Friday , September 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Benarkah Kita Hidup Dalam Serba Kekurangan?

Benarkah Kita Hidup Dalam Serba Kekurangan?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Banyak sekali kekurangan dalam diri kita. Kurang mancung. Kurang putih. Kurang kaya. Kurang pintar. Dan beragam macam kurang-kurang lainnya. Oleh karena itu, kita tidak pernah kekurangan alasan untuk bersembunyi dibalik serba kekurangan yang kita miliki. Sampai-sampai, alasan yang kita kemukakan itu tidak lagi bisa diterima akal karena sama sekali tidak bermutu. Herannya, semakin hari kita semakin nyaman dengan beragam alasan itu. Seolah-olah kita sudah menjadi sahabat terbaik bagi para alasan dan enggan beranjak barang sedikit saja dari tempat persembunyian itu. Padahal, kita percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Dan kita juga percaya bahwa dibalik ketidaksempurnaan itu; ada orang-orang yang bisa menghasilkan pencapaian tinggi. Tapi, mengapa bersembunyi dibalik kekurangan diri ini kok terasa begitu nikmat?

Akhir tahun lalu, saya mengikuti bowling fun game. Dengan modal keterampilan main bowling yang nol besar ini, saya berhasil memenangkan hadiah berupa 3 lembar voucher masing-masing bernilai seratus ribu rupiah. Jadi, pasti kemenangan itu merupakan ’keberuntungan seorang pemula’. Beberapa hari yang lalu, voucher itu ’ditemukan’ kembali terselip dibuku catatan saya. Lalu, saya menggunakannya untuk mampir disebuah cafeshop. Sekedar nongkrong sejenak selepas mengikuti kelas fitness. Sekarang Anda sudah tahu bahwa saya berani masuk kesana gara-gara memiliki voucher itu; sehingga saya cukup mengeluarkan uang 15 ribu rupiah saja untuk makan berdua rada gaya. Kalau tidak ada voucher itu; saya tidak makan disitu, haha.

Ketika tengah menikmati ice blended vanilla dan smoked beef cake itu mata saya tertuju kepada sebuah meja dimana disana tengah bersantap siang sebuah keluarga terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua anak yang lucu-lucu. Anak-anak sibuk bermain. Sang Ibu sibuk menyuapi mereka. Sedangkan sang Ayah terlihat asyik melayani pertanyaan-pertanyaan anak-anak sambil terus bekerja dengan lap-topnya. Sungguh, saya terkesan dengan lelaki seumuran saya itu. Entah mengapa, saya merasa ada ’aura’ kuat yang terpancar dari dalam dirinya. Ketika itu saya merasa seolah tengah memandang seorang bintang dengan segenap profesionalisme dan kompetensi. Padahal, saya tidak mengenalnya.

Saya tidak berhenti mencuri pandang kearahnya. Seperti ketika remaja dulu mencuri pandang kearah gadis pujaan hati. Bedanya, dulu saya melakukan itu karena perasaan suka kepada kecantikan yang memukau. Sekarang, karena sebuah kekaguman. Diam-diam, dalam hati saya berbisik; ingin rasanya meniru orang itu.

Saya mengira bahwa kekaguman itu akan berhenti sampai disitu. Tetapi saya keliru seratus persen. Saya termangu ketika menyaksikan pemandangan lain sesaat setelah itu. Yaitu, ketika orang itu berubah posisi duduk dan serta merta saya menyadari bahwa ternyata orang itu memiliki keistimewaan lain yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Tahukah anda apa keistimewaan itu? Beliau memiliki satu kaki.

Sekarang saya jadi malu kepada diri sendiri. Dengan kesempurnaan fisik ini pun saya masih saja bersembunyi dibalik seribu satu alasan untuk membesar-besarkan kekurangan diri. Sehingga saya bisa dengan mudahnya menyerah. Lalu, memilih untuk bersikap pasif. Lalu menjadi orang yang tidak berbuat apa-apa secara produktif.

