Friday , September 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Cukup Besarkah Kapasitas Diri Anda?

Cukup Besarkah Kapasitas Diri Anda?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan negatif dari setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, kita sendiripun selalu menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, setiap tahun kita menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita melakukan lebih banyak pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan memberi kita lebih banyak kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyesuaikan diri dengan bertambahnya tuntutan perusahaan?

Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Dijaman saya masih kecil dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang.

Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu; kemampuannya untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu, tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan ’potensi simpanannya’ untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar.

Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai ’satisfaction circle’. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.

Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai ’mentok’. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang ’sudah mentok’ tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.

Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.

Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.

Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.

Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.

Dan, seperti karet gelang; kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/
Business Administration & People Development
Radio Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio

Catatan Kaki:
Jangan sekali-kali berhenti untuk bertumbuh. Sebab, sekali berhenti; sangat sulit untuk memulai kembali.

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

7 comments

  1. Kalau melihat analogi karet gelang, berarti ada saat dimana karet gelang bisa putus, yaitu ketika benda yg dilingkupinya lebih besar dari kemampuan mulurnya. Berdasarkan analogi tersebut, jika dikaitkan dengan hidup, apakah hal tersebut juga terjadi ketika kapasitas diri kita lebih rendah dari keadaan di luar, Pak?terima kasih. salam -mala-

  2. Kapasitas diri seiring waktu dan kemauan diri akan berkembang.. ibaranya cangkir atau mangkukk, kapasitas tampung (akan tanggung-jawab, beban kehidupan, daya tangkap intelegensia dlsb) bermacam-macam bagi tiap orang.. perkembangannya pun mengikuti kedewasaan dan kesungguhan ybs untuk menumbuh-kembangkannya bersama dengan lingkungan yang berpengaruh baginya..

    Persistensi dan konsistensi dalam mengembangkan kapasitas diri adalah juga bergantung pada besar tidaknya impian untuk menjadi sukses..

    When the going gets tough – the tough gets going. Gets going to further develop themselves, going further to expand their in-take and keep on contending challenges.. and that’s how they grow better and becoming a reliable personality.

    Kind regards from West Africa, as we challenge ourselves more-and-more every day developing courage.. under fire.. 😀

  3. Sungguh beruntung jika kita bisa seperti karet gelang tersebut, tidak semua orang bisa seperti itu tapi selama masih ada kemauan pasti bisa.

    Orang yang seperti karet gelang ini akan sangat disenangi oleh perusahaan tapi disisi lain pasti ada juga yang tidak senang, yaitu rekan sesama kerjanya. Saya juga ingat dulu waktu main karet ini kalau kita senang dengan salah satu karet maka dia akan terus-terusan dipakai oleh sipemain sebagai ucak atau gacuk, hanya karet tidak hidup maka no comment 🙂

    Kalau karet bisa putus maka manusia juga bisa terjadi demikian hanya bukan putus tapi bisa saja jatuh sakit bahkan bisa meninggal kalau berlebihan, makanya kita sering diajarkan bahkan dalam agama juga disebutkan kalau mengerjakan segala sesuatu secukupnya saja jangan sampai berlebihan. Karet gelang yang jadi ucak atau gacuk jika dipakai terus menurus juga akan putus begitu juga dengan kita manusia yang ada batasnya ini. Artikel yang menarik… salam kenal dan sukses untuk kita semua 🙂

  4. Karet gelang adalah wujud flexible mengikuti bentuk pemakainya. Dalam menjalani kehidupan kita juga harus flexible, tarik ulur sesuai situasi, kalau memang bisa maksimal kenapa tidak. Yang pasti sesuaikan dengan kemampuan diri, jangan ngoyo.

    Saluuut untuk Kang Dadang dengan article2nya yang selalu jadi bahan renungan.

    Salam sukses selalu untuk Kang Dadang & kita semua.

    Yatti Sumito

  5. #1. Ibu Malahayati. Terimakasih atas komentarnya. Ibu betul bahwa karet gelang bisa putus. Dan putusnya karet gelang itu disebabkan karena dia diregangkan melebihi kapasitas dirinya. Kita beruntung ya Bu, karena kita ini masih jauh dari ‘melewati’ kapasitas diri itu. Sebab, konon kita ini belum menggunakan kemampuan secara optimal, sehingga otak saja baru dipakai sedikit. Jadi, kita tidak perlu takut ya Bu?

    #2. Pak Luigi, wah termiakasih atas tambahannya Pak. Bagus sekali. Bapak di Africa ya? Aduh, katanya tempat itu mempunyai alam yang sangat indah.

    #3. Pak Rakhmat, Terimakasih atas masukannya Pak. Salam kenal kembali.

    #4. Ibu Yatti, terimakasih.

    salam,
    dadang

  6. Mantaff…
    Memperbesar kapasitas memerlukan kemauan dan keberanian, didukung bimbingan atau mentoring yang tepat dari leader yang baik.

    salam,

    kiki4hire

  7. Mungkin kita sendiri tidak tahu atau tidak menyadari sampai seberapa besarkah kemampuan dan kapasitas diri kita ?
    Yang bisa kita lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin menjalankan tugas-tugas dan peran kita dengan selalu profesional, memiliki integritas, kepercayaan diri dan senantiasa mau belajar hal-hal yang baru.

    Pengalaman saya sendiri selama bekerja 20 tahun di Perusahaan yang sama, beberapa kali mutasi ke beberapa departemen yang berbeda-beda tone & mannernya. Pernah di departemen R&D, ekspor/impor, industrial marketing, retail marketing sampai akhirnya sekarang menangani CSR. Alhamdulillah dengan selalu optimis dan terus belajar dan beradaptasi dengan hal-hal baru maka semuanya berjalan lancar.

    Kapasitas diri….. is on the horizon, keep running my friend 🙂