Wednesday , September 30 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Berry Jati Diri

Berry Jati Diri

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

“Siapa kamu?” kata sebuah tanya. ”Namaku Dadang,” jawab saya. “Aku tahu namamu Dadang. Tapi, siapa kamu?” Lalu saya mencoba merenungkan; “Siapa sesungguhnya saya ini?”. Agak janggal juga, diusia yang tidak lagi muda ini masih tidak mudah untuk menjawab pertanyaan itu. Sudah banyak permasalahan teknis yang bisa diselesaikan. Beragam teka-teki bisa dipecahkan. Namun, ketika sampai kepada pertanyaan tentang diri sendiri; ternyata tidak mudah untuk menemukan sekedar sebuah jawaban. Apakah Anda juga mengalami hal sedemikian?

Dalam episode Mermaidia, Elina sang peri bersayap mengadakan perjalanan bersama Nori sang putri duyung dan Bibble si marmut lucu. Mereka harus menyelam kedalam laut dimana para Fungus menahan pangeran Nalu atas perintah Laverna si peri jahat yang berperangai buruk. Mermaidia adalah tempat yang indah dimana disana terdapat beragam macam berry berkhasiat. Ada berry yang bisa menunjukkan isi hati seseorang. Ada berry yang bisa membaguskan suara. Dan ada pula berry yang bisa menunjukkan jati diri siapa saja yang memakannya. Namun, Mermaidia terletak jauh didasar laut yang sangat dalam dimana jalan untuk menuju kesana dipenuhi rintangan yang sangat sulit untuk dilewati. Ketika Nori tertangkap oleh mahluk laut yang jahat, Elina rela menukar sayapnya yang indah dengan sirip ikan duyung agar bisa menolongnya. Meski akhirnya mereka berhasil menyelamatkan pangeran Nalu, namun Elina sudah terlanjur kehilangan sayapnya. Dan itu berarti dia tidak akan bisa kembali ke Fairytopia.

“Aku ada ide,” kata Nori. Teman-temannya menatap penuh harap. ”Bagaimana kalau kita mencoba khasiat berry jati diri,” lanjutnya. ”Jika Elina memakan berry jati diri…..” Nori belum selesai berkata ketika Elina memotongnya.
”Maka berry ini akan mengubahku menjadi…..” katanya tidak sabar.
”Dirimu yang sebenarnya……” sambung Nori.

Sesaat setelah memakan buah berry itu, dari dalam tubuh Elina terpancar cahaya yang terang benderang. Lalu, dari gumpalan cahaya indah itu muncul sesosok peri jelita dengan sayapnya sangat indah. ”Lihatlah,” katanya dengan bahagia. ”Aku mendapatkan sayapku kembali.” lanjutnya.
”Iya,” sambung Nalu.”Sayap yang jauh lebih indah dari sebelumnya.”

Ternyata, setiap kali Elina berbuat kebaikan, sayapnya akan bertambah indah. Setiap pencapaian menambah satu ukiran lagi. Ketulusan hatinya menyempurnakan hiasan-hiasannya. Sehingga semakin hari, sayapnya menjadi semakin indah saja. Sebaliknya, Laverna yang berhati buruk mengira bahwa berry itu memberikan kesaktian. Ketika dia memakannya, maka tubuhnya menjelma kepada bentuk aslinya yaitu seekor kodok yang buruk rupa. Tak seorangpun bisa bersembunyi dari jati diri yang sesunguhnya. Jika orang itu baik, maka jati dirinya akan menjadi baik. Seseorang yang berpura-pura baik tidak akan bisa membohongi dirinya sendiri. Jadi, seandainya orang itu mamakan berry jati diri, maka pastilah dia akan menjelma kedalam bentuk aslinya. Sebuah pribadi yang penuh dengan iri dan dengki.

Mungkin kita tidak memiliki berry seperti itu didalam kehidupan nyata. Namun, tidak jarang tabir jati diri seseorang akhirnya terbuka juga, meski dengan cara yang berbeda. Ada orang-orang yang selama ini kita sangka buruk, ternyata mereka adalah orang-orang terbaik yang mendukung dan menyokong kita. Kita mengira orang-orang itu bertindak terlampau keras kepada kita. Mengkritik. Mencambuk. Menuntut kita dengan tuntutan yang melebihi dari yang dilakukannya kepada orang lain. Namun, ternyata orang-orang itu tengah menggembleng kita. Mempersiapkan kita untuk sesuatu yang lebih besar dimasa depan. Agar kita bisa bertumbuh. Dan akhirnya menjadi pribadi-pribadi unggul. Kita kerap tidak cukup peka untuk mengenali betapa berjasanya mereka. Bahkan, kita sering berburuk sangka. Hingga tak jarang membalas kebaikan itu dengan mencari-cari kelemahan mereka. Ada pula orang yang selama ini kita anggap baik. Namun, ternyata mereka memiliki niat buruk yang tersembunyi didalam hati. Sehingga ketika akhirnya mengetahui hal itu, kita begitu kecewa dibuatnya. Tidak sangka, orang yang selama ini begitu kita percaya ternyata tidak sebaik yang kita duga.

