Tuesday , February 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Serum Penangkal Rasa Sakit Hati

Serum Penangkal Rasa Sakit Hati

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kemarin, saya benar-benar dikenalkan kepada dunia baru. Yaitu dunia dimana kita bisa berbicara melalui gelombang suara yang dipancarkan dari studio radio. Mbak Nuning Purnama yang sudah sangat ahli itu memandu saya supaya tidak terlalu norak sewaktu siaran. Saya senang alang kepalang. Seperti seorang anak yang mendapatkan mainan baru. Dan lebih senang lagi karena dari acara itu saya mendapatkan sebuah pelajaran baru ketika salah seorang pendengar mengirim SMS dengan mengatakan ”Wah, bagus tuch kalau sekalian diiringi lagu ’ular berbisa’.” Memang konteksnya kala itu adalah tentang belajar dari alam bagaimana caranya supaya kita bisa sukses dalam menjalani hidup ini. Oh, ternyata salah satu tujuan Tuhan menciptakan ular berbisa itu adalah supaya manusia bisa mempelajari sebuah filosofi tentang hidup. Sudahkah anda tahu filosofi itu?

Ular berbisa mempunyai reputasi yang sangat buruk. Karena dia dianggap hewan yang berbahaya dan sangat mematikan. Padahal, konon ular cenderung bersikap menghindari konfrontasi dengan manusia. Dengan kata lain, ular lebih memilih menyingkir daripada berantem dengan kita. ”Berurusan dengan manusia? Caaaape ddeh!!” mungkin begitu dia bilang. Alhasil, bisa yang dimilikinya dapat difungsikan untuk mempertahankan diri atau berburu mangsa.

Lebih dari itu, kita sekarang tahu bahwa bisa ular, tidak semata-mata dapat digunakan untuk membunuh. Namun justru sebaliknya bisa memberi kehidupan kepada manusia. Karena, dengan kemajuan teknologi saat ini kita bisa membuktikan bahwa bisa merupakan sumber potensial bagi berbagai macam obat-obatan untuk menyembuhkan dan menyelamatkan hidup manusia. Dan, rupanya disinilah letak pelajaran yang hendak disampaikan Tuhan melalui sang ular itu.

Ular berbisa, dapat diibaratkan sebagai tantangan atau kesulitan hidup. Kenyataannya, hidup kita tidak selalu mudah, bukan? Semakin hari, kehidupan kita terasa semakin berat. Cobaan demi cobaan datang silih berganti. Rintangan demi rintangan seakan tiada hendak berhenti. Persis seperti bisa ular. Kita bisa mengolah bisa ular menjadi serum. Dengan serum itu, tubuh seseorang menjadi kebal. Atau disembuhkan dari berbagai macam penyakit. Demikian pula halnya dengan kesulitan hidup. Didalam setiap kesulitan hidup yang kita alami, tersembunyi ’serum kehidupan’. Dengan serum itu, kita bisa manjadikan jiwa ini lebih tahan banting. Lebih kuat dalam menghadapi cobaan demi cobaan yang datang silih berganti. Dan, dengan serum itu, kita dapat menjadikan diri lebih sehat secara mental dan spiritual.

Ular berbisa juga menggambarkan manusia-manusia yang berperangai buruk. Kita tahu bahwa kita tidak selalu berhasil membangun hubungan dengan orang lain. Ada saja orang-orang yang membuat kita tidak nyaman saat berhubungan dengan mereka. Dan, setelah kita berbuat baik kepada merekapun, tetap saja mereka menunjukkan sikap yang buruk kepada kita. Ada yang merendahkan kita. Ada yang menghina kita. Dan ada yang mencari-cari kelemahan dan kekurangan diri kita. Seakan-akan, kita sama sekali tidak memiliki sisi baik sebagai sesama manusia ciptaan Tuhan.

Begitu banyak perempuan yang dinikahi oleh para lelaki. Namun, madu kehidupan pernikahan itu perlahan-lahan mengering, dan kemudian para perempuan itu disia-siakan. Disakiti hatinya. Dan dicampakkan. Sebaliknya, banyak pula lelaki baik yang dikhianati perempuan-perempuan yang mereka nikahi. Menyisakan luka hati yang begitu dalam. Dan kekecewaan yang teramat sangat. Ular mengajarkan kepada kita, bahwa hubungan kita dengan sesama manusia kadang-kadang tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Dan ular bertanya kepada kita; ”Sudahkah kita memiliki serum untuk melindungi diri dari semua perlakuan buruk orang lain itu?”

Dengan serum itu, kita bisa menolong diri sendiri. Supaya hidup kita tidak hancur hanya gara-gara perlakukan kurang menyenangkan dari orang lain. Karena sungguh, kita memegang kendali atas diri kita sendiri. Orang lain bisa menyakiti hati kita. Orang lain bisa merendahkan kita. Tapi, jika kita mengatakan kepada diri sendiri; ”Sorry ye, gak ngaruh!” maka, hidup kita akan baik-baik saja.

