Friday , October 23 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Mengapa Tuhan Sampai Bersumpah Atas Nama Waktu?

Mengapa Tuhan Sampai Bersumpah Atas Nama Waktu?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Sumpah palapa yang diucapkan Mahapatih Gajah Mada tercantum dalam catatan sejarah. Dan sang maha patih, memegang teguh sumpah itu hingga dia bisa menunaikannya. Orang-orang yang konsekuen tidak sembarangan mengumbar sumpah. Sebab, mereka tahu bahwa sumpah itu pantang dilanggar. Dan jika seseorang bersumpah, biasanya kita menjadikan sumpah itu sebagai pegangan bagi sebuah kepercayaan. Bagaimana seandainya yang bersumpah itu adalah Tuhan? Guru mengaji saya disurau dulu menyampaikan sebuah petikan dari kitab suci yang menyatakan bahwa Tuhan bersumpah demi waktu. Lho, mengapa kok Tuhan bersumpah demi waktu?

Dalam sebuah penerbangan international, kami berhenti untuk transit selama dua jam disebuah bandara. Para penumpang memanfaatkan waktu 2 jam itu untuk urusan masing-masing. Ada yang mampir ke toko buku. Ada yang mejeng di cafe. Dan, tentu saja ada yang belanja belanji. Satu jam lima puluh lima menit kemudian seluruh penumpang sudah kembali berada di pesawat untuk meneruskan perjalanan. Setidaknya begitulah yang dipikirkan orang-orang. Namun, tidak demikian halnya dengan data yang ada dalam catatan awak kabin. Sehingga pilot mengumkan bahwa pintu pesawat belum bisa ditutup karena masih menunggu 2 orang penumpang yang belum kembali.

Para penumpang lain tidak terlampau peduli dengan pengumuman itu karena toh masih ada waktu 5 menit untuk terbang. Namun, ketika lima menit kemudian penumpang yang ditunggu itu belum juga kembali, mulai ada yang menggerutu. Sepuluh menit sesudah itu; mereka tidak kunjung muncul juga. Sudah ada yang mulai marah. Dan sekitar lima belas menit kemudian dari arah depan terdengar suara berisik. Oh, rupanya penumpang yang ditunggu-tunggu itu sudah masuk kedalam pesawat. Kedua tangan mereka menggenggan beragam barang belanjaan. Dan, ketika mereka melintasi gang menuju ketempat duduknya mereka berkata sambil cengar-cengir; ”Walaah pada nungguin…, sory sory ya…hihihi…..” mendengar cekikikannya, orang tahu bahwa mereka sama sekali tidak menyesal. Dalam hati saya berbisik; ”duh, ternyata mereka orang Indonesia…….”

Dari jaket seragam yang dikenakannya, kita bisa tahu bahwa mereka berangkat dalam rombongan. Dan ketika mereka sampai ke kursi bersama rombongannya, temannya menegur;”kemana aja sih elo? Penumpang laen udah pada kesel tuch….”

Salah satu orang yang telat itu menjawab;”tapi kita ditunguin kaaaann….hihihi…..” Hati saya kembali menjerit. Ingin rasanya telinga ini mendengar penumpang berkebangsaan lain berkata;”Tenang saja mas, kami semua tidak mengerti apa yang bangsa anda katakan…..”

Diruang meeting sebuah kantor di Jakarta; seorang penyelenggara rapat duduk menunggu. Lalu muncul seorang direktur. ”Lho, yang lain pada kemanan nih?”
”Masih belum pada datang Pak,” jawabnya.
”Wah, kalau begitu saya balik ke ruangan dulu. Kalau yang lain sudah datang, kasih tahu saya.” Lalu beliau keluar dari ruang meeting.

Setelah itu, direktur lain datang. Mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu pergi lagi. Direktur lainnya lagi datang. Bertanya lagi. Dan pergi lagi. Akhirnya, penanggung jawab rapat yang terbilang paling yunior itu hanya bisa mengurut dada.

Pada kesempatan lain, ada rapat sebuah lembaga pelayanan masyarakat. Para tokoh diundang untuk hadir membicarakan kepentingan masyarakat. Diundangan tertera rapat dimulai jam 19.30 WIB. Anehnya, tepat pada jam itu ditempat rapat baru ada 2 orang manusia aneh. Walhasil, rapat dimulai jam sembilan malam. Dan diisi perdebatan seru hingga larut malam.

Dua minggu kemudian, rapat lanjutan dilakukan. Seperti biasa, diundangan ditulis rapat dimulai jam 19.30 WIB. Kali ini, prestasi dicapai dengan lebih baik, karena rapat sudah berhasil dimulai pada jam 20.30 WIB. Lalu, salah seorang peserta rapat yang sok sibuk, dan pura-pura menghargai waktu angkat bicara. ”Bapak pimpinan rapat,” katanya. ”Saya sangat menghargai rapat ini…” lanjutnya. Seluruh mata memandang tajam kearahnya. ”Karena,” orang itu melanjutkan. ”Rapat kali ini lebih baik dari rapat sebelumnya. Jika rapat sebelumnya kita molor satu setengah jam dari jadwal, namun rapat kali ini hanya molor satu jam saja.” Semua orang memelototinya seperti melihat alien yang baru mendarat di kebun jagung orang.

