Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kepada orang yang kalah kita sering menyebutnya pecundang. Tetapi, tahukah anda siapa sesungguhnya yang benar-benar pecundang? Sungguh, bukan mereka yang kalah. Melainkan mereka yang tidak bersedia menerima kekalahan itu. Mereka yang menyalahkan orang lain untuk kekalahannya sendiri. Dan mereka yang menanam kebencian atas kekalahan yang dialaminya. Pendek kata, mereka yang tidak memiliki kebesaran hati, untuk menerima kekalahan itu. Anda dapat menyimak dialog ini dalam ‘21’; sebuah film yang berkisah tentang bagaimana sekelompok mahasiswa cerdas di MIT membobol meja perjudian Las Vegas dalam setiap permainan Blackjack yang diikutinya. Film itu memberi penegasan bahwa memiliki kesadaran tentang adanya kalah dan menang dalam setiap permainan, tidaklah cukup. Bersedia untuk menerima kekalahan adalah fondasi atas semuanya itu. Semua orang selalu tahu bagaimana caranya merayakan sebuah kemenangan. Namun, menerima kekalahan? Tak banyak yang bisa. Bukankah demikian? Continue reading