Wednesday , September 30 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Yang Menjadikan Kita Manusia Seutuhnya

Yang Menjadikan Kita Manusia Seutuhnya

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Klaim paling mutakhir yang selalu kita dengungkan adalah; ”Kita para manusia adalah mahluk yang paling sempurna.” Kita mengklaim diri lebih cerdas dari keledai. Lebih beradab dari kadal. Dan lebih berbudaya daripada buaya atau mahluk manapun sesama penghuni dunia. Tetapi, apa sih yang sebenarnya menjadikan kita melampaui mahluk-mahluk lain itu? Secara fisik, kita tidak lebih kuat dari gorila. Kecepatan kita berlari juga kalah jauh dengan rusa. Diadu dengan harimau? Wah, sudah pasti kita yang kalah. Lalu, apa yang menjadi faktor keunggulan kita? Kita bilang; karena kita mempunyai akal. Dengan berbekal akal itu kita bisa melampaui mahluk lain. Pesawat terbang menjadikan kemampuan burung tidak terlampau istimewa. Mobil menyebabkan macan tutul kalah cepat. Buldozer bukan tandingan badak. Pertanyaannya kemudian adalah; apakah keunggulan itu semata-mata hanya berhubungan dengan produk-produk akal belaka?

Salah satu film thriller favorit saya adalah Hellboy. Film itu bercerita tentang mahluk dari neraka yang menyerupai manusia tetapi berkulit merah menyala, lengkap dengan tanduk kokoh dan ekornya yang panjang. Kekuatan fisik yang dimiliki Hellboy nyaris tidak tertandingi, sehingga boleh dikatakan bahwa dia merangkum semua kekuatan yang dimiliki oleh mahluk hidup yang ada dialam semesta. Dengan semua kekuatan yang dimiliki itu kita tidak serta merta mengakui mahluk seperti Hellboy mahluk yang sempurna. Karena belum tentu dia berakal. Tapi tunggu dulu, Hellboy ternyata adalah mahluk yang sangat cerdas. Itu menunjukkan bahwa dia punya akal. Bahkan akalnya mengungguli kebanyakan ‘manusia modern’. Meskipun begitu, tetap saja kita tidak mau mengakui dia sebagai mahluk yang sempurna. Sebab, sekalipun dia lebih kokoh dari binatang dan memiliki akal; namun bentuknya yang aneh itu menjadikan dia tidak layak disebut sebagai manusia. Dia berekor. Dan bertanduk. Terlebih lagi wajahnya tidak tampan. Dengan kata lain, kita bersikeras bahwa untuk menjadi mahluk sempurna sesuatu harus benar-benar ‘menyerupai’ manusia.

Dengan predikatnya sebagai pemegang kunci pintu neraka, Hellboy memiliki segala syarat mutlak untuk menjadikannya mahluk jahat. Sehingga selain ayah angkatnya, hanya ada beberapa orang saja yang mengatahui betapa baik sesungguhnya dia. Betapa dia peduli pada orang lain. Bersedia mengorbankan diri untuk menyelamatkan hidup orang lain. Dan banyak hal lagi. Pendek kata, dibalik penampilan anehnya itu; tersembunyi begitu banyak kebaikan tersembunyi. Sampai-sampai agen rahasia John T. Myers berucap; ”What makes man, a man?”. ‘Apa sih sesungguhnya yang menjadikan seseorang menjelma menjadi manusia yang seutuhnya?’ Mengapa begitu banyak manusia yang memiliki fisik begitu sempurna, namun tidak mempunyai perangai terpuji layaknya mahluk yang sempurna seperti klaimnya? Sedangkan, Hellboy memiliki begitu banyak kebaikan hati dibalik penampilan janggalnya.

Saya jadi teringat guru mengaji dikampung yang bercerita tentang Sang Nabi. Beliau yang mulia berkata; “Aku diutus Tuhan untuk menyempurnakan Akhlak ummat manusia”. Apakah sesungguhnya akhlak itu? Akhlak mempunyai tiga komponen utama. Pertama, Perilaku atau tindakan. Literatur modern menyebutnya behavior. Kedua, sikap atau yang sering disebut sebagai attitude. Mudah untuk menilai perilaku, karena muncul dalam apa yang kita lakukan. Sedangkan sikap, lebih kepada daya dorong dibalik tindakan atau perilaku kita. Kita biasanya menyebut seseorang itu baik, jika tindakan perilakunya baik, dan sikapnya baik. Namun, menurut Sang Nabi, itu belum menjadi akhlak sebelum dilengkapi dengan komponen ketiga yaitu, kebersihan hati. Sebab, kebersihan hatilah yang menjadi ukuran sesungguhnya atas nilai dari segala sesuatu yang kita lakukan. Sebab, hati itu merupakan pabrik niat.

