Tuesday , December 11 2018
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Books / Tips: Bagaimana Caranya Agar Tidak Menyesal Telah Membeli Buku?

Tips: Bagaimana Caranya Agar Tidak Menyesal Telah Membeli Buku?

Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Don’t judge the book from the cover.” Selain memiliki makna kiasan, pepatah itu juga memiliki makna sebenarnya. Kadang-kadang kita menyesal telah membeli buku namun ternyata isinya tidak sesuai dengan harapan semula. Bahkan nama besar seorang penulis pun tidak menjamin kita akan menyukai bukunya. Sekalipun demikian, kita tidak bisa menyalahkan penulisnya hanya karena isi buku tidak sesuai dengan harapan. Di sisi lain, saya juga yakin bahwa di dunia ini tidak ada satu pun penulis yang ingin pembeli atau pembaca bukunya kecewa dengan isi buku yang ditulisnya. Jadi, ini bukan soal salah dan benar. Curang atau jujur. Ini adalah soal bagaimana seorang penulis memposisikan buku untuk segmen pasar yang tepat. Juga, bagaimana seorang calon pembeli memilih buku yang paling tepat untuk dibelinya.

Sebagai konsumen saya berkali-kali ’keliru’ membeli buku. Namun semakin sering saya keliru, semakin pandai saya dalam memilih buku. Nama besar penulis, judul yang bombastis, tampilan gambar yang manis, sama sekali bukanlah jaminan bahwa saya akan merasa cocok dengan apa yang ditulis. Sebaliknya, banyak sekali buku yang saya beli namun memuaskan hati. Padahal, penulisnya tidak memiliki nama yang berkibar dimana-mana. Penerbitnya tidak besar. Namun, saya merasa beruntung telah membeli buku itu.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meneliti apakah buku yang akan kita beli ’sesuai’ dengan harapan kita atau tidak. Misalnya, membaca resensi atau membaca komentar orang lain yang tertera dalam sampul buku itu. Namun, buku terbitan terbaru biasanya belum direview, jadi belum tersedia resensinya. Bagaimana dengan ’komentar’ pembaca? Memang ada banyak buku yang dihiasi oleh endorsement atau komentar positif tentang isinya. Namun, semakin sering saya membeli buku saya semakin sadar bahwa ’BOLEH JADI’ ada buku-buku yang dikomentari secara tidak tulus. Saya kadang bertanya dalam hati; ”Apakah beliau yang berkomentar itu benar-benar membaca naskah buku tersebut sampai tuntas?”. Saya pribadi, merasa bahwa endorsement tidak selalu benar-benar menggambarkan kualitas buku.

Cara lain yang lebih saya sukai adalah; membaca buku contoh yang tersedia di toko buku. Saya membaca beberapa bagian secara acak, lalu menanyakan kepada diri sendiri;”Buku ini cocok apa tidak untuk gue?” Jika setelah membaca beberapa bagian itu saya merasa cocok. Saya membelinya.

Diantara bagian paling penting yang saya harus baca sebelum membeli buku adalah halaman ’Daftar Isi’. Bagian ini tidak pernah saya lewatkan. Karena dari daftar isi itu saya bisa memperkirakan ’buku ini akan membahas tentang apa’? Ini benar. Sebab, judul buku sering terlampau indah untuk menjelaskan isi buku. Atau sebaliknya, terlalu sederhana untuk memuat betapa bagusnya buku itu. Tapi daftar isi, memiliki informasi yang jauh lebih mewakili isinya.

Saya yakin Anda juga bersikap demikian ketika membeli buku. Jika daftar isinya tidak membuat Anda tertarik, mengapa Anda harus membelinya? Toh buku itu hanya akan teronggok di lemari, atau tercecer tanpa arti. Sebagai contohnya, di sini saya akan memperlihatkan daftar isi dalam buku Trilogi Natural Intelligence yang diterbitkan oleh Group Penerbar Swadaya.

Buku #1: ”MELAMPAUI KESERAKAHAN SEEKOR NYAMUK”
Daftar Isi:
Pendahuluan – Membaca Naskah Tentang Segumpal Darah

A.Kita ini mahluk sempurna, tapi tidak berarti tanpa cela
1.Anda Memiliki Kelebihan, Itu Pasti.
2.Fokus Kepada Kekuatan Diri
3.Berry Jati Diri
4.Sebenarnya Apa Sih Bakat Kita Ini?
5.Krisis Identitas Diri – Siapa Sih Loe?
6.Inferiority Complex Dan Superiority Complex; Sama-sama Jelex
7.Apa Bedanya Rasa Percaya Diri Dan Takabur?
8.Sekali Lagi Tentang Gajah Dan Semut
9.Kerendahan Hati Seorang Pembelajar
10.Siapakah Kita Hingga Pantas Mengklaim Diri Sempurna?