Guru mengaji saya pernah mengatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk berbuat kebajikan. Dan Dia meniupkan sebagian dari ruhnya kedalam jiwa setiap insan. Jadi, sesungguhnya, setiap manusia adalah pembawa pesan sang pemilik kebajikan. Kemampuan kita dalam menjaganya akan tercermin dalam tindakan. Itu pulalah yang menentukan apakah seseorang berhasil kembali kepada jati dirinya. Atau mengganti jati diri itu dengan yang lain. Jati diri seseorang adalah rahasia pribadi orang itu dengan Tuhannya. Sebab, tak seorangpun bisa membohongi diri sendiri maupun Tuhannya. Oleh karenanya, kita tidak perlu terlampau risau dengan perlakukan buruk orang lain kepada kita. Lebih baik, kita memfokuskan diri untuk mempertahankan jati diri itu. Agar ketika kita kembali kepadaNya, kita bisa dikenali sebagai pribadi dengan jati diri yang utuh.

Jati diri seseorang dibentuk disepanjang perjalanan hidupnya. Mungkin kita tidak memiliki resep mujarab untuk mencapai keutuhan jati diri itu. Namun, karena kita yakin bahwa ruh yang ditiupkan kedalam diri kita adalah ruh kebajikan; maka boleh jadi kebajikanlah yang bisa membawa kita kepada jati diri yang sesungguhnya. Memenuhi hati dengan bisikan-bisikan yang baik. Dan mendasari tindakan dengan niat-niat yang baik, mungkin menjadi jalan bagi kita untuk menemukan jati diri kita yang sesungguhnya. Jika suatu saat nanti kita merenungkan pertanyaan itu kembali; “Siapa kamu?”, mungkin kita sudah memiliki sedikit petunjuk. Bahwa, kita ini adalah hamba yang tengah berjuang untuk merangkum serpihan-serpihan petunjuk Tuhan, agar bisa menemukan kembali jati diri seperti saat Tuhan meniupkan ruhnya kedalam diri kita.

Hore,
Hari Baru!

Catatan Kaki:
Konon didalam tubuh manusia ada segumpal daging. Dan gumpalan itu disebut hati. Jika hati seseorang baik, maka baiklah segala amalannya. Namun, jika hatinya buruk, maka buruklah segala amalannya.

Daftar Disini Untuk Update Artikel Terbaru Dari Dadang Kadarusman Melalui Email

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

3 comments

  1. Wah Kang DADANG, sudah mencoblos siapa hari ini. pilkada jabar? Semoga tidak salah coblos ya. Saya,mah, abstinen saja, tidak ada yang cocok di “hati”. Dulu merasa SALAH PILIH presiden, SBY, jadi sekarang harus lebih hati-hati. Hati = kebajikan, ya setuju.
    But, hati bukan daging hati. Apalagi goreng hati…hehe..he..Organ daging gumpalan “hati” itu, membantu menyaring racun saja, namanya LIVER. Manajemen Qolbu, nah itu hati yang sebenarnya. Ia abstract, tidak bisa dilihat dengan mata, hanya DIRASAKAN dengan perasaan.
    Wah JATUH CINTA, dengan hati lho, bukan dengan gumpalan daging hati. BENCI juga berbicaranya hati terdalam, relung hati yang membusuk. Tapi, daging hatinya sendiri tidak membusuk..rotten..!
    Qolbu sering diasosiasikan dengan HATI. bhs sastra Inggrisnya “HEART”. Benar itu!

    Medicine/anatomy:
    THE HEART, bisa juga itu jantung, bahasa medicalnya. HEART ATTACK, stroke: serangan jantung, he..he..bukan serangan QOLBU…!
    Heart – Wikipedia, the free encyclopedia.
    “The heart is a muscular organ, in all vertebrates responsible for pumping blood through the blood vessels by repeated, rhythmic contractions, … en.wikipedia.org/wiki/Heart – 54k – Tembolok – Halaman sejenis”

    Conclusion:
    THE HEART: bisa hati, bisa jantung. Tergantung pada gantungan mana ia digantungkan saja..hmmm..

    Terima kasih pencerahannya di hari minggu yang panas di Hotel Sultan, Jakarta. He..he..ada kasus..hukum pidana disana soal skrosing..pegawai..!

  2. wew kang dadang sekali lagi tulisan-tulisan nya sangat memberi inspirasi.. saya juga baru mulai nge BLOG nih.. mohon izin untuk nge-link site kang dadang yah….

  3. pak dadang yang sudah “berumur” saja masih berkaca dan bertanya siapa saya sebenarnya, apalagi saya yang masih kecil, hehe

    salam kenal pak