Monday , September 28 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Ketegaran Sang Penangkal Petir

Ketegaran Sang Penangkal Petir

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Saya sedang mencari rumput untuk domba-domba saya ketika petir menyambar-nyambar dilahan pertanian itu. Rumpun padi yang tengah menguning memantulkan cahaya yang berkilat-kilat dari langit. Gelegar sang halilintar membuat hati bergetar. Sosoknya laksana taring bara api yang hendak melumat siapa saja yang bisa dia sambar. Saya, dalam segenap debaran jantung, hanya bisa tiarap sambil bersembunyi disela-sela rumpun padi. Berharap agar sang kilat tidak berhasil menemukan tempat persembunyian itu.

Dikampung saya, petir sering menyambar pucuk-pucuk pohon kelapa yang menjulang tinggi. Oleh karenanya, tidak heran jika disana-sini banyak pohon kelapa yang ujungnya terpancung dengan warna kehitaman berbau hangus. Seketika itu sang pohon kelapa menjadi mati. Dikota tempat kita tinggal, sudah tidak banyak lagi pohon-pohon yang tinggi, sehingga kita tidak memiliki perisai alami untuk menghindari sambaran petir. Karena itu, kita membuat alat buatan untuk menangkalnya. Kita menyebutnya penangkal petir. Ketika petir menyambar, kekuatan dahsyatnya tersalurkan melalui kabel, lalu dinetralisir oleh bumi. Dengan begitu, sang halilintar seakan kehilangan keganasannya. Tak peduli betapa kuatnya dia menggelegar, bumi menetralisir keperkasaannya.

Petir itu seperti pahit dan getir dalam hidup. Bagaikan cuaca yang tidak selamanya indah, kadang kehidupan kita juga diselimuti mendung sembari diselingi bunyi petir. Kadang-kadang, kita dihadapkan pada situasi yang tidak kita inginkan. Namun, begitulah adanya hidup. Kadang cerah, kadang mendung. Kadang indah, kadang membuat kita gelisah.

Jika kita menggunakan penangkal petir untuk melindungi diri dari sambaran kilat sang halilintar, apakah gerangan yang bisa kita gunakan untuk melindungi diri dari rasa perih tantangan hidup? Diladang pertanian, kami memiki cara unik untuk melakukannya. Dan kami menyebutnya sebagai hariring, yaitu lagu yang dinyanyikan tanpa iringan musik. Karena kata ‘kuring’ dalam bahasa kami berarti ‘saya’, maka hariring kuring mengandung makna, nyanyian untuk diri sendiri.

Kami menyanyikan hariring kuring ketika sedang merawat tanaman atau membajak sawah dengan menggunakan kerbau penarik bajak untuk menggemburkan tanah. Kami menyebutnya nyingkal atau ngagaru. Artinya, membolak-balik dan meratakan tanah sehingga tanaman menjadi mudah untuk tumbuh dengan subur.

Pak Tani tidak pernah menyanyikan lagu tentang kesedihan atau keluhan. Lagu yang di-hariring-kannya adalah lagu tentang rasa syukur dan semangat kerja yang membara. Atau tentang do’a dan pengharapan. Tentang mimpi yang indah. Tentang panen yang melimpah. Tetang tanaman yang tumbuh subur. Tentang buah-buahan yang ranum. Tentang sesuatu yang menyenangkan selama mengolah tanah di ladang. Pendek kata, tentang kebahagiaan hidup yang dicita-citakan.

Cobalah Anda simak salah satu bait syair Hariring Kuring berikut ini: Ari hirup geuning/Endahna ning tanpa tanding/Omat ulah dimurah mareh/Mun seug datang wanci magrib/Waktuna urang areureun/Mangsana srangenge hudang/Waktuna urang nguniang

Melalui bait itu, Pak Tani sedang berujar:Kehidupan ini sesungguhnya/Teramat indah untuk dicarikan padanannya/Ingatlah, jangan sampai disia-siakan/Bila senja telah tiba/Saatnya kita untuk menikmati malam/Dan ketika matahari pagi mulai bersinar lagi/Itulah saatnya bagi kita untuk bangkit kembali

Hariring kuring itu seperti PENANGKAL PETIR. Dia mampu menghidarkan sebuah bangunan tinggi dari sambaran petir di tengah hujan badai. Hariring kuring juga bagaikan antibodi, yang siap melawan berbagai penyakit yang berusaha menerobos ke dalam sistem pertahanan tubuh kita. Hariring kuring, adalah pranata yang berguna untuk melindungi jiwa dan batin kita dalam menghadapi situasi sulit.

