Benarkah Dalam Setiap Kesulitan Terdapat Kemudahan?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Salah satu pelajaran penting yang disampaikan guru mengaji saya adalah firman Tuhan yang berbunyi; ”Sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, terdapat kemudahan.” Bagi saya, ini adalah firman yang sangat motivatif. Dia menguatkan kita saat menghadapi situasi sulit. Dan karena tak seorangpun dimuka bumi ini yang terbebas dari kesulitan hidup, maka sesungguhnya firman itu merupakan penghiburan bagi semua orang. Dengan firman itu, seolah Tuhan memberikan penegasan kepada kita semua bahwa kesulitan pasti akan datang. Namun, tak satupun dari kesulitan itu yang tidak memiliki kemudahan. Lantas, saya pribadi bertanya-tanya; ”apakah kemudahan itu ada ’setelah’ kesulitan berakhir, atau memang Tuhan bermaksud mengatakan bahwa kemudahan itu ada ’didalam’ kesulitan? ”

Untuk alasan kepraktisan, sebenarnya saya lebih suka membeli beras dalam kemasan karung. Selain tidak perlu bolak-balik ke warung dua hari sekali, membeli beras karungan juga memberi saya bonus berupa karung yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Namun, ada satu hal yang sangat tidak saya sukai, yaitu sulit sekali membuka tali simpul yang mengikat karung itu. Kadang-kadang saya harus menggunakan garpu atau tusuk gigi sebagai alat pengait untuk mengurai simpulnya satu demi satu. Tak jarang saya menjadi sangat kesal, lalu menggunakan pisau untuk merobek bagian atas karung itu agar bisa mengeluarkan berasnya. Oleh karena itu saya lebih sering membeli beras dalam kemasan kantung plastik. Isinya sedikit, tapi gampang membukanya. Memang, ini hanya soal pilihan. Apakah saya akan memilih karungan atau plastikan. Kira-kira demikian.

Sama halnya dengan hidup kita. Ketika kita memutuskan untuk memilih tentu kita memiliki alasan yang membuat kita berpikir bahwa jalan hidup itulah yang paling kita inginkan. Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Dalam konteks ini berupa kesulitan dan kepedihan saat kita menjalaninya. Dalam banyak situasi, kita boleh memilih untuk mengerjakan hal-hal yang mudah; tetapi, biasanya hasilnya tidak terlampau berarti. Pekerjaan mudah yang kita lakukan itu tidak memberi dampak yang bermakna bagi perusahaan atau diri kita sendiri. Sebaliknya, jika kita memilih untuk melakukan sebuah project yang besar lagi rumit, mungkin hasilnya akan banyak. Namun, untuk menyelesaikannya kita harus bersedia menjalani lika-liku yang teramat sulit dan penuh rasa sakit.

Suatu ketika, saya kembali tergoda untuk membeli beras dalam karung. Disaat rasa putus asa hampir memenuhi ubun-ubun; secara tidak sengaja saya menarik ujung tali simpul dibagian lain dari pengikat karung itu. Ajaib sekali, ketika ujung tali itu ditarik; srrrrrrrrrreeeeeeet…..kesuluruhan tali simpul pengikat itu terlepas dengan begitu mudahnya! Sungguh, dengan cara itu hampir tidak ada tenaga yang terbuang. Dengan cara lama, saya harus sampai berkeringat dan menghabiskan waktu lebih dari lima belas menit untuk membuka simpul demi simpul yang ada. Tetapi, ketika ujung tali ajaib itu ditemukan, saya cukup menariknya nyaris tanpa tenaga, dan hanya butuh waktu kurang dari 3 detik untuk membuka karung itu. Lebih dari itu, karung berasnya pun utuh tidak kurang satu apapun.

Jika anda belum tahu tentang rahasia simpul karung beras ini; anda harus mencoba menemukan keajaibannya. Karena, simpul karung beras memberitahu kita sebuah rahasia yang selama ini sering kita ragukan, yaitu; ”Sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, terdapat kemudahan.” Karung beras ini berhasil mengubah paradigma lama saya. Semula, saya mengira bahwa: kalau kita mau bersabar dalam kesulitan, maka ’diakhir’ perjalanan kita akan sampai kepada sebuah kemudahan. Sehingga, selama ini saya berfokus kepada usaha ’menguatkan diri’ untuk menempuh jalan sulit itu dengan sabar dan tabah, hingga saya bisa bertahan untuk tiba diakhir yang menyenangkan. Seperti memanjat gunung tinggi; jika kita bisa terus beranjak naik, kita akan sampai juga kepuncak tertinggi.

