Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Sudah menjadi kelaziman jika kita terpukau oleh ’tampilan luar’ segala sesuatu. Kita suka pada orang-orang yang ’kelihatannya’ baik, pintar, bijaksana dan berwibawa. Tak jarang kita mengidolakan mereka secara berlebih-lebihan. Namun, kadang-kadang rasa suka itu berbalik menjadi kekecewaan begitu kita tahu bahwa ’ternyata’ ada sisi gelap yang dimiliki oleh orang yang kita kagumi itu. Walhasil, rasa hormat kita berubah menjadi kebencian. Atau setidak-tidaknya, kita tidak lagi bersedia mendengar suara-suara kebijaksanaan darinya. Padahal, kebenaran tetaplah kebenaran, meskipun dia datang dari dalam lumpur. ’Kekurangan’ atau sisi gelap seseorang mestinya tidak menjadikan nilai-nilai luhur lain yang disampaikannya kehilangan makna. Sebab, jika kita hanya bersedia mendengar ’orang-orang yang tidak memiliki kekurangan’ maka kita tidak akan pernah menemukan orang semacam itu. Walhasil, kita tidak bisa saling belajar satu sama lain. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Konon, salah satu profesi paling bergengsi adalah sebagai konsultan. Baik konsultan management, motivator, trainer dan beragam jenis konsultan lainnya. Diluar soal penghasilan, profesi sebagai konsultan itu sekeren namanya;’tempat berkonsultasi’. Lazimnya, kita berkonsultasi kepada orang yang dianggap memiliki ’kelebihan’ dari kita. Sebab, tidaklah mungkin mengkonsultasi sesuatu kepada orang yang tidak memiliki kelebihan itu. Karena posisinya yang tinggi itu, kemudian kita sering salah kaprah. Kita menganggap bahwa konsultan adalah orang yang serba tahu dan serba benar. Sehingga, kita mengira bahwa seorang konsultan adalah manusia sempurna yang terbebas dari kesalahan dan kelemahan. Apa benar demikian? (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Anda tentu masih ingat dongeng tentang asal muasal persetruan antara semut dan gajah. Konon penyebabnya adalah gara-gara sang gajah suka menginjak semut. Gajah adalah metafor bagi penguasa alias orang-orang besar, sedangkan semut mewakili orang-orang kecil. Kalau diinjak-injak terus, orang kecilpun pada akhirnya akan habis kesabaran, dan kemudian melawan. Namun, tahukah Anda bahwa didunia ini ada ’sesuatu’ yang diinjak-injak seberat apapun dia tetap bersabar, dan menjalankan fungsinya dengan baik. Dia tidak tersinggung sekalipun ditempatkan lebih rendah dari alas kaki kita. Dilindas, dan dilibas. Dia tetap saja tersenyum, dan tidak henti-hentinya memberikan panduan. Anda tahu siapakah yang memiliki sifat seperti itu? Anda benar. Dia adalah ’marka jalan’. (more…)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

”Enough is not enough when we can get more.” Mungkin anda pernah mendengar ungkapan itu. Cukup itu tidaklah cukup, jika kita bisa memperoleh lebih banyak lagi. Dalam konteks tidak cepat berpuas diri, kalimat itu sungguh sangat memotivasi. Karenanya, ketika kita berhasil meraih pencapaian hingga tahap tertentu, maka kita terus memacu diri. Namun, dalam konteks pengendalian hawa nafsu, kita perlu menggunakan sudut pandang yang berbeda sama sekali. Sebab, hawa nafsu yang tidak mengenal batas membentuk kita menjadi pribadi serakah (greedy), sehingga ’mengambil lebih banyak lagi’ menjadi dogma yang mesti kita patuhi. Sampai-sampai, kita tidak bisa membedakan antara semangat untuk terus mengeksplorasi kapasitas diri dengan keserakahan. (more…)