B.Kita tidak memiliki segalanya, tapi tidak berarti tak punya apa-apa
1.Benarkah Kita Hidup Dalam Serba Kekurangan?
2.Kapan Terakhir Kali Doa Anda Dikabulkan Seketika?
3.Apakah Hidup Anda Diliputi Oleh Keberuntungan?
4.Ketika Segala Sesuatunya Tidak Berjalan Sesuai Rencana
5.Sudahkah Anda Menemukan Garis Horison Kehidupan?
6.Ternyata, Ikhlas Itu Memiliki Saudara Kembar
7.Menjadi Yang Terbaik Itu Urusan Pribadi
8.Benarkah Kita Harus Membuang Rasa Malu?
9.Balada Sepotong Roti Dan Sepercik Api
10.Benarkah Dalam Setiap Kesulitan Terdapat Kemudahan?

C.Kita terikat aturan, tapi tidak berarti diperbudak
1.Menjadi Diri Kita Sendiri
2.Membesarkan Ukuran Hati
3.Mengusir Gelisah Hati
4.Paku Yang Berserakan Di Jalan
5.Terus Berlari, Atau Selamanya Terhenti
6.Menyelami Samudera Kehidupan
7.Perlukah Kita Membawa-bawa Dendam Ini?
8.Masuk Telinga Kiri, Keluar Telingan Kanan
9.Bahkan Dijalanpun Berserakan Kebijaksanaan
10.Perjalanan Menuju Kesejatian

D.Kita tunduk pada takdir, tapi tidak berarti tanpa daya
1.Membentuk Takdirmu Sendiri
2.Menjalani Takdirmu Sendiri
3.Apakah Nasib Seseorang Bisa Berubah?
4.Memadukan Kekuatan Akal Dan Kelembutan Hati
5.Bertahan Dari Terjangan Tsunami Kehidupan
6.Melirik Kemasa Silam, Menatap Kemasa Depan
7.Hukum Memberi Dan Menerima
8.Dua Elemen Pemberdayaan Diri
9.Duduk Dimeja Makan Atau Menjadi Menu Untuk Dimakan?
10.Kapan Kita Boleh Menyerah?

E.Kita bukan mahluk suci, tapi tidak berarti selalu berdebu
1.Tak Ada Gading Yang Tak Retak
2.Malu Mengeluh
3.Menjadi Manusia Yang Lebih Baik Dari Hari Kemarin
4.Saham Yang Tidak Pernah Turun Nilainya
5.Yang Menjadikan Kita Manusia Seutuhnya
6.Saya Menemukan Hati Itu Kembali
7.Menjadi Manusia Baru Di Hari Baru
8.Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk
9.Pertarungan Terakhir Sang Pendekar Nomor Wahid
10.Berapa Lama Lagi Waktu Yang Kita Miliki?

Buku #2 dari Trilogi itu berjudul: ”KETIKA KUDA, SEMUT, DAN GAJAH BEKERJA”, dan buku #3-nya berjudul: ”TERNYATA SEMUTNYA ADA DI SINI”. Saya tidak akan menuliskan daftar isinya disini. Mudah-mudah di lain kesempatan bisa melakukannya. Sebagai informasi, ada jadwal diskusi buku ini pada hari Sabtu tgl 10 July jam 11.45-13.15 WIB di Pesta Buku Jakarta Istora Senayan. Terbuka untuk umum dan gratis. Kalau Anda ada waktu, mengikuti acara itu juga bisa menjadi alternatif.

Dengan terlebih dahulu mengetahui daftar isi, kita bisa memutuskan apakah jadi membeli buku itu atau tidak. Jika daftar isinya tidak menyebabkan Anda tertarik, maka sebaiknya urungkan niat untuk membeli buku itu. Lalu carilah buku lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kesukaan Anda. Dengan begitu, minat baca Anda yang tinggi tidak dirusak oleh jenis buku yang tidak cocok dengan Anda.

Sekali lagi, ini bukan soal salah atau benar. Melainkan soal preferensi kita masing-masing. Jadi, sekalipun kita pernah kecewa karena membeli buku yang salah, kita tetap perlu menaruh hormat kepada penulisnya yang sudah berusaha sekuat tenaga.

Mari Berbagi Semangat
Dadang Kadarusman
www.bukudadang.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

One comment

  1. Setelah membaca tulisan Pak Dadang, saya jadi tertarik untuk mencari buku tersebut di toko buku langganan Saya..keep writing pak…smg tulisan-tulisannya semakin bermutu..Asyik hari baru..hari libur…hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*