Jun
30
Duduk Dimeja Makan Atau Menjadi Menunya?
Filed Under Inspirational | 5 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Mungkin anda pernah mendengar ungkapan berikut ini: â€If you are not in the table, you will be in the menu.†Jika anda tidak duduk dimeja makan, maka anda akan menjadi menunya. Tentu kita sepakat bahwa lebih baik duduk dimeja makan daripada menjadi menunya, bukan? Namun, namanya juga ungkapan; tentu bukan pesan harfiahnya yang perlu kita perhatikan. Melainkan ‘makna sesungguhnya’ dari pesan itu. Jadi, apa sih sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan ungkapan itu? Kira-kira demikian; didalam dunia yang penuh persaingan ini, kita tidak bisa tinggal diam – menunggu seseorang melakukan sesuatu untuk kita. Kita sendirilah yang harus mengambil tanggungjawab itu. Karena, jika kita diam saja; maka kita ini tidak ubahnya seperti menu makanan yang terbaring pasrah dimeja makan. Ingat nasib menu dimeja makan? Tentu. Sebentar lagi dia akan dikunyah. Ditelan. Dan dua belas jam kemudian akan dibuang dalam bentuk yang anda tidak ingin melihatnya. Dengan kata lain, jika kita berdiam diri saja; pihak lain akan mengambil manfaat yang bertebaran disekitar kita. Sementara mereka menjadi sejahtera; kita hanya bisa menjadi objeknya saja. Kita tidak ingin mengalami hal sedemikian, bukan? (more…)
Jun
22
Membesarkan Ukuran Hati
Filed Under Inspirational | 10 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kepada orang yang kalah kita sering menyebutnya pecundang. Tetapi, tahukah anda siapa sesungguhnya yang benar-benar pecundang? Sungguh, bukan mereka yang kalah. Melainkan mereka yang tidak bersedia menerima kekalahan itu. Mereka yang menyalahkan orang lain untuk kekalahannya sendiri. Dan mereka yang menanam kebencian atas kekalahan yang dialaminya. Pendek kata, mereka yang tidak memiliki kebesaran hati, untuk menerima kekalahan itu. Anda dapat menyimak dialog ini dalam ‘21’; sebuah film yang berkisah tentang bagaimana sekelompok mahasiswa cerdas di MIT membobol meja perjudian Las Vegas dalam setiap permainan Blackjack yang diikutinya. Film itu memberi penegasan bahwa memiliki kesadaran tentang adanya kalah dan menang dalam setiap permainan, tidaklah cukup. Bersedia untuk menerima kekalahan adalah fondasi atas semuanya itu. Semua orang selalu tahu bagaimana caranya merayakan sebuah kemenangan. Namun, menerima kekalahan? Tak banyak yang bisa. Bukankah demikian? (more…)
Jun
18
Andakah Sang Talenta Langka Itu?
Filed Under Inspirational | 3 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Hari ini, frase ‘talent war’ sudah menjadi wabah dikalangan industri apapun, dan dimanapun. Gagasan dasarnya sangat sederhana; kelestarian perusahaan sangat bergantung kepada para talenta itu. Permasalahannya adalah; jumlah talenta itu sangat terbatas. Sehingga kalangan industri tidak bisa begitu saja mendapatkan talenta sebanyak mereka mau. Oleh karenanya, para atasan hebat tidak henti-hentinya melakukan talent reengineering. Dan organisasi bisnis manapun sangat berkepentingan dengan apa yang dilakukan oleh para atasan hebat ini. Bagaimana dengan anda? Apakah anda berada dalam lingkaran itu atau tidak? (more…)
Jun
15
Perlukah Kita Membawa-bawa Dendam Ini?
Filed Under Social Life | 14 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Dendam nyaris selalu disertai sakit hati. Dan itu sering menjadi dasar untuk melakukan sebuah pembalasan. Saat orang lain melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, tiba-tiba saja kita merasa mendapatkan ijin khusus dari Tuhan untuk melakukan pembalasan. Bahkan, tidak jarang kita memberikan ‘bonus’ nya sekalian. Jika anda menampar saya perlahan, maka sebagai bonusnya, tamparan balasan dari saya bisa sangat keras sekali. Kalau perlu, hingga membuat anda pingsan. Jika hari ini saya belum bisa membalas anda, maka semuanya itu akan berubah menjadi utang yang wajib untuk dibayarkan kepada anda dimasa depan. Jika tangan saya sendiri tidak mampu melakukannya, maka saya mengutus orang lain untuk mewakili terlunasinya utang-utang itu. Berikut bunganya sekalian. Bukan begitukah kita mendefinisikan sebuah dendam? (more…)
Jun
11
Ngomong-Ngomong: Mau Kemana Sih, Loe?
Filed Under Inspirational | 6 Comments
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Suatu hari ada orang aneh mendatangi anda. Lalu berucap: “Fa-ainaa tadzhabuun…?â€. Maksud orang itu; Mau kemana sih, loe?, Gampang. Anda jawab saja: “Gue mau kekantor!â€. Atau, “Gue mau kekampus.†Bilang “kerumah pacar†juga boleh. Pertanyaannya hanya satu; “Mau kemana sih, loe?†Tetapi, jawabannya bisa banyak sekali. Sekarang, jawaban mana yang benar? Tidak seperti soal ebtanas yang menuntut hanya satu jawaban yang benar, pertanyaan itu memberikan keleluasaan kepada setiap individu untuk menemukan jawabannya masing-masing. Apakah anda bilang hendak kekantor atau ke kampus, atau kerumah pacar; itu tidak dipersoalkan. Sebab, orang yang mempunyai tujuan, akan selalu mempunyai jawabannya. Sedangkan, seseorang yang tidak tahu hendak menuju kemana dia; pasti tidak bisa menjawabnya. Ngomong-ngomong, ‘Fa-ainaa tadzhabuun…?’. Mau kemana sih, loe? (more…)



