Friday , August 18 2017
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Biarkan Roda Kehidupan Itu Terus Berputar

Biarkan Roda Kehidupan Itu Terus Berputar

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Salah satu frase paling populer dilingkungan kita berbunyi;”belajar sepanjang hayat.” Jika kita terlalu berfokus kepada pelajaran formal, tentu frase itu tidak akan relevan. Namun, jika kita meyakini bahwa proses belajar itu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, maka kita tidak akan pernah kehilangan momentum untuk bisa belajar dan meningkatkan diri. Tetapi, apakah proses belajar itu bisa dilakukan dalam ’situasi apapun’? Kelihatannya memang demikian. Dalam situasi sulit sekalipun? Betul. Sesulit apapun? Nampaknya begitu.

Saya teringat dengan sepeda pertama yang saya miliki dimasa kecil. Ketika mendapatkan sepeda itu, saya belum benar-benar bisa bersepeda. Sehingga ketika sepeda itu tiba dirumah, pada awalnya saya hanya bisa menatapnya saja. Rasa senang dan takut bercampur aduk. Lalu, berkembanglah itu menjadi antsusiasme dan kenekatan. Antusias karena senang, nekat karena sebenarnya belum bisa bersepeda. Walhasil, hal paling mudah dikenang dari masa-masa awal belajar bersepeda itu adalah ketika sepeda saya tidak bisa dikendalikan hingga menabrak box penjual rokok dipinggir jalan. Lecet disikut kiri kanan, ditambah omelan dari sang pedagang tidak bisa menghentikan kenekatan itu. Diulangi lagi. Dan ndilalah, lha kok setelah nabrak itu saya menjadi lancar bersepeda.

Saya yakin, anda memiliki pengalaman serupa itu ketika belajar bersepeda. Dan sekarang, kita semua sudah sangat mahir melakukannya. Cobalah anda bayangkan; apa jadinya kita seandainya dulu, kita langsung berhenti setelah terjatuh? Tentu kita tidak akan pernah mahir naik sepeda. Mengapa? Karena setelah kejatuhan yang menyakitkan itu, kita tidak mau mencoba memulainya kembali.

Menurut pendapat anda, apakah hidup juga demikian? Kelihatannya iya, ya. Dalam hidup pun, kadang kita terjatuh. Kita merasa sakit fisik. Sakit perasaan. Luka di badan. Dan luka kehormatan. Dan, seperti bersepeda tadi; seandainya kita berhenti setelah mengalami jatuh dan luka-luka itu, mungkin kita tidak akan terampil lagi dalam mengarungi hidup.

Dalam dunia nyata, kita menyaksikan betapa banyak orang yang benar-benar terhenti oleh kegagalan hidup. Oleh jatuhnya bisnis mereka. Oleh berakhirnya kontrak kerja mereka. Dan setelah bertahun-tahun kemudian, mereka terus terkurung oleh perasaan marah dan kecewa. Lantas menumpahkan kemarahan itu kepada tindakan-tindakan yang kurang produktif, sehingga akhirnya mereka benar-benar kehilangan makna hidup. Padahal, mereka adalah orang-orang yang memiliki potensi diri yang begitu tinggi.

Dalam dunia nyata, kita juga menyaksikan betapa banyak orang yang begitu gigih dan tidak membiarkan dirinya dihentikan oleh cobaan hidup yang berkali-kali menimpanya. Ketika bisnisnya jatuh, mereka bangun lagi. Jatuh lagi, bangun lagi. Itulah sebabnya mereka tidak menyebut bisnisnya ’jatuh’, melainkan ’jatuh-bangun’. Artinya, ketika terjatuh pun, mereka masih berusaha bangun lagi. Ketika perusahaan tempat mereka bekerja berkata;’we are sorry to tell you that we cannot keep you stay with us…..’ tentu mereka kecewa. Tetapi, mereka tidak berhenti pada ’kecewa’, karena segera setelah itu mereka meneruskan hidup dengan melakukan apa saja untuk memastikan roda kehidupannya terus berputar. Sehingga, meskipun mereka telah kehilangan pekerjaan itu; mereka menemukannya kembali. Bagaimana jika dengan semua usaha yang dilakukannya, mereka tidak berhasil menemukannya kembali? Mereka belajar sesuatu dari ketidakberhasilannya. Lalu mereka membuat pekerjaannya sendiri. Sehingga selalu ada pekerjaan yang bisa menjaga diri mereka tetap produktif.

Bagaimana mereka bisa setangguh itu? Sederhana; mereka percaya bahwa bahwa hidup selalu menyembunyikan pelajaran berharga. Dari perjalanan hidup mereka menemukan pelajaran untuk melanjutkan hidup. Dan, ketika secara konsisten mereka melakukan itu, mereka mendapati roda kehidupan terus berjalan. Dan semakin hari, mereka semakin terampil menjalaninya.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/
Business Administration & People Development
Business Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio

Catatan Kaki:
Kehidupan itu seperti sepeda; kita tidak akan pernah terjatuh, selama kita terus mengayuh.

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

4 comments

  1. “Hidup adalah Perubahan…
    Kita Hidup karena Kita Berubah…
    Orang yang tak berani menghadapi perubahan sesungguhnya telah mati…”

    Sukses dan teruslah berputar kang Dadang…!!!

  2. Hidup harus & WAJIB untuk disyukuri serta dinikmati. Karena ketika kita bersyukur maka nikmat itu akan menyertai. Susah senang, sedih gembira, sakit sehat dll Syukuri & Nikmatilah
    Merdeka!!!!!!!

  3. Yap, setuju banget kang Dadang. Disaat jatuh itulah justru kita banyak belajar, paling tidak belajar berdo’a dan belajar berhemat. Karena biasanya (mohon maaf bagi yang tidak biasa) bermacam-macam doa bisa hafal luar kepala saat kesusahan, dan lebih pandai matematika, apa lagi ibu-ibu, he … he …

    Sudahlah roda berputar kebawah, ngelindes kotoran sapi lagi, tapi percayalah saat roda kembali berputar keatas segala kotoran yang nempel akan lepas dengan sendirinya.

    So, let’s wake up, jangan pernah berhenti belajar.

    Salam sukses selalu Kang Dadang …..

  4. Senasana, ketegasan anda menguatkan kesadaran saya bahwa kalau tidak berani menghadapi itu kita nyaris seperti mati. Dan kalau nggak rajin bersyukur seperti kata Sly, kita ini mau membawa apa ketika mati ya? Mungkin benar kata Bu Yatti, doa kita makin khusyu kalau lagi susah ya?

    Well done.
    salam,
    dadang