Sebaliknya, tali itu dengan gamblang menunjukkan bahwa kita tidak harus membuka satu demi satu simpul yang sulit itu terlebih dahulu untuk bisa membuka keseluruhan simpul karung. Justru, dia memperlihatkan bahwa ada cara yang sangat mudah yang tersembunyi dibalik setiap simpul yang sulit diurai itu. Tugas kita adalah untuk menemukan kemudahan itu tanpa harus mengurainya satu demi satu terlebih dahulu.

Barangkali, hidup juga memang demikian adanya. Itulah sebabnya, mengapa begitu banyak orang yang menderita dalam menjalani hidupnya. Seolah mereka berpindah dari satu kesulitan hidup, kepada kesulitan hidup yang lain. Namun, pada situasi yang sama; ada banyak orang yang bisa menjalaninya dengan begitu mudahnya. Seolah mereka selalu bisa menemukan jalan keluar dari setiap persoalan hidup yang menghadangnya. Ada apa ini sebenarnya? Barangkali, itu terjadi karena kita belum benar-benar memahami apa yang Tuhan isyaratkan dalam firmanNya; ”Sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, terdapat kemudahan.” Andai saja kita bisa menemukan simpul rahasia untuk mengurai belitan-belitan kesulitan hidup itu; mungkin kita bisa menjalaninya dengan teramat sangat mudah. Tidak peduli sesulit apa situasinya.

Sekarang, setiap kali saya membeli beras dalam karung; saya tidak pernah takut lagi akan kesulitan saat membuka tali simpul karung itu. Sebab, saya percaya bahwa pabrik yang membuat kemasan karung beras itu telah memasang tali simpul sedemikian rupa sehingga tali itu akan sulit untuk dibuka; supaya isi karung tidak mudah bertumpah ruah. Namun pada saat yang sama, ada sebuah titik rahasia yang bisa digunakan untuk membuka ’keseluruhan’ tali simpul itu dengan teramat mudahnya. Tetapi, hanya orang yang tahu cara membukanya dengan benar sajalah yang dapat mengurainya dengan begitu mudah. Sehingga dia tidak akan mendapatkan kesulitan sama sekali saat membuka karungnya.

Untuk menjalani hidup, barangkali juga demikian; kita tidak perlu takut lagi akan kesulitan saat membuka simpul-simpulnya. Sebab, kita percaya bahwa Sang pencipta kehidupan itu telah memasang tali simpul sedemikian rupa sehingga tali itu akan sulit untuk dibuka. Tujuannya supaya makna kehidupan itu tidak mudah bertumpah ruah. Namun pada saat yang sama, ada sebuah titik rahasia yang bisa digunakan untuk membuka ’keseluruhan’ tali simpul itu dengan teramat mudahnya. Tetapi, hanya orang yang tahu cara menjalaninya dengan benar sajalah yang dapat mengurainya dengan begitu mudah. Sehingga dia tidak akan mendapatkan kesulitan sama sekali saat menjalani hidupnya.

Saatnya bagi kita untuk meninggalkan paradigma bahwa kemudahan akan datang setelah kesulitan. Karena jika demikian; berarti kita harus menjalani setiap episode sulit itu hingga habis terlebih dahulu sebelum mendapatkan kemudahan. Jika umur kita tidak cukup panjang, mungkin kita tidak akan pernah sampai pada kemudahan itu. Sehingga seluruh hidup kita dijalani dalam kesulitan. Sebaliknya, mari kita gunakan paradigma baru bahwa; kemudahan itu berada didalam kesulitan. Jadi, setiap kali kita menghadapi kesulitan, yakinlah bahwa kemudahan ada didalamnya. Sehingga, kita mempunyai kesempatan untuk menemukan simpul kemudahan didalamnya, agar bisa keluar dari kesulitan itu; sesegera mungkin. Lebih dari itu, kita bisa selalu berbaik sangka kepada Tuhan; atas segala hal yang telah Dia takdirkan.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator

http://www.dadangkadarusman.com/

Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta

Catatan Kaki:
Alasan terbesar mengapa kita merasa sulit untuk menjalani sesuatu adalah karena kita tidak tahu caranya.

Kami menyelenggarakan pelatihan in-house dengan topic leadership, motivational, mental fitness, dan character building. Untuk informasi In-house program kami, silakan kunjungi www.dadangkadarusman.com atau email ke dkadarusman@yahoo.com

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo.com

20 thoughts on “Benarkah Dalam Setiap Kesulitan Terdapat Kemudahan?

