Simply A Terimakasih

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Anda tentu masih ingat tentang frase ‘tidak tahu terimakasih’. Sebuah sebutan yang biasa kita gunakan untuk menggambarkan mereka yang melupakan orang-orang yang telah berjasa kepadanya. Tentu, ini bukan karena mereka tidak tahu bahwa seharusnya mereka berterimakasih, tapi; egonya terlampau besar untuk bisa mengakui hal itu. Lagi pula, mengapa harus berterimakasih jika hal itu justru akan menunjukkan seolah-olah kerberhasilan yang selama ini kita raih itu bukan dari hasil usaha kita sendiri. Padahal, sesungguhnya yang namanya ‘hasil usaha sendiri’ itu tidak ada. Hanya gara-gara anda membeli sendiri sayur ke pasar. Lalu mencuci. Dan kemudian memasaknya hingga matang. Anda tidak bisa serta merta menganggap bahwa anda menyediakan makanan itu sendiri. Memangnya, siapa yang bersedia belumur lumpur untuk menanam benih sayuran itu ketika masih berupa biji-bijian. Siapa yang bersedia membebani pundaknya membawa sayuran itu dari tengah sawah menuju kepasar didekat rumah? Dan siapa yang sudah memeras keringat memasangkan saluran air untuk mencucinya dipancuran keran air rumah kita? Continue reading