Friday , October 23 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Bisakah Serikat Pekerja Menjadi Mitra Bagi Manajemen?

Bisakah Serikat Pekerja Menjadi Mitra Bagi Manajemen?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Diperusahaan anda ada Serikat Pekerja? Aih, pertanyaan macam apa itu? Bertanya seperti itu hukumnya tabu. Mengapa? Karena frase ’Serikat Pekerja’ sering menjadi alergen bagi perusahaan. Disisi lain, pendirian sebuah Serikat Pekerja sering bertujuan untuk menandingi Manajemen. Sehingga, tidak aneh jika Manajemen tidak menyukai sepak terjang Serikat Pekerja, sebaliknya Serikat Pekerja sering menaruh curiga kepada Manajemen. Jikapun tidak semuanya, namun disebagian besar perusahaan hubungan antara Serikat Pekerja dengan Manajemen tidak jauh-jauh dari nafas saling curiga itu. Pertanyaannya kemudian adalah; bisakah Serikat Pekerja menjadi mitra bagi Manajemen?

Di sekitar rumah tinggal saya ada beberapa ekor kucing berkeliaran. Sedangkan beberapa tetangga saya memelihara anjing, sehingga anjing dan kucing itu setiap hari bertemu. Anehnya, saya tidak pernah melihat kucing bertengkar dengan anjing. Padahal, para orang tua jaman dulu memiliki istilah; ”seperti kucing dengan anjing”, untuk menggambarkan orang-orang yang tidak pernah bisa akur. Alasannya karena, jaman dahulu kala; kucing tidak pernah bisa berdamai dengan anjing. Setiap kali mereka bertemu, sang anjing menggonggong dengan nada mengancam, dan sang kucing mengeong dengan intonasi membangkang. Tetapi, rupanya dijaman ini kaum kucing sudah bersepakat dengan bangsa anjing untuk tidak lagi memperpanjang persetruan itu. Sehingga mereka bisa menjalani hidup masing-masing tanpa harus saling menyerang. Oleh karenanya, kita menyaksikan perdamaian dan harmoni begitu indah yang bisa mereka bangun.

Jika kucing dengan anjing bisa berdamai seperti itu, apakah Serikat Pekerja dan Manajemen bisa hidup berdampingan? Sesuai pengertian dasarnya Serikat Pekerja merupakan wadah bagi seluruh pekerja. Oleh karenanya, Serikat Pekerja berperan dalam proses mediasi dan advokasi, jika terjadi perselisihan antara karyawan dengan Manajemen sebagai manifestasi perusahaan. Karyawan mana yang patut difasilitasi dan diadvokasi oleh Serikat Pekerja? Karyawan ya karyawan. Mengapa mesti ditanya karyawan di level mana? Siapapun dia, selama statusnya karyawan, ya layak dilindungi dan diadvokasi.

Pertanyaannya kemudian adalah, jika permasalahan itu dialami oleh karyawan di level Direktur, apakah Serikat Pekerja masih mempermasalahkan level status? Tentu tidak. Sebab, Sang Direktur itupun statusnya karyawan juga. Sehingga, Serikat Pekerja memiliki kewajiban untuk memfasilitasi dan mengadvokasi. Jika Serikat Pekerja menolak untuk mengadvokasinya, maka itu berarti Serikat Pekerja melanggar fitrahnya sendiri. Sebaliknya, sebagai bagian dari struktur Manajemen, Direktur tersebut merupakan manifestasi dari perusahaan dimana setiap keputusan yang diambilnya berkaitan dengan kepentingan karyawan. Jika sang Direktur membuat kebijakan yang merugikan karyawan, maka dia mengingkari statusnya sendiri sebagai karyawan. Lebih dari itu, perusahaan juga rugi jika karyawannya tidak diperlakukan dengan baik, karena kita semua tahu bahwa karyawan adalah salah satu aset terpenting bagi perusahaan. Merugikan karyawan berarti merusak aset perusahaan.

Dari kedua sudut pandang ini, kita bisa melihat betapa Serikat Pekerja dengan Manajemen itu memiliki keterkaitan yang tidak bisa dilepaskan. Jika saja keduanya bisa belajar dari kucing dan anjing, boleh jadi mereka bisa menemukan fakta baru bahwa; Serikat Pekerja adalah mitra bagi Manajemen untuk memajukan perusahaan. Jika Manajemen bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan perusahaan, tidaklah mungkin merendahkan karyawan. Dan jika Serikat Pekerja bersungguh-sungguh melindungi kepentingan karyawan; tidak mungkin menjadi duri bagi perusahaan. Sebab, maju dan tidaknya sebuah perusahaan sangat ditentukan oleh kinerja karyawan. Dan sejahtera atau tidaknya setiap karyawan, sangat ditentukan oleh kinerja perusahaan. Karena, antara perusahaan dan karyawan; sama sekali tidak bisa dipisahkan.

