Monday , June 26 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Membersihkan Sampah Kepribadian

Membersihkan Sampah Kepribadian

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita mandi sekurang-kurangnya dua kali sehari. Dengan begitu kita berharap bisa terbebas dari segala bentuk bau dan kotor yang melekat didalam tubuh kita. Namun, kita tahu bahwa tubuh ini bukan semata-mata sebuah wujud kasar. Sebab, jika hanya wujud kasar saja; maka kita ini adalah jenazah. Didalam tubuh ini ada jiwa. Dan seperti jasad kita, jiwa kitapun membutuhkan kebersihan. Untuk jasad, kita mandi menggunakan lulur. Lantas memoleskan kosmetik dan wewangian. Untuk membersihkan jiwa kita, apa yang kita lakukan?

Ditempat tinggal saya yang lama beberapa tahun lalu, tukang sampah hanya datang dua kali dalam seminggu. Sehingga, kalau tempat sampah sudah terlanjur penuh, warga harus mengambil inisiatif sendiri untuk membersihkannya. Tak jarang sampah rumah tangga itu sudah menebarkan bau busuk. Tak heran jika ketika sampah itu dibongkar; belatung berlompatan kesana kemari.

Hey, apakah tadi saya bilang ada belatung? Benar. Belatung. Mengapa Tuhan menciptakan belatung dimuka bumi ini? Guru biology dan pakar kompos menjelaskan bahwa belatung berfungsi untuk menghancurkan sampah menjadi tanah gembur. Bisakah anda membayangkan jika didunia ini tidak ada belatung? Bumi pasti akan dipenuhi oleh sampah yang kita buat setiap hari. Kotoran ada dimana-mana. Bangkai berserakan. Dan tak mungkin lagi ada ruang yang masih tersisa untuk kita tinggali.

Diri kita juga seperti bumi yang kadang dipenuhi oleh sampah tak berarti. Pikiran kita kadang diwarnai oleh prasangka-prasangka negatif. Prasangka kepada atasan kita. Prasangka kepada kolega kita. Prasangka kepada pasangan kita. Dan prasangka kepada siapapun yang ada disekitar kita. Hati, kita dinodai oleh iri dan dengki kepada orang-orang yang lebih maju dari kita. Lidah kita belepotan dengan jejak-jejak perkataan penuh cela, dan makian serta hujatan kepada sesama. Pendek kata, sekujur tubuh kita; dipenuhi oleh sampah yang membuat diri menjadi kotor.

Bisakah anda membayangkan seandainya didalam diri kita tidak ada apapun yang berperan seperti belatung? Padahal, kita hidup selama puluhan tahun dengan sampah yang terus menerus bertambah. Jika tak ada yang membersihkan diri kita dari semua itu, maka sudah pasti kotoran itu akan melekat kuat didalam tubuh kita. Menempel seperti kerak arang hitamnya pantat penggorengan.

Melalui belatung itu, Tuhan menunjukkan kepada kita betapa pentingnya membersihkan diri. Sebab, sesungguhnya kita tidak hanya membuat sampah secara fisik, namun juga non fisik. Untuk sampah fisik, biarkan belatung yang dikirim Tuhan membersihkannya. Untuk sampah non fisik? Adakah Tuhan mengirimkan sejenis belatung khusus?

Didalam diri kita, ada dua jenis sampah. Pertama, sampah yang terbentuk karena kesalahan dan kekhilafan kita. Dan kedua, sampah berupa masuknya pengaruh negatif dari luar.

Sikap mawas diri adalah fungsi belatung yang ampuh untuk membersihkan diri dari kesalahan yang pernah kita buat. Orang-orang yang mawas diri tidak membela diri. Jika mereka salah, mereka dengan besar hati mengakui kesalahan itu; dan kemudian berusaha keras untuk tidak mengulanginya lagi. Mereka akan dengan tulus mengulurkan tangan untuk meminta maaf, dan mengatakan; ’Saya memang salah. Tidak akan saya ulangi kesalahan itu. Mohon dimaafkan’. Kebanyakan manusia bertindak sebaliknya. Itulah sebabnya, mengapa pengadilan pidana selalu berlarut-larut untuk sekedar mendapatkan pengakuan dari terdakwa. Karena tidak memiliki sikap belatung itu, mereka berdebat dan saling membela diri; sehingga kebenaran lari terbirit-birit. Kata belatung;’akui saja kesalahan itu, dan bersihkan dirimu dengan permintaan maaf.’

Bagaimana dengan sampah-sampah berupa pengaruh-pengaruh negatif yang masuk dari luar? Sampah jenis ini bisa berbentuk sikap dan tindakan orang lain yang tidak menyenangkan, misalnya. Hal itu bisa menimbulkan kebencian dan dendam didalam hati kita. Lalu, balas memaki dan membenci, sehingga jiwa kita yang bersih menjadi ternoda. Namun, orang yang memiliki belatung memilih untuk memaafkan para pemaki itu, dan membalas keburukan dengan kebersihan hati, serta kelapangan dada. Sehingga, tak ada balas dendam dalam kamus hidup mereka. Dan jika hubungan itu tidak dapat diselamatkan; mereka memilih menjauh daripada harus menceburkan diri kedalam kubangan.