Seseorang boleh saja bertutur kata baik. Berperilaku baik. Bersikap baik. Namun, jika hatinya buruk, maka semua kebaikan itu tidak lebih dari sekedar kedok belaka. Oleh karenanya, begitu banyak orang berbuat kebajikan. Menyumbang ini dan itu. Menebar derma diseluruh penjuru negeri. Namun, nilai sesungguhnya dari semua kebaikan itu sangat bergantung kepada niatnya. Saya boleh melakukan kebaikan kepada anda. Namun, jika dibalik kebaikan yang saya lakukan itu tersimpan niat buruk didalam hati saya; maka semuanya tidak menjadi kebaikan. Maka, benarlah kata Sang Nabi bahwa; ”Sesungguhnya amal setiap manusia itu sangat bergantung kepada niatnya”. Dan niat itulah yang menentukan penilaian Tuhan kepada amalan itu. Lalu, sebenarnya niat itu apa? Mungkin sulit bagi kita untuk mendefinisikannya secara akurat. Namun, dia sering menjelma berupa bisikan hati. Jadi, untuk mengetahui niat kita, cukuplah mendengar apa yang dibisikkan oleh hati kita. Jika bisikan itu baik, maka baiklah niat kita. Dan baik pulalah amal perbuatan kita. Artinya, behavior dan attitude itu bukan sekedar topeng, melainkan kesejatian aktualisasi diri yang sesungguhnya.

Hellboy memiliki itu semua. Sementara banyak manusia disekitarnya yang tidak mempunyai unsur ketiga dari ahlak yang diajarkan Sang Nabi itu. Padahal, beliau menekankan betapa pentingnya niat itu. Jangankan niat yang benar-benar buruk. Sekedar bisikan hati untuk mencari pujian saja sudah mengurangi nilai dari tindakan kita. Misalnya, kita memberikan derma. Namun, hati kita berbisik; ”supaya mendapatkan pujian dari orang”. Beliau menyebut yang seperti ini sebagai ’ria’. Kemudian menggambarkan ria itu sebagai sesuatu yang sangat merusak nilai kebajikan seseorang. ”Seperti api yang memakan kayu bakar,” katanya. Artinya, lenyap sudah setiap nilai kebajikan yang dilakukan; jika didalam hati kita ada bisikan berupa ria. Apalagi jika suara yang terdengar dari dalam hati kita itu berupa niat-niat buruk. Sudah pasti kita tidak akan sampai kepada kesempurnaan yang kita agung-agungkan itu. Karena akal, bukanlah satu-satunya prasyarat menuju keutuhan diri kita sebagai manusia. Sebaliknya, kebersihan hati memberikan peluang bagi kita untuk menjadi manusia yang sempurna. Sebab, “Apa yang ada didalam hati kitalah the one that makes man like us a man”.

Hore,
Hari Baru!

Catatan Kaki:
Lakukanlah segala sesuatu dengan sepenuh hati, sehingga engkau bisa sampai kepada puncak prestasi. Dan jika engkau melakukannya dengan hati yang penuh lagi bersih, maka seluruh pencapaianmu akan dimasukkan kedalam laporan keuangan Tuhan sebagai laba bersih.

Sekarang, buku ”Belajar Sukses Kepada Alam” sudah bisa dibeli disini

Daftar Disini Untuk Update Artikel Terbaru Dari Dadang Kadarusman Melalui Email

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

7 comments

  1. Assalamu’alaikum Mas Dadang,
    Mas, artikel ini bolehkah saya muat di majalah donatur Yayasan kami, Yayasan Nurul Hayat.

  2. #1. Wa’alaikumsalam Bapak/Ibu Molik. Silakan, dengan senang hati.
    Salam,
    dadang

  3. dear pak dadang, saya belum lama baca beberapa tulisan bapak, terutama saat lagi males kerja n tiba2 ada energi positip dari coretan2 bapak, thanks atas motivasinya. wajar kan ya pak sesekali kita bermalas malasan?, or bapak sendiri termasuk orang yang gak pake males?

  4. apa yang dimaksud dalam tulisan ini, adalah pentingnya sikap ikhlas dalam hidup

  5. Assalam. wr. wb.,

    Tulisannya ringan tetapi berbobot!.
    Yang lebih penting lagi menginspirasi.
    Subhanallah
    Pertanyaan: apakah yang dimaksud “ria” dalam artikel di atas itu seharusnya tertulis “riya”?.
    Yang artinya hampir sama dgn “pamer”/”show off”?.
    Mohon maaf kalau kurang berkenan.

    MAJU TERUS untuk INDONESIA
    Wassalam.wr. wb.,

  6. tolong di krimkan pengertian manusia seutuhnya dan ciri-ciri manusia seutuhnya.
    kalau bisa sekarang thenk’s atas bantuannya

  7. maaf pak Dadng saya mengambil beberapa tulisan njenengan uyntuk tambahan data berita saya. Thanks semoga bermanfaat bagi orang bayak.