Friday , September 25 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Apakah Nilai Diri Anda Lebih Tinggi Dari Uang Seribu Rupiah?

Apakah Nilai Diri Anda Lebih Tinggi Dari Uang Seribu Rupiah?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Mohon maaf jika judul artikel ini agak mengesalkan anda. Sebab, kita semua tahu bahwa nilai anda jauh lebih tinggi dari sekedar nilai uang seribu rupiah. Tetapi, percayakah anda kalau kita semua perlu sesekali menguji kebenaran premis bahwa; ’nilai kita lebih tinggi dari uang seribu rupiah’ itu? Agak janggal memang. Tapi, sebentar lagi anda akan faham maksud saya. Pertama-tama, ingatlah kembali bahwa nilai selembar uang sangat ditentukan oleh jumlah angka nol yang dimilikinya. Lalu, berhentilah sejenak dari membaca tulisan ini. Dan renungkanlah ini; ”jika nilai uang ditentukan oleh jumlah angka ’0’ yang dimilikinya, maka apa yang menentukan nilai diri kita sebagai manusia?”

Saya bisa mengatakan bahwa uang seribuan itu mewakili kualitas standar yang dipersyaratkan bagi diri kita, supaya perusahaan menganggap kita masih layak untuk dipekerjakan. Perhatikan, uang seribuan memiliki 3 buah angka ’0’ (nol), dimana setiap angka nol itu mewakili satu kualitas penting yang harus dimiliki oleh setiap pekerja.

Angka ’nol’ pertama mewakili apa yang kita sebut sebagai Knowledge, alias ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya, setiap proses rekrutmen mempersyaratkan standar pendidikan tertentu untuk setiap posisi yang akan diisi. Ijazah sedikit banyak memberikan gambaran apakah kita mempunyai standard pengetahuan yang memadai untuk pekerjaan yang kita lamar atau tidak. Jika kita memenuhi syarat pengetahuan yang ditetapkan, kita bisa memasuki tahap selanjutnya.

Angka ’nol’ yang kedua mewakili apa yang kita sebut sebagai Skill, alias keterampilan. Jika kita lulusan sebuah sekolah yang memiliki reputasi tinggi, tetapi skill kita sangat rendah dan kalah jauh dari orang lain yang lulusan sekolah biasa saja, maka nilai kita berada dibawahnya. Sehingga, wajar jika perusahaan lebih memilih orang lain daripada kita. Karena, dengan hanya berbekal Knowledge, nilai kita seperti uang 10 rupiah, sementara teman kita yang memiliki knowledge dan skill sudah memiliki 2 buah ’nol’ sehingga nilainya setara dengan 100 rupiah, alias sepuluh kali lipat nilai kita.

Angka ’0’ ketiga mewakili apa yang kita sebut sebagai Attitude, alias sikap. Cukup banyak yang mengeluhkan sikap orang-orang yang merasa dirinya hebat. Mereka mengira bahwa dengan ijasah dari perguruan tinggi kelas atas bisa menembus segala-galanya. Malah sebaliknya, sikap buruk seringkali menjatuhkan nilai orang-orang cerdas dan berbakat. Artinya, perusahaan sama sekali tidak tertarik kepada orang pintar yang attitude-nya buruk. Oleh karena itu, orang yang attitudenya lebih baik, lebih disukai daripada orang cerdas yang sikapnya buruk. Ibaratnya, sekarang orang pinter ini masih mengoleksi satu angka ’nol’ (knowledge), sementara orang lain sudah mengumpulkan tiga (knowledge, Skill, dan attitude). Jika hal itu terjadi dalam sebuah proses penerimaan karyawan, siapa menurut pendapat anda yang akan mendapatkan kesempatan?

Pertanyaannya kemudian adalah; ”apakah hal itu masih relevan bagi orang-orang yang sudah memiliki pekerjaan seperti kita?” Tentu. Malah lebih penting lagi, karena ini menyangkut 2 hal, yaitu; pertama, bagaimana caranya mempertahankan agar jumlah angka nol kita tidak berkurang, dan kedua, bagaimana caranya menambah angka nol kita?

Memangnya ’angka nol’ kita bisa berkurang? Bisa. Contohnya, berapa banyak karyawan yang pada awalnya, sangat knowledgeable, namun karena malas meningkatkan diri akhirnya pengetahuannya ketinggalan jaman. Berapa banyak karyawan yang pada awalnya, sangat skillful, namun karena enggan mempelajari hal baru akhirnya keterampilannya tidak sesuai lagi dengan tuntutan perusahaan. Berapa banyak karyawan yang pada awalnya, berperilaku sangat baik, namun karena satu atau lain hal akhirnya mereka bertingkah diluar norma sehingga tidak pantas lagi menjadi bagian dari budaya perusahaan? Inilah gambaran dari orang-orang yang ’angka nolnya’ berkurang.

