Friday , October 23 2020
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Sudahkah Anda Menemukan Garis Horison Kehidupan?

Sudahkah Anda Menemukan Garis Horison Kehidupan?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Dari jaman dahulu kala, konon profesi sebagai peramal merupakan salah satu profesi paling laris. Apalagi kemajuan teknologi komunikasi saat ini memungkinkan para peramal untuk mempromosikan diri, sehingga minat orang menjadi semakin terbangkitkan. Mengapa kita sedemikian tertariknya pada ramalan? Karena kita sering penasaran dengan apa yang akan terjadi dimasa depan. Mengapa kita penasaran akan masa depan? Karena kita ragu bahwa masa depan kita akan baik-baik saja. Sebab, jika kita yakin bahwa masa depan kita akan berjalan mulus, kita tidak perlu was-was atas apa yang akan kita alami dimasa mendatang. Sekalipun kita tidak pergi ke peramal, tetap saja hati kita diliputi oleh kekhawatiran; akankah masa depan kita berjalan sesuai dengan harapan?

Minggu lalu, saya berkesempatan melihat garis horison dipinggir pantai. Anda tentu masih ingat dengan ’garis horison’, bukan? Garis mendatar yang seolah-olah menjadi pembatas antara bumi dengan langit. Jaman dahulu kala, garis horison disalahartikan sebagai ujung dunia, sehingga jika kita bergerak melewati garis itu, maka kita akan terjatuh ke jurang. Memandang jauh ke tengah laut seolah memandang jauh ke masa depan. Sehingga, dengan pola pikir seperti itu, kita sering beranggapan bahwa hidup kita hanya akan baik-baik saja sampai kita tiba di ’garis ujung’ itu. Dan karena ’garis ujung’ itu adalah batas kemampuan pandangan kita, maka ketika kita memandang hidup; kita sering khawatir atas apa yang akan terjadi ’setelah garis ujung’ itu terlampaui.

Setelah kita memahami bahwa bumi ini bulat, kita tahu bahwa garis horison bukanlah ujung dunia seperti yang kita duga. Jadi, jika kita bergerak melewati garis horison itu, kita tidak akan terjatuh. Kita bisa terus bergerak maju dengan aman dan leluasa. Selain itu, ketika kita menggunakan perahu motor menuju ke tengah laut, kita tidak benar-benar ’tiba’ di garis horison itu. Segigih apapun kita mengejar garis horison itu, tidak akan mampu untuk ’menangkapnya’. Sebab, setiap kali kita bergerak mendekat kepadanya, setiap kali itu pula dia bergerak menjauh.

Jangan-jangan, hidup juga demikian. Apa yang kita kira sebagai garis ujung dunia, ternyata bukanlah ujung dunia yang sesungguhnya. Melainkan hanyalah titik maksimal daya pandang kita. Karena itu, apa yang kita kira sebagai garis ujung optimisme kehidupan itu bukanlah ujung optimisme hidup yang sesungguhnya. Sebab setelah kita mencapai ’batas’ yang kita lihat itu, kita bisa menemukan wilayah lain yang terbentang diantara diri kita, dengan garis horison baru. Walhasil, boleh jadi kesempatan yang kita miliki dalam hidup itu tidaklah sebatas dari ’apa yang bisa kita lihat’ dari titik tempat kita berdiri ini. Sebab, dibelakang garis horison itu; terhampar kesempatan lain yang begitu luas.