”Saya berharap semoga rapat mendatang bisa terlambat setengah jam. Dan rapat-rapat selanjutnya, bisa terlambat enol menit……” Sang alien mengakhiri pidatonya. Setelah itu, terdengar tertawaan nyaris seperti di panggung pentas srimulat. Setelah argumen ini dan itu keluar, sang Alien akhirnya menyadari bahwa kata-katanya tidak bisa mengubah keadaan.

Ketiga peristiwa yang saya ceritakan itu adalah kisah-kisah nyata yang sungguh-sungguh terjadi didunia ini. Hanya saja, saya sedikit menyamarkannya supaya tidak menyinggung kepentingan siapapun. Tapi, jika saya mengingat peristiwa-peristiwa itu; saya jadi mulai lebih mengerti; mengapa Tuhan bersumpah atas nama waktu. Mungkin saja kita tidak akan mengerti sepenuhnya mengapa Tuhan melakukan itu. Tapi, setidaknya itu menunjukkan bahwa Tuhan pun sangat prihatin dengan bagaimana cara kita menghargai waktu. Dan menghargai orang-orang yang menghargai waktu.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/

Catatan Kaki:
Menjadi orang yang menghargai waktu, kadang-kadang terlihat aneh. Namun, jika semakin banyak orang yang bersedia menjadi ’aneh’ seperti itu, menghargai waktu bisa menjadi sesuatu yang tidak aneh lagi.

Public Program terdekat:

    1. 1. Jakarta 15-16 Juni: ”Strategic Negotiation”,
      2. Jakarta 24-25 Juni: ”First Time Leader” (Supervisor & Manager yang baru dipromosi),
      3. Jakarta 9 July: ”Leadership for Secretary/Administrative Assistant”,
      4. Jakarta 21-22 July: ”Stress Management”
  • Info lebih lanjut: hubungi kami

    Belum pernah mendengar suara Dadang Kadarusman?
    Dengarkan Talk Shownya Setiap Jumat jam 06.30-07.30 pagi di 103.4 DFM Radio atau melalui Internet live streaming: www.dradio1034fm.or.id

    Ada yang membutuhkan Artikel Gratis untuk Mading Kantor? Silakan hubungi dkadarusman@yahoo.com dengan subject :”Artikel Mading”.

    About Dadang Kadarusman

    Dadang Kadarusman
    Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

    9 comments

    1. Wah…. Pak… Tahu aja yang bwt Saya sedih. Bayangin aja Pak, baru satu hari ujian nasional, adek Saya dah dapet soal bocoran dari gurunya…

      Aduh…martabatnya bangsa ini nggak jauh2 dari martabak….

    2. artikel yang sangat bagus pak….!!
      saya juga termasuk dari mereka yang belum bisa menghargai waktu dengan baik…

      Ridwan Amir

    3. Terima kasih atas sharing-nya Pak.
      Bangsa yang besar salah satunya tercermin dari menghargai waktu. Seringkali orang tidak sadar berapa banyak kerugian yang ditimbulkan akibat tidak menghargai waktu. Rugi buat diri sendiri dan seluruh orang yang harus menunggu.

    4. Sipp kang Dadang…
      Saya heran kok Anda sampe kepikiran ya pertanyaan itu “mengapa Tuhan bersumpah demi waktu” hee hee
      Mungkin bisa juga jadi judul film kang, AADW (Ada Apa Dengan Waktu)

      Setelah membaca artikel anda…saya berusaha sadar baiklah saya ikutlah, saya ikut berusaha jadi orang aneh yang berharap semoga suatu saat dianggap tidak aneh..
      hee
      Terimakasih pencerahannya kang, semoga Tuhan melimpahkan berkah bertubi-tubi..

    5. assml.

      wach saya jadi inget saat datang rapat tepat waktu yang kutemui hanya meja kosong, hehe…

      wass.
      purwati
      http://purwatiwidiastuti.wordpress.com
      http://purwati-ningyogya.blogspot.com
      http://purwatining.multiply.com

    6. harus tepat waktu

    7. Allah SWT memberikan waktu yg sama kepada umatnya 24 jam sehari, tapi dlm penggunaanya masing-2 orang berbeda. Orang sukses biasanya adalah orang yg pandai menghargai waktu, bangak orang kurang menyadari bahwa waktu adalah kekayaan paling berharga yang dimiliki setiap manusia.

      TIME IS MONEY….. Sederhana tapi penuh makna.

    8. Alhamdulillah di tempat kami bekerja telah tercipta lingkungan yang menghargai waktu, bahkan sering peserta hadir – 5 menit sebeluacara dimulai.
      Kami mempunyai budaya TIPCE (Trus, Inegrity, Professionalism, Customer Focus, dan Excellen) sehingga setiap insan di lingkungan kami bekerja mempunyai standar yang sama.

    9. Mengapa Allah bersumpah atas nama waktu karena manusia akan berada dalam kerugian kalau tidak dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan salah satu karakteristik waktu: dia tidak dapat diputar kembali ke masa lalu..oleh sebab itu mari kita manfaatkan sisa waktu yang masih ada dengan hal-hal yang berguna.

      Wassalam