Betapa banyak orang yang diberi kesempurnaan penciptaan seperti kita, namun mempunyai mental yang lembek. Betapa banyak orang yang memiliki kelengkapan fisik seperti kita, namun setiap hari berkubang dengan keluh kesah. Padahal, betapa Tuhan telah memberi lebih banyak dari yang kita butuhkan; tapi, kita masih saja memenjarakan diri didalam kotak berlabel ’kurang’.

Saat ini, rasanya kok saya masih duduk dihadapan orang hebat di cafe itu. Dan saya masih merasakan semangatnya berputar-putar diatas kepala saya. Seolah dia berubah menjadi malaikat bersayap indah, lalu berkata; ”Keluarlah dari tempat persembunyianmu. Karena, Tuhan telah memberimu segala yang engkau butuhkan, untuk menjalani hidupmu…..”

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/

Catatan Kaki:
Menyadari kekurangan diri bisa menghindarkan kita dari sifat sombong. Namun, terlampau membesar-besarkannya bisa melupakan kita akan betapa banyak nikmat yang sudah kita dapat.

Jika Anda membutuhkan Artikel Gratis untuk Mading kantor silakan
hubungi kami japri dengan subjek “Artikel Mading” ke dkadarusman@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

8 comments

  1. subhanallah…pagi ini saya mendapat pencerahan dari postingan yg amat menggugah hati.
    jazakallah khairan katsira utk Kang Dadang
    salam sukses

  2. Betul Kang sering kita berat untuk keluar dari zona aman, padahal kalau kita focus pd suatu cita dan bekerja keras selanjutnya kita pasrahkan kepada Allah, lihat apa yg terjadi ? Subhanallah.
    salam kang dr Bontang

  3. Assalammualaikum Ww,

    Salam kenal Pak Dadang saya penggemar artikel-2 Anda. Saya minta izin u/Copy-Paste artikel yg saya gemari dan saya posting di website http://www.ibuhabibie.com.

    Jujur saja kadang kalo sy lagi sibuk tdk sempat berpikir/nulis banyak penggemar yg bertanya kok tdk ada artikel baru maka sering artikel tulisan orang lain yg memiliki semangat berbagi/motivasi/inspirasi saya munculkan ke web saya.

    Terima kasih atas izinnya.

  4. Wahyu Darmayani

    Artikel yang menyentuh, membuat saya jadi berfikir….Jangan-jangan sesuatu yang kita anggap “kekurangan” pada diri kita, boleh jadi sebenarnya adalah “kelebihan” kita ?

    Subhanallah, sesungguhnya ALLAH SWT memiliki rahasia dan hikmah di balik segala kekurangan/kelebihan yang ada. Cara pandang dan cara menyikapi kitalah yang penting untuk senantiasa berprasangka baik kepadaNYA.

    Salam kreatif dan terus maju untuk Indonesia bermartabat Kang Dadang…

    (Wahyu Darmayani, Mr)

  5. Dear Kang Dadang’
    Memang betul kang, Kadang manusia selalu aja gak pernah merasa cukup dalam hidupnya, kecuali sdh didalam tanah….Karna itu kunci resep hidup yg ingin merasa Cukup, menurut Orangtua Saya sebenarnya simple aja :
    Dalam urusan Duniawi selalu lihatlah kebawah(Banyak yg masih kurang beruntung dibanding hidup kita)
    Tapi dalam urusan Akhirat selalu lihatlah keatas(Apakah Ibadah & Rasa Syukur kita sudah cukup?)

    Sallam’
    Andy

  6. terima kasih pak dadang……..

    saya sangat terinspirasi dengan tulisan kang dadang…

    salam hangat.

  7. tulisan yg menyentuh kang Dadang… mengingatkan sy utk tetap bersyukur di pagi ini… 🙂
    Terimakasih banyak kang….

  1. Pingback: Artikel Menarik