Anda juga bisa membuat hariring semacam itu. Caranya, jika Anda merasakan kebahagiaan yang sangat menyenangkan, buatkanlah sebuah hariring kuring untuk diri Anda sendiri. Dan bila suatu ketika Anda sedang bersedih hati, netralkanlah kesedihan itu dengan hariring itu. Maka Anda akan kembali kepada suasana yang indah itu. Pilihlah sebuah lagu yang memiliki kenangan manis bagi Anda. Misalnya, lagu yang mengingatkan bunyi deru ombak di pantai ketika sedang berlibur dimasa-masa yang indah disana. Sekali waktu, biarlah lagu itu mengumandang di ruang kerja Anda. Bukankah serta merta Anda bisa mengingat kembali saat-saat indah di pantai itu? Dinding beton kantor tidak bisa menghalangi Anda melanglang buana ke alam kenangan itu, bukan ?

Lagu itu sudah menjadi hariring bagi Anda. Dan Anda bisa menggunakannya kapan saja Anda butuh. Dia akan selalu mengingatkan Anda kepada saat-saat yang paling indah dalam hidup Anda. Sehingga kegundahan hati dapat segera dinetralisir, seperti kilat yang dinetralkan penangkal petir. Penangkal petir mengajari kita cara mengelola perasaan dan gejolak hati. Sehingga kita mempunyai daya tahan yang sangat tinggi ketika menghadapi hujan dan badai. Karenanya kita menjadi lebih kuat. Dan kita selalu mendapatkan jalan keluar setiap kali cobaan menghimpit.

Di telinga saya, Hariring kuring masih saja terngiang-ngiang. Seperti halnya Anda yang merasakan deru ombak ketika mendengarkan lagu itu, saya tidak bisa melepaskan nostalgia yang melekat pada hariring-hariring yang pernah saya kenal. Ini membantu saya untuk dapat menetralisir tantangan yang dihadapi sehari-hari. Sehingga, saya masih bisa mencium aroma rumput hijau di ladang pertanian kami. Pernahkah Anda mencium aroma rumput yang baru dipotong? Seperti itulah wanginya. Saya juga masih bisa merasakan belaian angin lembut yang memanjakan kulit wajah. Saya yakin, Anda juga memiliki lagu kenangan yang serupa, bukan?

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/

Catatan Kaki:
Hidup merupakan perpaduan antara warna dan warni. Selama kita bisa menikmatinya, komposisi apapun yang terbentuk akan tetap menjadi lukisan yang indah.

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

3 comments

  1. Waktu saya pertama kalinya lolos interview untuk pekerjaan formal pertama saya…saking senangnya …setelah saya bersyukur …sambil berjalan pulang ..tanpa sengaja saya bersenandung salah satu lagu Air Supply …dan ketika PETIR menyambar dan saya mulai kehilangan kepercayaan diri …ketika menyanyikan lagu tsb, saya dapat merasakan Nuansa …yang membuatku berusaha TEGAR kembali laksana penangkal petir tsb.. Thanks P’Dadang atas tulisan2 Bapak yang selalu menginspirasi saya.

  2. pada 9 Agustus 2008 ketika saya terlibat di acara Indonesia Day Festival di Paul Keating Park Bakstown Sydney Australia di hadiri oleh para pejabat dari negara Indonesia, Australia dan Amerika, 1500 orang hadir dari semua agama semua bangsa meramaikan acara itu, seorang warga keturunan cina mendekati saya, saya senang dengan acara yang diadakan partai ini. kami bahagia bisa tertawa bareng dengan mereka.ramainya acara dengan anekaragam bangsa yang terlibat. banyak warna yang diajarkan partai ini kepada saya dan betapa hebatnya partai ini menghargai warna, adil jujur dan peduli. terima kasih tuk semua kepedulian pak Dadang

  3. aduh nembe ayeuna sim abdi terang aya lagu jiga kieu, lirikna meuni hade pisan