurna. Pastilah kita memiliki kekurangan, bukan? Jika kita menyibukan diri dengan kekurangan-kekurangan itu; kapan kita punya waktu untuk memanfaatkan segala kelebihan yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita? Mungkin hidung kita agak pesek. Tetapi, haruskah kita mengabaikan keistimewaan kita dalam bidang musik gesek hanya gara-gara kepesekan itu, misalnya. Kan tidak. Mungkin matematika kita begitu buruknya sehingga kita tidak mampu menghitung dengan cepat 32561 dikali 987 pangkat tiga dibagi 11 log sepuluh dikurang sejuta pangkat duabelas koma tujuh lima. Meneketehe?! Anda itu bukan orang yang sempurna. Tapi bukan hanya anda yang tidak sempurna. Orang lain juga sama. Tetapi mengapa orang lain yang sama tidak sempurnanya itu bisa lebih berhasil hidupnya daripada kita? Terimalah diri kita apa adanya. Dan mulailah untuk mengoptimalkan kelebihan-kelebihan yang Tuhan anugerahkan kepada kita.

Ketiga, berfokuslah kepada kontribusi. Mari kita mengingat-ingat kembali; mengapa kita dapat menerima kehadiran orang lain dalam hidup kita? Karena mereka memberi makna bagi hidup kita, bukan? Kita semua, mempunyai prinsip hidup yang sama yaitu; bersedia menerima kehadiran orang-orang yang memberi makna bagi hidup kita. Dan itu berarti…… orang lain pasti berkenan menerima diri kita dalam kehidupannya; jika kita bisa memberi makna bagi kehidupan mereka. Dan ingatkah anda, bahwa makna hidup seseorang itu ditentukan oleh kontribusinya kepada orang lain? Betul. Sehingga, jika kita bisa berkontribusi kepada orang lain, pastilah mereka bersedia menerima kahadiran kita apa adanya. Mereka tidak lagi peduli jika tubuh anda pendek. Hidung anda pesek. Dan suara anda ketika menyanyi agak jelek. Mereka akan menerima anda. Jadi, berfokuslah kepada kontribusi.

Hey, rupanya tidak terlalu sulit untuk menjadikan hidup kita bermakna. Kita tidak perlu mengganti identitas diri kita dengan identitas orang lain. Karena cepat atau lambat, orang akan tahu bahwa semuanya itu bukan diri anda yang sesungguhnya. Cepat atau lambat, anda akan merasa capek dengan semuanya itu. Anda akan kelelahan sendiri. Sebab, memang diri anda tidak didisain untuk hidup dalam kerangka orang lain. Diri anda, khusus didisain sang pencipta untuk hidup sesuai dengan jiwa anda. Dengan wujud badani anda. Dengan segenap isi dan kelengkapan yang ada pada diri anda.

Cobalah sekarang untuk hidup seperti diri anda yang sesungguhnya. Menerima kekurang-kekurangan diri anda. Dan berfokus untuk mengoptimalkan kelebihan-kelebihan diri. Dengan begitu, anda akan semakin hari semakin mencintai diri anda dalam sebuah penerimaan yang tulus. Anda akan hidup dengan identitas diri anda yang sesungguhnya. Dan anda; pasti berhasil untuk menjadi diri anda sendiri. Ya, jadilah dirimu sendiri!

Hore,
Hari Baru!

Catatan kaki:
Bayangkan, jika semua manusia bisa berkreasi dengan segala keunikan dirinya. Sehingga setiap orang menghasilkan satu keunikan bagi dunia. Betapa semakin berwarnanya peradaban kita. Itukah alasan Tuhan menjadikan kita pribadi-pribadi yang unik?

Buku Belajar Sukses Kepada Alam

Daftar Disini Untuk Update Artikel Terbaru Dari Dadang Kadarusman Melalui Email

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

7 comments

  1. Mas Dadang yang luar biasa. Saya sangat setuju dgn point kedua ….; marilah kita berfokus pada kelebihan diri kita. Dan mencari jalan bagaimana mengoptimalkan kelebihan itu.

    Dengan menjadi diri sendiri self confidence kita pasti juga tinggi. Seperti teman saya dulu mengatakan: “saya nggak perlu bertanya pada orang lain apakan mbak Yatti ada dalam satu pertemuan, tapi cukup dengan mendengarkan suaranya saja.

    Menjadi diri sendiri juga merupakan trade mark dari masing2 individu. Salam sukses …….

  2. Ini benar-benar karya lugas, bebas, mengalir tajam bagai sang alam yang merdeka menentukan jati dirinya sendiri.
    Matahari tetap matahari. Bulan tetap bulan. Bintang tetaplah bintang. Langit tetap menjadi langit. Malaikat tetap malaikat. Sorga tetaplah sorga. Menyenangkan sekali..hmmm…seger…!

    Point 3> TINGKATKAN KONTRIBUSIMU..hmmm..ini letaknya “kedewasaan” setelah kita tahu keunikan kita, lalu action. what kind of action? CONTRIBUTION TO THE WELFARE OF HUMAN BEING..

    LET’S LIGHT UP INDONESIA..

  3. Kang Dadang, ngacung (nanya maksudnya)
    Memang pernah kita menjadi diri orang lain? Rasanya ya saya selalu menjadi diri saya. Mungkin pada saat tertentu saya menjadi diri saya yang meniru orang lain. Tapi tetap, itu diri saya.
    Bingung euy jadinya.

  4. hallo mas Dadang……
    saya setuju banget ma semua point yang mas cantumkan…!
    Good…..Good……Good

    thank’s ya Mas Dadang………

  5. Assalamualaikum,
    Saya belum membaca tulisan ini awalnya
    Langsung saya kopi di FS saya tapi tetep saya tulis karya Mas Dadang
    Begitu mulai membaca tak sangka diungkit juga
    Tapi saya salut sama yang karya anda

    Tetapi ada terbesit pertanyaan
    Jika seandainya kelemahan kita adalah sesuatu yang dibenci oleh masyarakat umumnya
    Eksistensi kita dianggap semu oleh masyarakat kebanyakan
    Sehingga kita sibuk untuk menutupi kelemahan dengan mendambakan pribadi yang lain
    Apabisa kita mengadopsi pribadi lain dalam hidup kita?

    Terimakasih
    Best regard
    Rully

  6. Selamat sore,,,,saya sangat salut dengan anda,,mas dadang…bahwa sesungguhnya seseorang harus berusaha menjadi diri sendiri….dan harus mengakui segala kekurangan dari diri sendiri,,karena dengan kita menerima diri kita apa adanya,,berarti,,kita mengharagai sang pencipta…!!JanGan Lupa Berfokus pada KELEBIHAN Yg KiTa Miliki…..!!

    SemoGa Setiap Individu Sadar Pentingnya Arti MenJadi DiRi Sendiri,,!!Lebih,,SaYA Sendiri..Favio GoMes Be Your Self..Ok

  7. assalamualaikum..
    saya paham dg teks atas, saya percaya dan sangat masuk akal teks itu, tpi knp batin saya selalu gak bisa menerima apa adanya aku ini ?? aku gak bisa jadi diri sendiri.. rasanya ketika aq berkaca pada orang lain yang dirinya lebih sempurnaa aku malah ingin seperti dia, , dan ketika aku berkaca pa orang lain yag dirinya lebih rendah dari aku, rasanya hatiku ini sangat bersyukur,,, knp ????