Apakah itu mungkin? Jaman dahulu, nyaris tidak mungkin mengharapkan anjing berdamai dengan kucing. Jaman ini, kita lebih sering melihat orang bertengkar di televisi daripada anjing yang berantem dengan kucing. Jadi, Serikat Pekerja bukan sekedar bisa berdamai dengan Manajemen, bahkan bisa menjadi Mitra. Syaratnya tidak ruwet-ruwet, yaitu; kedua belah pihak memperbaiki ’itikad’. Pendirian dan pengelolaan Serikat pekerja mesti dengan itikad untuk memajukkan karyawan dan perusahaan. Dan kebijakan yang diambil oleh Manajemen harus didasarkan kepada kepentingan perusahaan dan karyawan.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta

Catatan Kaki:
Sikap kita sering dipengaruhi oleh prasangka dan persepsi daripada berlandaskan pada fakta dan esensi.

Untuk informasi program pelatihan In-house kami, silakan hubungi Ms. Vivi di 0812 1040 3327 atau email ke dkadarusman@yahoo.com

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

8 comments

  1. bisakah dalam satu perusahaan terdapat 2 serikat pekerja(krn di t4 saya ada 2 sp)…bagaimana caranya jika serikat pekerja tsb saling berhadapan..karena sp lama tdk mengakomodir smua kepentingan pekerja.terutama pekerja di level atas…klo yg bawah iya..di tunggu pencerahannya

  2. Diawali dari catatan kaki Kang Dadang selanjutnya dilengkapi catatan yang terjadi di lapangan bahwa adanya prinsip prinsip Poko e , idialis, ini putusan dari organisasi kami, ini tidak sesuai dengan kesepakatan, tidak manusiawi, yang penting dibela dulu, mendahulukan hak dari kewajiban dan yang lain lain yang kesemuanya itu tidak akan ada titik temu dengan pihak manajemen, kondisi inilah yang terjadi di dunia perburuhan di Indonesia.

    Apabila terjadi suatu dispute yang diakhiri dengan deadlock siapa yang akan menjadi korban, kalo Kang Dadang membuat ilustrasi antara Kucing dengan Anjing yang selalu betengkar, tetapi setelah bertengkar mereka pergi lagi untuk mencari makan dengan caranya masing masing,tidak ada korban diantara binatang itu, bagaimana dengan pekerja kita, minimal kalau dia vokal pasti reputasinya jelek, mengadakan demo lalu ada perundingan dampaknya juga tidak baik, jadi apapun momennya bila tidak baik pasti ada korban.

    Kembali ke ilustrasi binatang tadi saya pernah lihat sircus binatang kok mereka bisa akur, ada target target, beberapa permainan tertentu bisa diperagakan….. apakah perlu ada pelatih sircus di dunia pekerja di Indonesia, peran siapa ya… kalau kita mencari penanggung jawabnya akan sulit, mulai dari adanya Hubungan Industrial Pancasila, Bi Partit, mulai Undang Undang 1 1951, Undang Undang 12 tahun 1964, Permen 3 tahun 1996, Permen 150 tahun 2000 dan terakhir lahir Undang Undang 13 tahun 2003, merubah P4D/P menjadi PPHI….persoalan terus berlanjut…

    Hemat saya adalah back to basic kembali ke pribadi masing masing, diawali dengan niat yang baik, bekerja itu ibadah dan untuk jaman sekarang sulit untuk didapat, jadi kalau sudah niat yang bekerjalah dengan baik dan berperilaku positif untuk masa yang panjang bukan sesaat,hilangkanlah hal hal negatif, Ingat anak, istri dan ingat juga bahwa pekerja , buruh adalah swastawan yang rawan PHK, bukan PNS, Bukan TNI bukan POLRI yang jarang ada PHKnya, jadi kalau tidak ada perusahaan ya kita tidak bekerja…yang jelas PHK itu bukan kiamat tapi pasti menyakitkan…..waspadalah..tawaqallah nikmatilah kalau memang jalan hidup kita disini… semoga bermanfaat….

  3. Saya senang dgn tampilan webside anda dgn isi yg menarik didalamnya. Lain kali saya akan kunjungi lagi webside anda untuk melihat berita2 terbaru. Thankz

  4. Yup..jika antara pihak manajemen perusahaan dengan serikat pekerja sama-sama memiliki pandangan positif dan tidak saling mencurigai, maka alangkah nyaman dan indahnya dunia kerja, suasana nyaman dalam bekerja akan tercipta. Manajemen puas dan karyawanpun senang.

  5. Begitulah kemitraan sesuai semangat UUK. Para pihak seharusnya merasa saling membutuhkan, bukan sebaliknya. Punya tujuan yg sama untuk memajukan kinerja perusahaan dgn setiap individu/pekerja memberikan kontribusinya sesuai role & responsibilities-nya termasuk pihak perusahaan, sehingga hasilnya akan dinikmati kembali oleh para pekerja dan keluarganya.

  6. good article … boleh disharing pak …. salam kenal — Zaelani

  7. nice article…mudah2an niat kami untuk gabung kesalah satu serikat pekerja bisa terealisasi tahun ini, mengingat perusahaan tempat kami bekerja sudah 20 tahun, dan saya yakin akan banyak masalah dengan iklim perburuhan,
    meskipun selama ini belum ada yang berarti.

  8. di t4 saya ada 2 serikat yng mana sp tersbut mempunyai anggota _+1600 masing2 90%_10% nah dngn hal tersebut maka keduabelah pihak tidak pernah akur saling menjatuhkn antar sp itu sendiri pertanyaan sya bgai mana caranya mempersatukn sp tersebut agar tidk memperthankn egonya masing2 trmi’s