  1. wah jadi ingat….dulu saya merasa sulit mengerjakan pekerjaan saya yang sekarang, tapi karena belajar….sekarang jadi mudah karena TAHU CARANYA!!!!….Gak sulit lagi dan malah gampang ^_^

    artikel yang impressive kang, sangat mengena

  2. Dari teori Complexity dan Complex System daripada System Dynamic disebutkan bahwa suatu “kesulitan” memiliki “kompleksitas tinggi”. Learning Theory mengindikasikan bahwa suatu “learning state” (status pembelajaran)dengan “effective maximum complexity” adalah suatu derajat pembelajaran yang paling tinggi dengan hasil paling maksimal. Disitulah letak arti “disetiap kesulitan terdapat kemudahan”.

    Untuk sekedar mengenal Complex System dan makna Knowledge (Pengetahuan), bukannya Science (Ilmu Pengetahuan), anda saya ajak melalui “gateway” link http://delicious.com/mobeeknowledge/complexsystem+knowledge ,untuk menuju ketiga artikel pada Social Networking Site (SNS)saya.

    Terima kasih atas perhatiannya

    Dr Md Santo

  3. hebat kang…
    dan sungguh luar biasa…
    salut…

    semoga terus bisa berkarya ya…

    salam hangat dan mohon copiannya ya…

    ricisan

  4. Ini mah 1000 persen setuju, indah, apik, gratis dan laris bagi praktisi di lapangan, sekedar sharing “kesulitan dan kemudahan” itu tidak terukur, unmeasurable tapi sangat – sangat banget dirasakan dan sudah pasti bisa dinikmati…….

    Kita harus bersyukur masih ada yang peduli menulis article yang bermanfaat tinggi, di era serba sulit mencari kemudahan juga di era serba mahal menanggulangi kesulitan…

    Terimakasih…lanjutkan

  5. menggugah hidup utk lebih bermakna dan terus berkarya meski terkadang rintangan hidup ta mudah utk diselesaikan, itulah hidup manusia agar harus selalu ingat dikala susah ato senang. sgt inspiratif kang, sya menunggu tulisan2 nya dan salam kenal sblmnya..

  6. Mantap kang dadang..

    Tiap artikel selalu membuat sy ingin bangkit..
    hatur nuhun kang dadang..

  7. Terimakasih pak dadang dengan input dan pembagian ilmunya. Inilah hidup yang harus di jalani, dimana setiap orang mempunyai kadarnya masing-masing. Kunci yang paling mudah dalam menjalani hidup ini adalah bagaimana kita selalu pandai bersyukur dan selalu mau berubah dan menambah ilmu dan tidak tenggelam dalam pikiran penderitaan dan kesusahan.
    Semoga kita selalu diberi kemudahan dalam menapak hidup yang sebentar ini. Amin

  8. Yang pasti Tuhan lebih tahu yang terbaik buat kita Kang..dan janganlah kita sekali-sekali berburuk sangka kepada Tuhan karena kesulitan yang kita hadapi.

  9. Assalamualaikum..

    Istimewa, manataf kang, tulisan yg bisa membuat perubahan pada pemikiran saya.

    salut…

  10. Artikel yang pas dg apa yang sedang saya jalani sekarang…
    beberapa hari kemaren saya murung ‘kang…,stlh baca artikel ini saya jadi semangat lagi,
    insa’allah saya akan menenukan kemudahan di balik kesulitan yang sedang saya jalani sekarang…amin…amin…
    doa’in saya ya ‘kang…

    Cayoooo….rinaaaa….

    Haturnuhun…
    Rina.

  11. luar biasa… enggak ada kata kata yang pas kayak nya nih beri komentar,saya cuma bisa bilang terima kasih aja untuk artikel nya yang hebat ini..Kang Dadang, saya mohon ijin nya ya untuk bagi bagi artikel ini ke temen temen saya.

    terima kasih
    sukses selalu buat
    Kang Dadang K.

  12. Kang Dadang yth.,

    Kalau melihat konteks ayat yang Kang Dadang kutip secara bahasa (lughot) memang menggunakan kata ma’a, artinya bersama, jadi kemudahan ada bersama kesulitan, bukan kemudahan datang setelah kesulitan. Waallahu a’lam.

    BTW, kisah analogi karung berasnya sangat inspiratif.

    Teruslah berkarya…dan memberi manfaat.

    Salam,

    Den Trisna..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>