Friday , October 23 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Berapa Lama Lagi Waktu Yang Kita Miliki?

Berapa Lama Lagi Waktu Yang Kita Miliki?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Ada orang yang mengira bahwa; tahu kapan akan mati itu lebih baik daripada tidak tahu. Makanya, banyak orang yang bersyukur ketika dokter mengatakan kepadanya bahwa umurnya mungkin hanya tinggal beberapa bulan lagi saja. Ada juga orang yang lebih suka tidak tahu. Sehingga ketika dokter bilang ”Umur Anda tinggal sekitar tiga bulan lagi,” langsung dilanda depresi. Jika anda boleh memilih; apakah anda lebih suka diberi tahu kapan akan meninggal, atau dibiarkan tidak tahu seperti yang lazimnya terjadi?

Dalam beberapa hari terakhir ini, saya seolah dikelilingi oleh kematian. Maksud saya; dalam rentang waktu yang singkat, beberapa orang disekitar saya atau mereka yang terhubung ke sekitar saya meninggal dunia. Dua orang tetangga saya. Saudara dekat istri saya. Petugas satpam di RT saya. Mertua ipar saya. Ibu kandung petugas penagih iuran RT saya. Dan salah satu sesepuh keluarga istri saya. Entah mengapa kok rasanya mereka yang meninggal disekitar saya dalam tempo singkat itu begitu banyak. Entah karena memang sedang banyak yang meninggal disekitar saya, atau karena saya memberi perhatian agak berlebihan. Tetapi apapun itu, serasa saya diingatkan bahwa; ”saya juga akan mati”. Kapan? Entahlah. Saya tidak tahu.

Diam-diam saya mengagumi Tuhan yang memilih untuk memberitahu orang-orang tertentu tentang kematiannya. Sehingga ada orang yang ’merasa’ akan meninggal hari Jumat. Lalu, ketika benar-benar meninggal pada hari Jumat itu, wajahnya seolah tengah tersenyum dalam tidurnya yang pulas. Saya juga mengagumi Tuhan yang memilih tidak memberi tahu orang tentang jadwal kematiannya, sehingga orang yang beberapa hari sebelumnya segar bugar, tiba-tiba dikabarkan telah tiada. Dengan begitu Tuhan semakin menegaskan bahwa Dia memegang hak prerogatif untuk memutuskan apakah Dia memberitahu seseorang tentang kematiannya atau tidak.

Sekarang, mari kita andaikan ini adalah hari terakhir dalam hidup kita. Apa yang akan kita lakukan dihari terakhir ini? Anda tidak perlu merasa tertekan dengan pernyataan saya ini, karena seperti yang saya bilang; ini hanya sekedar berandai-andai saja. Andai ini adalah hari terakhir dalam hidup kita, bersediakah kita untuk mempersembahkan hal terbaik dalam hidup kita? Rasanya, terlalu beresiko untuk mengatakan ’tidak’, ya? Karena, kalau kita tidak melakukan hal terbaik dari apa yang kita miliki dihari terakhir dalam hidup kita ini; kapan lagi?

Oleh karena itu, hari ini mungkin kita bersedia untuk menghentikan perilaku-perilaku negatif yang biasa kita lakukan dimasa lalu. Dan hari ini, kita hanya akan melakukan hal-hal yang kita yakin Tuhan menyukainya. Karena Tuhan suka kita memperlakukan orang lain dengan baik, hari ini kita akan memperlakukan orang lain dengan baik. Karena Tuhan senang kepada orang-orang yang memaafkan, maka hari ini, kita memaafkan orang-orang yang pernah berbuat salah kepada kita. Dan karena Tuhan sayang kepada orang-orang yang mensyukuri semua anugerah yang telah diberikan-Nya, maka hari ini; kita akan menggunakan semua anugerah Tuhan itu, untuk kebaikan semata.

Hari ini, mungkin hari terakhir kita bekerja. Sehingga, kita ingin mempersembahkan hasil karya terbaik saja. Sifat menunda-nunda, tidak lagi bisa diterima. Karena kalau hari ini kita tunda, tidak ada lagi kesempatan untuk melakukannya. Ini adalah hari terakhir kita. Semua kolega dilayani dengan baik. Semua file penting, dipersiapkan. Semua pekerjaan penting, diselesaikan. Semua tanggungjawab ditunaikan.

