Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Dalam situasi krisis seperti saat ini, banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan tidak populer. Misalnya, mengurangi beberapa pos pengeluaran penting seperti pemotongan biaya promosi, penundaan kenaikan gaji, dan penghematan lain disana-sini. Karena itu, tidak sedikit karyawan yang naik darah hingga keubun-ubun. Dan tentu saja, cara termudah untuk melampiaskan kekesalan adalah dengan menimpakan semua itu kepada atasannya. Padahal, seringkali atasan tidak berada pada posisi sebagai pengambil keputusan. Yang sebenarnya terjadi adalah; sang atasan tengah berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik bagi bawahan sekaligus menjadi karyawan yang baik bagi perusahaan. Jadi, apakah cukup fair untuk memvonis atasan kita sebagai orang yang menyebalkan? Continue reading