Jika kita kembali kepada setiap angka ’nol yang dimiliki oleh uang seribuan tadi, maka setiap penambahan angka nol, menghasilkan nilai sepuluh kali lipat, dari nilai sebelumnya. Artinya, uang Rp. 100,- (yang memiliki 2 buah angka ’nol’) nilainya sepuluh kali lipat uang Rp.10,- yang hanya memiliki 1 angka nol. Dan uang Rp. 1000,- nilainya sepuluh kali lipat nilai uang Rp. 100,- sebab kita tahu bahwa setiap penambahan satu angka nol menaikkan nilainya sepuluh kali lipat. Oleh sebab itu, jika kepada uang seribu tadi ditambahkan satu lagi angka nol, maka nilainya sudah naik sepuluh kali lipat. Lalu, tambahkan lagi satu angka nol, maka nilainya naik lagi sepuluh kali lipat. Betul demikian?

Lantas, bagaimana caranya menambah angka nol itu? Kita sudah tahu bahwa angka ’0’ pada uang merupakan nilai tambah yang tidak terelakan. Pada manusia, nilai tambah itu setara dengan ’atribut-atribut’ positif yang mewujud pada perilaku, pengetahuan, dan keterampilan kita. Orang yang memiliki perilaku yang baik dan pengetahuan yang luas serta keterampilan yang tinggi tentu nilainya lebih tinggi dari orang lain yang hanya memiliki salah satu dari ketiga aspek itu. Ibaratnya uang yang memiliki satu ’0’ dibandingkan dengan ’000’. Jika ketiga hal diatas ditambah dengan ’kesediaan untuk memberikan pelayanan ekstra’, misalnya; maka nilainya bertambah sepuluh kali lipat karena sekarang angka ’0’ nya menjadi 4. Tambah lagi dengan ’senang membantu orang lain’; naik sepuluh kali lipat lagi nilainya.

Bayangkan jika kita bisa menambah puluhan atribut positif lain kedalam diri kita. Tentu kita bisa menjadi karyawan unggul bernilai sangat tinggi sebagai aset penting bagi perusahaan. Karena, sudah menjadi sifat alamiah kita untuk tertarik kepada seseorang yang memiliki banyak atribut positif didalam dirinya. Ini menegaskan bahwa ’nilai’ seseorang sangat ditentukan oleh kualitas dirinya. Dan kualitas diri kita itu, ditentukan oleh atribut-atribut positif yang kita miliki. Persis seperti uang yang nilainya ditentukan oleh jumlah angka ’0’ yang dimilikinya. Jika pada uang kita ingin menambahkan angka nol sebanyak-banyaknya; apakah kepada kualitas diri kita, kita juga bersedia memberikan angka nol itu, lebih banyak lagi?

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta

Catatan Kaki:
Mungkin kita memiliki keterbatasan untuk menambah angka nol kepada uang kita. Namun, kita bisa menambahkan angka nol kedalam diri kita, dalam jumlah yang nyaris tidak terbatas.

Salah satu program pelatihan kami bertema ”Natural Intelligence For Positive Mental Attitude At Work” yang bertujuan untuk membangun sikap mental positif karyawan terhadap pekerjaannya. Untuk informasi In-house program ini, silakan hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327 atau email ke dkadarusman@yahoo.com

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

8 comments

  1. Ok Kang artikel yg bagus, sejalan dengan Iman dan Amal yg kita lakukan, Bila kita beriman maka kita memiliki nilai 1(satu) sebgai tonggak penilaian dan bila melakukan Sholat, Zakat, Puasa dan Haji niscaya nilainya berlipat; 10, 100, 1000 dst, Salam sukses.

  2. oke pak Dadang, mari kita semua meningkatkan/menambahkan angka nol pd diri kita semua yg dpt bermanfaat bg diri sendiri dan org lain, salam kenal.

  3. kang, saya agak berbeda pendapat, kalo seribuan nya udah kena bakar,di rendam chemicals, di lindas truk, di jadikan kelinci percobaan, mungkin ga bernilai..tapi kalo seribuan baru di bagikan pas hari raya pasti lbh bernilai”

  4. artikel yang bagus.
    saya jadi malu, apakah saya masih memiliki angka nol tersebut ?
    terima kasih

  5. terima kasih atas ebooknya pak… terus berkarya demi bangsa dan negara

    butuh file ISO, HSE download saja disini http:qms-center.blogspot.com

  6. terima kasih atas ebooknya pak… terus berkarya demi bangsa dan negara

    butuh file ISO, HSE download saja disini qms-center.blogspot.com

  7. “1. Pak Kentut. Betul Pak, kita perlu memiliki tonggaknya terlebih dahulu ya.
    #2. Pak Oloan, salam kenal kembali. Meskipun fokusnya untuk memberi manfaat kepada orang lain, pasti manfaat itu akan kita rasakan sendiri ya.
    #3.Tie? Iya ya, apalagi kalau satuannya ‘yuro’ pasti lebih bernilai lagi….
    #4. Pak Trisno, kesadaran juga adalah satu angka nol Pak. You got it…
    #5.Pak Toto, dengan senang hati Pak. terimakasih kembali.

  8. ass..pak…bagaimana jika ada yang menambah nolnya..dengan melakukan berbagai kebaikan (yang nampak di depan mata)..tetapi ternyata ketika di luar dia berperilaku sebaliknya. Pendeknya.. baik di tempat kerja demi dipuji atasan, tetapi sebenarnya dia gak sejalan dengan atasan, bahkan menjelek2kan dibelakangnya?……… kan jadi gak bagus pak cara menambah nolnya….