Jika ada orang yang menyakiti kita hari ini, tidak lagi kita masukkan kedalam hati. Karena, dihari terakhir dalam hidup ini kita ingin membawa hati ini dalam keadaan ringan lagi bersih. Tidak ada noda kekesalan. Tidak ada nada kemarahan. Dan tidak ada dendam. Agar dihari terakhir ini, kita memiliki hati yang tentram. Lalu dengan hati yang tentram itu kita diijinkan menghadap Tuhan. Kiranya Tuhan berkenan menyambut kepulangan kita, dan berkata;”Wahai jiwa yang tenang. Terbanglah kepelataran yang diberkahi Tuhan. Bergabunglah dengan hamba-hamba yang rela dan direlakan. Dan masuklah, kedalam surga yang sudah dipersiapkan…….”.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta

Catatan Kaki:
Jika ini adalah hari terakhir dalam hidup kita; maukah kita meninggalkan seluruh keburukan. Menanggalkan semua dendam. Dan mempersembahkan segala hal terbaik yang masih bisa kita lakukan?

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

13 comments

  1. Assalamu alaikum
    Mudah2an kita bisa selalu introspeksi dari kejadian yang ada

    nb. ijin seperti biasa untuk copas di blog saya. Tks

  2. Saya tidak tahu kapan saya akan meninggal, dan saya juga tidak mau tahu kapan itu. Yang saya inginkan, saat saya meninggal nanti, semua kesalahan saya sudah dimaafkan, semua utang saya sudah dibayar, dan kematian saya tidak menimbulkan masalah bagi kemaslahatan umat, sehingga saya bisa menjalani masa hidup saya di alam kubur dengan tenang.

  3. Artikelnya inspiring sekali pak,
    ijin untuk copy 🙂

  4. Seperti biasa kang sangat mengelitik, menyentuh sampai lubuk yang paling dalam…..

    Saya sudah mulai bertobat, menghindari setiap laranganNya………tapi masih ada saja rasa dendam, dengki, benci, iri pada seseorang dan susah menghilangkannya….hilang sesaat tapi timbul lagi gimana ya……..

  5. wah pak, bagus banget…. sampai merinding nih….terharu juga 🙂
    minta ijin untuk copas ya. makasih

  6. Artikel yang bagus, dan mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik, seolah2 tau besok kita akan dipanggil oleh-Nya…:)

    seperti yang lain, saya juga minta ijin untuk copas…tks

  7. Kematian, sesuatu yg ditakutkan semua orang padahal menjadi motivator menjadi hamba yg shaleh. Udzkuruu haadima al-ladzat.

  8. alhamdulilah sekali lagi saya diingatkan lagi…thanks buat dadang, sangat inspirasional..membuat saya ingin melepas semua kedengkian di hati nih….makplooong…

  9. sebuah artikel yang sangat menyentuh dan bisa buat bahan instropeksi diri.. makasih atas artikelnya ya pak dadang.. tetep semangat..!!!

  10. Aku jadi merinding bacanya…
    jadi bersemangat menjadi manusia yang baik…
    karna ada SURGA yang sudah ALLAH siapkan,untuk hamba2 -Nya yang ber hati Baik…

    Haturnuhun Kang..

  11. #1,3,5,6, Saya hanya menjadi sarana saja, sedangkan isinya (jika baik) adalah milik Sang Maha baik. Silaken untuk copas, tidak minta ijin dulu juga tak soal….

    #2. Vicky, saya juga ingin seperti itu. Semoga tercapai ya…
    #4. Pak Sabar, gak apa-apa Pak, dendam itu sebenarnya manusiawi kok. Cuma, kalau kita yakin bahwa segala sesuatu ada ‘perhitungannya’ kita percayakan saja kepada asisten Tuhan untuk mengurusnya mulai saat ini…
    #7. Abunisri, kematian itu motivator ya Pak? Bener juga. ingat mati, ingat bahwa segala sesuatunya harus dipertanggungjaabkan ya Pak
    #8. Kang Artha, makplongg ya Pak. Cocok untuk menjawab point Pak Sabar juga tuch…
    &9.Adi, terimakasih kembali Pak Adi, tetap semangat
    #10. Rina, bersemangat untuk menjadi manusia yang baik ya Bu? orang baik, niat baik, sikap baik, tempat kembalinya juga baik….

    salam,
    dadang

  12. Ass.wr.wb,
    Ini artikel yang pertama kali saya baca pada kunjungan perdana saya website ini.
    Baguus sekali pak Dadang artikel ini. Sebagai motivator Bapak tidak melulu memotivasi utk tujuan duniawi saja tetapi yg penting dan sekaligus juga memotivasi utk jiwa yang dahaga untuk kebahagiaan abadi. Terimakasih dan wassalam.

  13. Terimaksih Pak Dadang atas artikelnya. Sulit untuk dibayangkan jika diberi waktu satu kali untuk hidup didunia, maka apa yang harus dilakukan yang jelas tentang kebaikan.

    Setelah membaca artikel diatas banyak sekali makna yg dipetik terutama buat diriku pribadi.

    terimaksih.