Sampah dari luar juga bisa berupa tantangan hidup yang datang silih berganti. Kita tahu bahwa roda kehidupan terus berputar. Kadang kita diatas, kadang kita dibawah. Saat diatas, kita sering lupa betapa bernilainya kenikmatan itu. Saat dibawah, sering kita mengeluh seolah hidup tak pernah indah. Para belatung dalam diri kita membantu membersihkan sikap negatif sehingga dalam keadaan sulit pun kita selalu bisa bersikap positif. Mengapa kita bersikap positif? Sebab semua sikap negatif kita sudah dibersihkan oleh para belatung itu. Oleh karena itu, kita tidak bisa berbuat lain selain perbuatan-perbuatan positif saja. Bukankah itu yang bisa meningkatkan nilai kemanusiaan kita?

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/
Business Administration & People Development
Business Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio

Catatan Kaki:
Orang-orang berhati bersih itu ajaib. Sehingga, tak ada satu hal pun yang bisa meruntuhkannya.

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

5 comments

  1. Dear Kang Dadang,

    Pertanyaannya : “Bagaimana caranya kita memiliki hati yang bersih?”

    Salam
    tommy

  2. Sungguh tulisan yang luar biasa, menggugah hati untuk menelaah makna dan artinya.

    Mungkin perlu mengembang biakkan belatung hati dan belatung otak ya Kang, untuk membersihkan kotoran yang ada didalamnya supaya tetap berprasangka baik dan berpikiran jernih dalam situasi ekonomi yang semakin sulit.

    Salam selalu sukses untuk Kang Dadang dan kita semua.

    Yatti Sumito

  3. Belakang saya sering baca tulisan2 kang dadang, lalu saya copas utk di share ke teman2 yg lain (mohon ijinnya ya kang..) soalnya saya pikir sangat bagus dan inspirational…

    mungkin ada juga yang muak, karena saya kirim email yg isinya tulisan2 kang dadang, tapi sampai saat ini sih lebih banyak yg no response…, mungkin sdng coba meresapi.

    “Belatung hati’,
    suatu konsep yang menggugah pikiran utk mencerna lebih dalam,
    kalo saya pikir inti dari tugas “si Belatung hati” itu supaya kita bisa terus menyuburkan sifat “huznuzon”, dan membuang sifat “su’uzon” ;selalu berprasangka baik, dan tidak berprasangka buruk terhadap segala hal, (ini konsep di Islam yg sejak kecil ditanamkan para org tua dan guru2 ngaji dan guru2 agama) kalo meminjam istilah kang dadang utk membersihkan 2 jenis sampah di diri kita…

    selalu berpikir positif, begitu istilah kerennya sekarang yg sering diucapkan oleh motivator2 ulung
    sehingga kita bisa meng-eliminir pikiran2 negatif dan melakukan tindakan2 yg positif…

    kata guru ngaji sama guru2 agama saya dulu
    ” yang membedakan manusia dgn mahluk ciptaan tuhan lainnya adalah kita diberi akal dan pikiran utk membedakan mana yg benar dan mana yg salah”

    mungkin ini “Belatung hati” yg tuhan ciptakan buat kita ya kang…?

    diantos tulisan2 selanjutnya kang dadang

    gambatte kudasai…

  4. #1 Pak Tommy, Terimakasih atas pertanyaannya Pak. Mungkin tak seorang pun tahu betul bagaimana caranya. Namun, banyak hal bisa ditempuh. Misalnya, sikap pemaaf. Ketika kita bersedia memaafkan orang lain, biasanya hati kita terbebas dari dengki. Cara positif lain banyak pula. Namun, bisa kita mulai dari apa yang bisa kita lakukan.

    #2. Ibu Yatti, terimakasih atas tambahannya. Ibu betul, otak kita juga sering dicemari ya Bu.

    # 3. Pak Rustama, terimakasih atas kebaikannya. Jika memang didalamnya ada nilai positif semoga bisa membawa manfaat kepada saya sendiri dan siapa saja yang berkenan. Mengenai yang suka dan tidak suka itu biasa kan Pak ya. Tidak setiap orang menyukai satu hal yang sama. Namun, selama tidak saling mengujat; saya kira tidak masalah. Gambatte kudasai (naon ini artinya, haha…)

    Salam,
    dadang

  5. semoga belatung2 kebaikan tumbuh subur dalam diri saya khususnya dan kepada kita semua umumnya, sehingga kita dapat memaknai hidup dengan lebih baik.
    hatur nuhun kang