Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Apakah anda pernah mengeluh tentang pekerjaan? Jika anda bilang; ”tidak pernah,”, ada 2 kemungkinan. Pertama, anda termasuk manusia langka. Atau, mungkin anda lupa bahwa anda pernah melakukannya. Kenapa demikian? Karena bahkan orang yang karirnya sangat cemerlang pun konon pernah mengeluhkan tentang pekerjaan atau hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaannya. Orang yang menduduki posisi tinggi sekalipun? Yes. Orang yang menduduki posisi puncak sekalipun. Jadi, apakah mengeluhkan pekerjaan itu lumrah? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita hidup dari satu harapan ke harapan lainnya. Harapanlah yang menjadikan kita mampu bertahan melewati situasi sulit hingga saat ini. Setiap pagi kita bangun, kemudian berangkat ke kantor dengan harapan pada tanggal 25 nanti, kantor akan memberikan bayaran yang sepadan. Kita mendatangi kantor klien dengan harapan mereka bersedia membeli produk yang kita tawarkan. Para petani terus menanam benih dengan harapan semua jerih payah ini pada akhirnya memberikan hasil yang memuaskan dikala panen. Bayangkan, seandainya kita tidak memiliki harapan-harapan seperti itu; apakah kita bersedia melakukan semua itu? (more…)

Dear Teman-teman,
Ada sedikit masalah pada system pengiriman “Contact Us” selama periode 1 – 20 Maret 2009, sehingga saya kehilangan datanya. Oleh karenanya, saya tidak dapat merespon email anda yang dikirim dalam periode itu.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ya. Semoga tidak terulang kembali.

salam,
dadang

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Apa yang membedakan manusia dengan mahluk lain? Kita bilang; ’akal!’. Manusia memiliki akal, sedangkan mahluk lain tidak. Itulah sebabnya manusia bisa mengklaim diri sebagai mahluk Tuhan yang paling sempurna. Sebab, dengan akalnya itu manusia bisa melakukan begitu banyak hal yang tidak bisa dilakukan kucing, kelinci, ataupun bunga melati. Sayangnya, tidak semua yang bisa dilakukan manusia itu digunakan untuk kebaikan sesama. Karena pada kenyataannya, akal kita sering digunakan untuk ’mengakal-akali’ dengan cara melakukan apapun demi kepentingan segelintir individu atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, banyak buah pahit dari hasil karya akal manusia itu. Dengan demikian, untuk menjadi ’mahluk sempurna’ seperti klaimnya, manusia mesti memiliki piranti lain. Sehingga kecerdasan akalnya dapat diimbangi oleh kearifan dari dalam dirinya. Apakah gerangan piranti itu? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

’Be the best!’ begitu kata para pakar pemberi semangat. Jadilah yang terbaik. Kita meyakini bahwa dengan menjadi yang terbaik, kita akan berhasil meraih kesuksesan. Kemudian, kita menengok ke kiri dan ke kanan. Menyaksikan betapa teman-teman kita telah berprestasi tinggi sehingga semangat untuk menjadi yang terbaik mendorong kita untuk melampaui pencapaian-pencapaian mereka. Dengan begitu, kita menjadi manusia yang sangat kompetitif. Permasalahan yang muncul kemudian adalah; kita sering lupa bahwa untuk melampaui kinerja orang lain, kita perlu mengindahkan etika. Bahwa dalam berkompetisi ada rambu-rambu yang perlu kita ikuti. Jika tidak, maka kita akan melakukan ’cara apa saja’ demi meraih gelar manusia terbaik itu. Mengapa manusia seperti kita sering terjebak pada situasi seperti itu? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Salah satu frase paling populer dilingkungan kita berbunyi;”belajar sepanjang hayat.” Jika kita terlalu berfokus kepada pelajaran formal, tentu frase itu tidak akan relevan. Namun, jika kita meyakini bahwa proses belajar itu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, maka kita tidak akan pernah kehilangan momentum untuk bisa belajar dan meningkatkan diri. Tetapi, apakah proses belajar itu bisa dilakukan dalam ’situasi apapun’? Kelihatannya memang demikian. Dalam situasi sulit sekalipun? Betul. Sesulit apapun? Nampaknya begitu. (more…)