Selain itu, serum yang benar-benar tangguh bisa membebaskan diri kita dari sifat dendam. Ngapain kita mesti dendam kepada orang itu jika apapun yang dia lakukan kepada kita; tidak bisa merusak hidup kita? Justru sebaliknya, kita mesti berterimakasih kepada mereka karena bersedia menjadikan diri kita semakin kuat. Misalnya, baru-baru ini saya mendapatkan teguran yang sangat sinis dari seseorang. Dia mengatakan bahwa saya ini manusia bodoh rendah yang murahan. Namanya juga manusia, tidak semuanya sepaham dengan pendapat kita, bukan?

Saat mendapatkan kecaman itu, ego saya mengatakan;”Gue kuliah di sekolah T-O-P B-G-T, yang belum tentu manusia satu itu mampu untuk sekedar menginjakkan kakinya dikampus itu. Tapi, dia berani mengucapkan perkataan buruk itu sama gue!”. Mungkin, saya bisa membalas cacian orang itu dengan makian yang sama beracunnya. Tapi, serum itu benar-benar menolong saya untuk melihat sisi positifnya. Dan ternyata, kebodohan saya memang terbukti. Sebab, untuk sekedar membedakan gado-gado, pecel, dan lotek saja ternyata saya masih suka keliru. Oh, benar. Ternyata, saya ini tidak sempurna. Belakangan, saya berterima kasih kepada orang itu karena telah menunjukkan kelemahan diri yang bisa saya perbaiki.

Selain berguna untuk diri sendiri, serum itu juga bisa kita gunakan untuk menolong orang lain. Jika kita pernah berhasil melewati masa-masa sulit ketika dikecewakan oleh seseorang, misalnya. Maka kita bisa menolong orang lain yang sedang dilanda kekecewaan yang sama. Kita bisa memahami perasaannya. Menyelami batinnya. Dan berempati kepadanya. Lalu, menyuntikkan serum itu kedalam dirinya. Sehingga, orang itu berhasil melewati saat-saat sulit yang dialaminya. Dan kemudian mampu, membuat serumnya sendiri.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/

Catatan Kaki:
Cobaan hidup itu bagaikan racun ular berbisa. Dia dapat membuat kita mati terbunuh, atau menjadi kebal karenanya.

About Dadang Kadarusman

Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

15 comments

  1. Setuju Kang Dadang… saya juga pernah ngalaminya.. tapi memang perlu latihan.. yang penting remote diri kita kita pegang sendiri bukan dipegang orang lain.. 🙂

  2. Makasih atas tulisannya Kang Dadang,… ini jadi bekal buat saya yang sedang kena bisa dan sedang berusaha untuk bikin serum.

  3. Terima kasih kang dadang atas tulisannya, sungguh semakin menguatkan saya untuk tetap berjalan di senang dan susahnya kehidupan ini. Saya semakin mudah untuk ber’reframing atas segala susah yang notabene sebenarnya adalah indah di kemudian hari.

    Hari baru selalu bersama anda kang Dadang!

    Regards,

    Perdanawan P. Pane
    +62 817 8 13 7 82
    +62 21 9280 5275

    pane.danny@gmail.com
    http://perdanawan.multiply.com

  4. Bagi saudaraku yang muslim, sa’at pembuatan serum yang terbaik adalah,1/3 malam terakhir, tahajud, zikir & do’a. Sungguh serum yang luar biasa, jika dilakukan dengan ikhlas.

    Salam sukses untuk kita semua……..

  5. Suatu hal yang sangat berharga, sebuah kepintaran merubah racun sebagai penawar, penyakit yang akan menjadi obat. Kesamaran yang akan merobah menjadi nyata, kebodohan menjadi suatu kepintaran. Petaka yang mendatangkan bahagia.

    “Ketika kita tidak bisa melihat sesuatu itu baik, pindahkanlah letak berdiri anda, dengan menggunakan mata yang sama lihat kembali, sampai anda benar-benar menemukan ada kebaikan di sana”

    Selamat bung dadang

    Salam,
    VAdelin

  6. benar kang dadang , memang untuk masa sekarang kita perlu serum seperti itu , malah kalau memang kita ingin lebih cepat berhasil , kita harus bermain main dengan bisa tersebut. agar serumnya semakin cepat bereaksi di dalam tubuh kita sehingga kita menjadi kuat dan sudah bisa menghadapi ular-ular berbisa lainya.dengan semangat keikhlasan dan rasa syukur kepada syang pencipta alloh SWT serum tersebut akan semakin ampuh.

