Friday , September 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Menjadi Manusia Baru Di Tahun Baru

Menjadi Manusia Baru Di Tahun Baru

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

The party is over. Pesta tahun baru sudah selesai. Pertanyaannya sekarang adalah; setelah semua kemeriahan itu, apa yang tersisa untuk menjadi bekal kita menjalani hari demi hari ditahun yang baru ini? Dan ngomong-ngomong, adakah hal esensial baru yang sungguh-sungguh kita miliki sehingga kita layak mengelu-elukan tahun baru itu? Jika kita masih menjadi pribadi yang tidak ada bedanya dengan tahun lalu, maka perayaan tahun baru tidak lebih dari sekedar euforia belaka. Sebab, hanya mereka yang berhasil menjadi manusia baru saja yang patut mengklaim kemeriahan tahun baru itu. Menjadi manusia barukah kita, atau sekedar terhanyut oleh kemeriahan semu belaka?

Dikampung saya dulu, ular merupakan binatang yang mudah ditemui. Tentu ada ular yang berbisa. Ada juga yang tidak berbisa. Ada ular pohon. Ular tanah. Dan juga ular air. Tetapi, dari perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh para ular itu, mereka memiliki satu kesamaan. Anda tahu persamaan diantara mereka itu? Tepat sekali, mereka para ular mengganti kulitnya setiap periode waktu tertentu. Dan disaat menjelang pergantian kulit itu, para ular pergi ketempat-tempat sunyi. Lalu disana mereka merenung, meninggalkan segala kenikmatan. Mereka tidak melakukan aktivitas lain selain berdiam diri, bagaikan para pertapa yang sedang bermeditasi.

Ketika mereka selesai bermeditasi itulah bagian epidermis dari kulit-kulitnya terkelupas, sedangkan bagian dermis didalam tubuhnya naik kepermukan menjadi epidermis yang baru. Mengapa ular mengganti kulit? Ilmu pengetahuan menjelaskan bahwa salah satu fungsi pergantian kulit bagi ular adalah demi mengakomodasi kebutuhan tubuhnya untuk tumbuh membesar. Jadi, ular yang berganti kulit itu tengah tumbuh untuk menjadi ular yang lebih besar, dan lebih matang. Ini berarti bahwa ular ’merencanakan’ sesuatu untuk proses pertumbuhannya selama satu periode kedepan hingga tiba saatnya bagi dia untuk kembali berganti kulit.

Pertanda apakah gerangan ini bagi kita? Ini adalah isyarat yang menjelaskan bahwa pergantian tahun tiada lain adalah saat dimana kita selayaknya merenung dan merencanakan sesuatu untuk proses pertumbuhan selama satu periode kedepan hingga tiba saatnya bagi kita untuk kembali berganti tahun.

Ular tidak sekedar berganti kulit. Melainkan berganti kapasitas diri. Sebab, setiap periode pergantian kulit merupakan tanda atas ’kenaikan tingkat’ bagi dirinya. Oleh karena itu, setiap ular yang berganti kulit, pastilah menapaki tingkatan hidup yang lebih tinggi dari sebelumnya. Apakah kita para manusia juga demikian? Dengan kata lain; adakah setiap pergantian tahun yang selalu kita elu-elukan itu menjadi tanda atas ’kenaikan tingkat’ bagi kita?

Salah satu bukti dari kenaikan tingkat terlihat dari seberapa besar bobot ’hal baru’ yang kita lakukan. Jika kita mengaku naik tingkat, namun semua yang kita lakukan tidak ada bedanya dengan apa yang dilakukan tahun lalu; maka kita patut mempertanyakan klaim itu. Tidak ada kenaikan tingkat, tanpa sikap yang baru. Jadi, tahun baru tidak berarti apa-apa bagi kita selain terbuangnya nilai waktu. Lalu, apa yang kita rayakan waktu itu? Jika ditahun yang baru ini, perilaku kita, sikap dan tindak tanduk kita tidak lebih baik dibandingkan tahun lalu; maka itu berarti bahwa kita telah keliru memaknai tahun baru.

Seperti sang ular yang berganti kulit demi pertumbuhan dirinya, maka seyogyanya tahun baru menjadi saat dimana kita memperbaharui segenap tekad dan komitmen penuh untuk menjadi manusia baru yang labih baik. Mengapa mesti begitu? Karena kita selalu meminta agar Tuhan menjadikan tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Namun, jika kita tidak mengubah apapun dari kehidupan kita; bagaimana mungkin kita mendapatkan hasil yang berbeda?

Memang, kadang-kadang kita juga meniru ular merencanakan sesuatu untuk dicapai ditahun yang baru ini. Kemudian kita menyebutnya sebagai resolusi. Keren, bukan?. Namun, meskipun setiap tahun kita membuat resolusi, tetapi kita tidak pernah berani mengevaluasi seberapa berhasil kita mewujudkan resolusi-resolusi itu? Sebaliknya, kita sering sok bertoleransi dengan kenyataan yang jauh melenceng dari resolusi yang kita buat berkali-kali. Ular tidak demikian. Sebab, sesaat setelah dia membuat komitmen untuk berganti kulit; dia secara sungguh-sungguh menjalani hidupnya. Dia menanggalkan dan meninggalkan kulitnya yang lama. Dan menjelma menjadi ular baru.

Sungguh, seolah para ular hendak memberi contoh pada kita untuk menanggalkan ’baju-baju’ lama kita. Yaitu, baju dalam bentuk perilaku-perilaku lama kita yang tidak bisa menunjang proses pertumbuhan diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik. Dengan kata lain, kita diajak sang ular untuk menanggalkan setiap elemen buruk didalam diri kita; agar kita bisa menjadi manusia baru, ditahun yang baru ini. Bisakah kita?

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/
Business Administration & People Development
Radio Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio

Catatan Kaki:
Ada banyak perilaku buruk menempel didalam diri kita. Jika kita berhasil menanggalkan satu hal buruk saja setiap hari, maka kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kehari.

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

3 comments

  1. Artikel yang mengingatkan tentang arti Fitri setelah menjalankan ibadah puasa. Apakah hanya euforia belaka atau ada “penggantian kulit” untuk menjadi Manusia Baru. Terima Kasih Kang Dadang Atas pencerahannya. Semoga di Tahun 2009 kita bisa meraih kesuksesan. Hore … Hari Baru.

  2. BISA ! harus bisa… semua kembali kepada niat kita dan kemauan kita, memang banyak yang NATO tapi siapa yang mau merubah yakinlah akan mendapatkan yang lebih baik dan bisa mencapai target-targetnya. Saya juga menerapkannya dan mau berbagi salah satu solusi dalam menghadapi tahun 2009 bisa lihat di blog saya, salam sukses selalu.

  3. gimana menjadi manusia yang baru,apa syarat2nya.ma kasih.