Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Dibanyak media kita membaca perkiraan yang dibuat oleh para ahli ekonomi dan bisnis serta politikus terkemuka, bahwa; tahun ini kehidupan kita mungkin akan terusik oleh melemahnya kinerja ekonomi dunia. Siapa yang tidak deg-degan jika demikian? Bahkan orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi pun bisa diberhentikan. Apalagi konon Organisasi Pekerja Internasional (ILO) memperkirakan bahwa Indonesia akan kebagian PHK untuk sekitar 650,000 orang tahun ini. Atau mungkin lebih dari itu. Ketika hendak melakukan PHK, perusahaan yang peduli biasanya memberikan pembekalan supaya mereka tahu, ’apa yang bisa mereka lakukan setelah PHK’. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita perlu secara jujur mengakui kalau kita sering terjebak dalam anggapan bahwa; proses belajar itu sudah menjadi masa lalu. ”Aduh, aku sudah tidak muda lagi untuk belajar,” begitu sering kita bilang. Atau, ”Pekerjaanku lagi numpuk nih; gak sempat lagi untuk belajar.” Dan masih banyak hal serupa itu merasuki alam bawah sadar kita. Sehingga berhentilah kita dari proses belajar itu. Tetapi, benarkah wajib belajar itu hanya berlaku untuk anak-anak sekolahan? Dan benarkah orang-orang dewasa seperti kita tidak perlu lagi untuk menjalani semua itu? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Beberapa waktu yang lalu, presiden SBY menjelaskan bahwa krisis global tahun lalu telah menyebabkan sekitar 250,000 orang Indonesia kehilangan pekerjaan. Dan kita semua tahu bahwa krisis ini belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. Bahkan, dalam World Economic Forum pekan silam yang dihadiri oleh para pemimpin ekonomi dan politik dunia terkuak adanya kemungkinan bahwa sekitar 50 juta orang terancam kehilangan pekerjaan ditahun 2009 ini. Lantas, bagaimanakah potret dunia kerja kita dimasa mendatang? Apakah kita akan turut menjadi korban. Atau, bisakah kita melakukan sesuatu untuk menyelamatkan diri? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita sering menggunakan sebutan ’Macan Ompong’ bagi mereka yang kemampuannya sudah tidak bisa diharapkan lagi. Ya, seperti macan; ketika masih memiliki taring, ketangguhannya tidak dapat ditandingi. Namun, ketika gigi-gigi taringnya sudah pada tanggal; wibawanya begitu saja hilang, sehingga tikus kecil pun tidak merasa gentar kepadanya. Dengan kata lain, wibawa dan kedigdayaan yang dimilikinya pada masa muda turut pudar sejalan dengan bertambahnya usia. Karena manusia tidak dapat menghentikan sang waktu, maka kita juga tidak dapat menghindarkan diri dari pertambahan usia. Lantas apa bedanya antara manusia dengan seekor macan? (more…)