SPECIAL RATE TRAINING “Profesionalisme Kerja” (In-House)

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kami informasikan bahwa saat ini sedang ada PROMO KHUSUS pelatihan kami yang bertajuk “Turning Potential Power Into Professionalism”. Berlaku bulan May-July 2010. Program ini dirancang untuk pelaksanaan 1 hari, namun apabila perusahaan membutuhkan modifikasi menjadi lebih singkat (2-4 jam) atau lebih panjang (2 hari) dapat juga kami akomodasi.

Selama periode promo May-July ini Facilitator Fee Per Group HANYA Rp. 7,5 juta saja. Booking jadwal terbatas permintaan terhadap promo khusus ini diberikan secara first come, first serve. Video-video pelatihan kami dapat diakses melalui www.bukudadang.com. Continue reading

Pisang Ajaib – Satu Lagi Isyarat Yang Dikirim Tuhan?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Disadari atau tidak, kita sering mengharapkan keajaiban. Misalnya, kita tidak henti-hentinya berhayal untuk mendapatkan uang milyaran. Namun, sesungguhnya kita tidak melakukan upaya yang memungkinkan mengalirnya uang sebanyak itu ke rekening kita. Bagaimana caranya? Belum tahu. Pokoknya, berharap saja dulu. Anehnya usaha yang kita lakukan nyaris tidak ada bedanya dengan apa yang kita kerjakan sejak pertama kali impian itu muncul puluhan tahun yang lalu. Apakah kita boleh melepaskan impian itu sekarang? Tidak. Siapa tahu ada keajaiban. Continue reading

Hari Ketika Setiap Jiwa Dibangkitkan Kembali

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Tidak semua negara didunia memiliki momentum yang disebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional alias Harkitnas. Bangsa Indonesia memiliki dan merayakannya setiap tanggal 20 Mei. Sayangnya, kita sering terlampau jauh memaknai kebangkitan sebagai agenda sebuah bangsa. Padahal, kebangkitan yang paling hakiki bermula dari proses bangkitnya nilai-nilai positif sebuah pribadi. Sebuah bangsa bisa bangkit, hanya jika sebagai individu kita mampu bangkit. Jika dihadapkan kepada kesulitan hidup, kita bangkit untuk mencari solusi yang konstruktif. Kalau mengalami kegagalan, kita bangkit untuk terus mengerahkan segenap kemampuan. Saat patah hati, kita bangkit dari kesedihan lalu meneruskan perjuangan. Jika dihadapkan kepada persaingan bisnis yang semakin keras, kita bangkit untuk terus gigih. Kita juga perlu bangkit dengan cara mengurangi perilaku buruk untuk kemudian memperbanyak tindakan-tindakan yang lebih bermartabat. Sebagai individu, bukankah makna bangkit yang seperti itu jauh lebih konkrit? Continue reading

Apakah Anda Berbakat Menjadi Orang Kaya?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Maaf, judul bagian ini bukanlah iklan sebuah pelatihan untuk menjadikan anda orang kaya. Selain karena saya tidak memiliki program pelatihan semacam itu, saya juga tidak tahu bagaimana caranya membuat seseorang menjadi kaya. Sampai saat ini saya baru memiliki kesempatan untuk sama-sama mengajak merenungkan tentang bagaimana cara kita memandang kekayaan. Konon, dari hal sederhana semacam ini saja sudah bisa ketahuan apakah seseorang berbakat untuk menjadi manusia kaya atau tidak. Continue reading

Kemenangan Betulan Atau Sekedar Kemenangan Bo’ongan?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Semangat persaingan sering mendorong kita untuk mengejar kemenangan. Salah? Sama sekali tidak salah. Malah sebaliknya itu bisa meningkatkan tingkat competitiveness atau daya saing yang kita miliki. Tentu hal ini sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan yang semakin hari, semakin keras saja. Baik dalam kegiatan bisnis, pertandingan suatu cabang oleh raga, maupun aspek kehidupan kita secara umum. Ketika kita sedang bersaing, apa yang kita cari selain kemenangan? Ya…, boleh saja kita berkilah kalau kemenangan itu bukanlah segala-galanya. Tapi, bukankah kita sering sedih dan kecewa jika kalah? Bahkan kadang-kadang kita merasa kesal kepada pihak yang berhasil mengalahkan kita. Jika kita benar-benar menganggap kemenangan bukan segala-galanya, tentu tidak akan ada bisikan hati semacam itu. Jadi, mendingan kita secara terbuka saja mendeklarasikan bahwa kita memang mencari kemenangan. Continue reading

Demonstrasi Karyawan Yang Disukai Perusahaan

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari buruh sedunia. Setiap kali memperingatinya, para buruh sedunia melakukan demonstrasi untuk menuntut perbaikan nasib mereka. Sayangnya kita sering melihat demontrasi buruh itu cenderung menjadi kegiatan kontra produktif. Terutama karena buruh nyaris selalu dicitrakan sebagai lawan bagi management. Ini ironis. Karena pakem ilmu management mengatakan bahwa buruh itu adalah aset terpenting bagi perusahaan. Tetapi, antara buruh dengan menangement seolah nyaris selalu berseberangan. Continue reading