Garis horison, adalah pembatas antara wilayah yang bisa kita lihat, dengan wilayah yang tidak bisa kita lihat. Kita dapat dengan leluasa menjelajah wilayah yang bisa kita lihat. Dan kalau kita bergerak mendekati garis horison itu, maka kita akan mampu untuk melihat wilayah lain yang sebelumnya tidak terlihat. Barangkali, hidup kita juga demikian. Meskipun kita sering dibatasi oleh sempitnya daya pandang kita; namun, ketika kita menjalani hidup ini dengan sungguh-sungguh. Lalu kita bergerak maju untuk mengeksplorasi inci-demi inci wilayah itu. Ternyata, garis batas itu tidak benar-benar ada. Walhasil, ketika kita secara konsisten bergerak maju menjalani hidup; hidup kita sama sekali tidak dibatasi oleh garis horison itu. Karena, ketika kita mendekatinya, sang garis bergeser menjauh. Seolah dia memberikan ruang yang lebih luas lagi kepada kita. Untuk terus menjelajah, tanpa mengenal lelah.

Bayangkan seandainya ketakutan kita akan keterbatasan pandangan itu menjadikan kita terdiam. Maka, jangkauan kita tidak akan pernah bertambah. Bahkan mungkin, kita akan dikurung oleh pesimisme dan ketakutan-ketakuan semu. Sebaliknya, jika kita bersedia menjalani hidup ini dengan keyakinan bahwa dunia kita sangatlah luas, maka bukan saja kita akan terbebas dari rasa was-was atas keserbaterbatasan yang ada. Lebih dari itu, kita bisa bersahabat. Bermain. Dan bercengkrama dengan garis horison itu. Ketika kita mengejarnya, dia akan berlari. Sehingga, tanpa kita sadari, kita sudah menjelajah jauh sekali. Dan dititik ini, kita akan menemukan; betapa rahmat Tuhan itu terhampar dengan teramat sangat luas. Dan semoga kiranya Dia, gembira melihat kita yang dengan sukacita bersedia menjalani fitrahnya.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta

Catatan Kaki:
Dengan selera humornya yang tinggi, garis horison menyembunyikan masa depan kita dibelakangnya; sebagai teka-teki untuk terus-menerus dieksplorasi.

Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@yahoo.com

Kami menyelenggarakan pelatihan in-house dengan topik leadership, customer service, motivational, mental fitness, dan character building. Untuk informasi In-house program kami, silakan hubungi kami

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

8 comments

  1. Ada hidup setelah hidup..

  2. masih mencari garis horizon itu…

  3. Bolehkan dikatakan garis horison kehidupan sebenarnaya tidak ada ?

  4. Sangat menggugah..inspiratif

    Garis horison kehidupan itu berlaku bila kita ini diam, pasif, pesimis,apatis…..dia akan bergerak bila kita bergerak, berpikir, meng explore kompetensi kita……..yang hasilnya akan didapat sesuai dengan kadar masing masing…yang selayaknya harus disyukuri…..

    Kita manusia….yang diciptakan paling sempurna didunia ini …Bukan seperti katak … apalagi kalau dalam tempurung….

    Lanjutkan kang….

  5. sangat inspiratif…kok bisa yah…

  6. Terima kasih …

  7. Menarik sekali membaca tulisan ini. Sangat inspiratif.

    Bicara tentang Garis horison kehidupan saya jadi teringat tentang bagaimana kita memaknai kehidupan ini dengan kesadaran potensi yang kita miliki.Apa yang kita pikirkan dan bahkan cara kita bersikap terhadap kehidupan acapkali dipengaruhi oleh pengalaman dan informasi yang kita terima baik secara sadar atau tidak sadar sepanjang hidup kita. Mulai kita masih dalam kandungan sampai hari ini. Semakin kaya wawasan yang kita miliki semakin banyak referensi kita untuk bersikap atau menanggapi apa yang terjadi di sekitar kita. Maka benar adanya bila ada ungkapan “belajar selama hayat di kandung badan” belajar mulai dari masih di ayunan sampai berakhir setelah masuk liang lahat”.
    Sekali lagi terima kasih atas artikel yang inspiratif ini.

  8. wahh, inspiratif bangetttt, memang benara Alloh Maha Luas, maka kita jangan berpikiran picik, kesempatan dan peluang terbentang sangat luas..