  7. Tulisan kang dadang bagus,filosofi ular dalam hidup.
    ular_ular kalo dalam bahasa jawa kurang lebih nasehat.Artinya nasehat yg diikuti hukuman keras.Artinya barang siapa tergigit ular berbisa dalam waktu yg singkat darah membeku kemudian mati.Dalam hidup terdapat banyak pilihan resiko.Pilih resiko terkecil tergantung kemampuan,atau akan digigit ular berbisa kalo tidak waspada.

  8. hidup ini berat kang! tidak selalu hal yang menurut kita itu baik (menurut norma, agama, atau menurut hati kita) bisa diterima baik oleh orang lain. Memang kita sangat-sangat lemah pasrah aja dengan keyakinan kita dan serahin selanjutnya pada Allah….. Allah tau apa yang terbaik buat kita

  9. Yang saya ketahui sebagai manusia yang berakal sehat, kita harus tetap memiliki self awareness (sadar diri) dalam hidup ini. Kita perlu mengenal diri sendiri (siapa,apa,mengapa,bagaimana diri kita ini). Jadinya persoalan dalam hidup dalam diminimumkan.

  10. mohon maaf kang dadang kalau merasa dirugikan dengan apa yang saya lakukan, mungkin benar kalau anda menganggap saya maling.. tujuan saya bukan untuk menjiplak melainkan untuk penyemangat diri pribadi, karena itu saya pasang agar dapat saya baca untuk inspirasi saya. Kalau anda tidak bersedia jadi motivator saya tidak apa kok, nanti akan saya hapus dan saya minta orang lain jadi motivator saya, sekali lagi mohon maaf kang dadang…:)

  11. #1. Pak Wahyu, Anda menyebutnya remote’ ya? That’s cool. Thanks a lot.

    #2. Pak Ahmad, selamat Pak. Semoga, jika serumnya sudah terbentuk saya juga akan kebagian biar bisa saling menguatkan ya Pak.

    #3. Pak Perdanawan. Terimakasih telah mengingatkan kami dengan reframing. Dari sudut mana kita memandang sesuatu akan memberikan perbedaan makna ya Pak? Thank you.

    #4,6, & 8. Bu Yatti dan Pak Budhy, dan Pak Ryant. Benar Pak, Bu. Beruntung sekali ya orang yang bersedia berdekatan dengan Tuhannya. Sebab, ada tempat terbaik untuk berkonsultasi.

    #5. VAdelin? Membaca komentar anda, saya jadi ingat film Sengsara Membawa Nikmat…, selalu ada kemudahan dalam kesulitan. Terimakasih ya.

    #7. Pak Dani. Terimakasi loh, sudah menambah pengetahuan saya tentang filosofi Jawa. Saya baru mengetahui kalau ular itu dalam bahasa Jawa berarti Nasehat. Matur sembah nuwun atas ‘ular’ nya ya Pak.

    #9. Ibu Debby, ‘self awareness’ ? SAya menyukai istilah itu. Thanks a lot Mam.

    #10. Pak Jeffry? Maaf, saya kurang faham maksud komentar Anda. Did I do anything to you? Saya juga tidak tahu apa yang Anda lakukan, lho. Mohon dimaafkan ya kalau saya melakukan sesuatu yang menyinggung hati Anda. Atau, kalau Anda ingin saya mengubah perilaku saya yang buruk; tolong secara spesifik saya diberitahu yang mana, ya Pak.
    And you know what? You motivate me to be more careful when I do or speak some thing. Thank you Pak.

    To All, have great day!
    Salam,
    dadang

  12. Kang dadang yang saya hormati…menjadi manarik akhirnya ketika disajikan melalui ide briliant dg pendekatan analogi di tulisan tersebut…ruarrr biasa…, namun (mohon pencerahan) ada sedikit kapanasaran neh…ketika kemudian saya mengimami filosofi hidup untuk membuat serum tersebut… tidakkah nantinya di salah satu sisi (walau dibanyak sisi insyaallah ini yang terbaik saya yakin)kita terjebak dalam sistem hidup yang fatalistik…, kalau dipermukaan kelihatan seperti proses pembiaran terhadap perlakuakua kesewenangan (dalam kontek lebih luas lagi)… mohon pencerahan

  13. artikel yg bagus, bisa jadi motivasi saya yg lagi kena ular berbisa smoga bisanya menjadi serum penawar rasa sakit amien….

  14. P Anas. Saya berpendapat bahwa membentuk serum seperti ini tidak sama dengan membiaran kebatilan. Melainkan mengeepankan usaha untuk menjaga diri dari pengaruh luar. Jika mampu menghentikan kesewenangan itu, jauh lebih bagus.

  15. duhhh…lega rasanya setelah melewati masa2 sulit dan dapat masukan,makasih banget…pokoknya jangan mau tenggelam dan mati ok..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*